
Panas matahari sangat menyengat siang hari ini. Di kelas Zia mendekati Ray yang sedang asyik bermain game di ponselnya, ia langsung duduk di sebelah Ray dan mengamati nya.
"Ray, aku mau cerita nih" Zia memulai pembicaraan
" Apaan? "
" Aku udah ada pacar, Ray " Sambil memamerkan foto pria itu kepadanya.
"Terus?" tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel nya.
" Kok terus sih, sialan. Aku cerita jawaban mu cuek, seneng gitu kek sekarang aku ga galau galau lagi gara gara tu manusia" mengerutkan alis nya.
Ray menoleh ke arah Zia dengan tatapan sinis, mata sipit nya sampai tak terlihat lagi, tapi ia kembali lagi menatap ponsel nya. Ray tak menggubris Zia yang marah-marah karna nya, ia tetap fokus bermain game bersama temannya.
"Rayyy"
" Sama yang mana sih zi, yang kemarin itu ya, yang siapa namanya, ntah lah aku lupa. Ganteng siapa sama aku?"
Zia merebut ponsel Ray, karna kesal ketika ia bercerita respon sahabatnya itu hanya singkat dan tidak memberi sesuatu hal yang menyenangkan. Zia pun meninggalkan Ray di kelas dengan perasan kesal. Ray yang mengetahui ponsel nya tidak akan kembali cepat bergegas mengejar Zia.
__ADS_1
" Jangan ngambek ih "
" Bodo amat " Zia menjawab ketus
Lalu Zia berlari meninggalkan Ray yang berusaha meminta maaf kepadanya, karena Ray sudah tahu bagaimana sifat Zia ia memutuskan untuk besok saja berbicara kepadanya.
...****************...
Pagi harinya...
"Ke kantin yuk" Ray mencoba mengajak Zia.
Zia mengangguk dan menggenggam tangan Ray.
Setelah memesan makanan, mereka masih tidak saling berbicara. Namun seolah sudah terikat batin mereka berpikir untuk meminta maaf.
" Ray ini biar aku yang bayar, aku traktir kamu hari ini" kata Zia
" Gak biar aku yang bayar, sekalian aku minta maaf karna masalah kemarin. Jadi sebagai ucapan maaf, aku yang traktir. " jawab Ray antusias
__ADS_1
"Gak, pokoknya aku aja yang bayar!"
"Aku aja"
Mereka berdebat di meja makan tanpa ada satu pun yang berdiri menghampiri bude untuk membayar.
Dari kejauhan terlihat Putu yang melihat mereka berdua tengah berdebat di kantin.
" Berdua terus, mana gak ajak aku lagi " Ia langsung duduk di sebelah Zia sambil menaikkan alis tebal nya itu.
Putu adalah sahabat mereka, ia merupakan anak pejabat yang tajir melintir, parasnya juga tampan. Putu sudah lama menyukai Zia tapi ia sama sekali tidak mengungkapkan nya. Ia takut kehilangan Zia bila memberitahu tentang perasaan nya. Ray mengetahui hal tersebut dan sudah sering kali ia menasehati supaya segera memberitahu nya supaya tidak di ambil orang. Namun apalah daya Putu ya Putu, pria tampan tapi pemalu.
Ray dan Zia saling menatap satu sama lain, seakan memberi kode dengan senyuman, Zia lalu memandang Putu dengan wajah manis nya itu.
" Kenapa, ngapain ih senyum senyum gitu "
Ray dan Zia berdiri meninggalkan Putu,
lalu langsung menghampiri bude dan mengatakan bahwa ia Putu yang akan membayar makanan mereka berdua.
__ADS_1
Putu hanya terdiam lalu mengangguk, baginya tidak masalah bila hanya mentraktir makanan apalagi teruntuk wanita yang ia sukai.
Zia dan Ray berterimakasih kepada Putu karna sudah mau mentraktir. Zia juga bercerita kepada Putu bahwa ia kemarin sedang bertengkar dengan Ray. Mereka pun tertawa lepas setelah mendengar cerita tersebut.