Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Malam malam


__ADS_3

Zia menutup pintu kamarnya, ia langsung melepas pakaian dan berganti piyama.


Ia merebahkan tubuhnya di kasur, menatap langit-langit sambil memikirkan Arya yang baru saja ia putuskan.


Ting


Pesan masuk di handphone Zia.


Sayang


Ternyata pesan itu dari Ciko, Zia tidak memberitahu pertemuannya dengan Arya tadi.


"Halo"


"Iya yang, kamu kemana saja. Kok hilang kabar seharian ini?"


"Aku tadi pergi dengan Tante Irma, kami makan malam di luar" ucap Zia bohong.


"Bahagia tidak bisa kembali lagi hubungan ini?" ucap Ciko menyeletuk begitu saja.


"Of course, sangat sangat bahagia. Masih tidak menyangka kamu menerima aku kembali atas semua hal yang terjadi" dengan wajah sumringah Zia menjawab pertanyaan Ciko.


Ciko hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Zia, ia tidak membahas apapun.


Ia meminta Zia untuk segera istirahat, karena hari sudah mulai larut.


"Sayang, jadi kita kapan kita ketemu?" tanya Zia.


"Secepatnya, nanti aku kabarin kamu. Sabar ya"


Mata gadis belia itu berbinar, senyum nya melengkung tipis.


Ia menutup telfon dan berlabuh di kasur nya kembali.


...****************...

__ADS_1


Di kediaman rumah Arya


🌷🌷


Arya yang baru saja sampai di rumah langsung memarkikan motor nya di garasi. Wajah nya masih menahan amarah.


Gedebuk..


Bibi inem yang baru saja membuang sampah, ketakutan melihat raut wajah Arya yang merah padam, sampai ia terjatuh di depan pria itu. Ia mencoba mengontrol emosi nya sedemikian mungkin.


"Hati hati buk, saya gak makan orang" ucap Arya sambil tersenyum tipis.


"Baik, mari tuan" jawab bik inem yang langsung berlalu menuju ke dalam rumah.


Arya hanya mengangguk, ia menghela nafas panjang. Masih syok dengan ucapan mantan kekasihnya tadi. Sesekali ia memijit kening pusing dengan situasi hubungan nya.


Tangan nya merogoh saku kiri celana, ia mengeluarkan kotak hitam dari sana.


Ya malam ini seharusnya Arya akan melamar Zia, ia berencana untuk memberikan cincin kepada kekasihnya itu. Namun semua di luar kendali, bukan kebahagiaan yang datang malah duka yang terpendam



"Apa yang ia lihat dari Ciko, apa kurang nya aku?, semoga saja dia tidak menyesal karena mengakhiri hubungan ini" gumam Arya sambil berjalan menuju ke kamarnya. Kotak hitam itu ia lempar begitu saja di dekat garasi.


Semua rasa terhempas bersama cincin itu, perasaan kecewa menyelimuti Arya.


Ketika masuk ke dalam kamar ia langsung teringat setiap kejadian bersama wanita pujaan nya.


Setiap kata yang terucap dari bibir tipis mantannya masih melekat dalam memorinya.


Semua terjadi begitu saja tanpa rancangan yang pasti.


Namun tidak satupun air mata yang tampak jatuh, hanya luka dalam yang menyayat sudah cukup menjelaskan kesedihan pria simpanan itu.


Lain halnya dengan Zia yang masih tersenyum menikmati hubungan baru nya.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyia-nyiakan hidupku memikirkan wanita seperti dia, masa depan ku masih panjang" tutur nya.


...****************...


00:00 wib


Dring


Dring


Dring


Senyap malam terganggu, handphone Irma terus berbunyi tanpa henti.


Irma langsung menarik bantal menutup kepalanya, namun sayang suara dering handphone terus berbunyi dan semakin tidak terkira.


"Hah, siapa sih"


Dengan mata sayup-sayup ia melihat layar handphone.


Vino


Matanya langsung segar kembali saat melihat panggilan itu dari Vino.


"Hallo, tidak ada waktu lain selain jam segini ha" ucap Irma dengan nada tinggi.


"Aku berada di balkon dekat kamar mu"


"Haa, serius" kata Irma yang langsung berjalan ke arah jendela.


Srekkk


Irma membuka gorden, melihat ke arah luar jendela. Ia membuka jendela menatap Vino.


"Apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


Gedebuk


Vino langsung menerobos masuk ke dalam kamar Irma.


__ADS_2