
Brakk
Aku menghela napas panjang
Tangan ku mendadak gemetar
Jantung ku masih berdetak kencang
Kenapa jadi begini?
Zia di lema oleh perasaan nya, ia berjalan mondar-mandir. Bagaimana mungkin ia menerima pria yang baru beberapa bulan lalu ia kenal, tapi perasaan nya berkata lain. Zia menyukai Vino tapi Zia tidak mungkin menjalin hubungan dengan nya,
Zia masih bingung jawaban apa yang harus ia berikan kepada Vino, ia tidak mau pria idamannya pergi bila tidak segera memberitahu nya. Namun disisi lain ia masih meragukan ucapan Vino tentang wanita itu. Zia tau bahwa dirinya sudah lebih lama mengenal wanita itu ketimbang Zia yang baru dekat dengannya beberapa bulan lalu. Dan semua itu mengganjal di pikiran Zia.
...****************...
🌷🌷🌷
Hari itu telah usai begitu saja, Vino tidak pernah menanyakan lagi jawaban dari Zia. Sebagai wanita tentu Zia gengsi untuk memulai apalagi menanyakan pernyataan itu kembali, tapi sebenarnya Zia selalu menanti vino untuk menanyakannya kembali. Perasaan Zia sampai sekarang masih tetap sama, menyukai dan merasa nyaman dengannya. Tapi apa lah daya Vino yang cuek bebek tidak menggubris lagi, seolah tidak peduli lagi dengan jawaban dari nya.
Semua berjalan seperti biasanya, pergi jalan dan makan bersama tetap menjadi rutinitas mereka di setiap Minggu nya.
Ia selalu memikirkan tentang Vino yang tak kunjung menanyakan hal itu kembali, ini membuat Zia kesal.
Ketika makan siang bersama, pria itu tampak dingin. Ia hanya fokus mengunyah makanan tanpa bertanya-tanya mengenai peristiwa waktu itu.
(Apa aku tanya duluan aja yah)
Zia menahan mulut nya dan melanjutkan mengunyah makanannya. Saat sudah selesai makan Vino mengantarkan gadis itu pulang. Tanpa berbicara apapun, ia hanya mengingatkan bahwa lusa akan menjemput nya.
Di dalam kamar
Zia yang baru sampai langsung melempar tas selempang nya di atas ranjang. Emosi nya seakan ikut terhempas bersama jatuhnya tas itu.
"Ga tau ih kesel banget, bodo amat deh. Palingan juga becanda lagi, huh masih ada yah laki-laki model seperti itu. Masa masalah hati di becandain sih, gak lucu banget" Zia mengomel di kamar nya.
Mama yang kebetulan lewat di depan kamar Zia sontak langsung menegur Zia.
"Hey, kamu kenapa? Marah-marah ga jelas gitu." kata Sia ingin tahu.
Zia kaget dan langsung menjawab
__ADS_1
"Gapapa kok ma, santai aja. Tidak ada yang perlu di khawatirkan." jawab Zia singkat
"Ya udah, kalau ada apa-apa cerita aja sama mama yah. Oh ya gimana sama Vino?" tanya Sia.
"Mm biasa aja sih ma, ya gitu gitu doang," jawab Zia
"Mau kerjain pr dulu yah ma, " kata Zia sambil menutup pintu kamar nya.
Dikamar ia hanya membolak-balik buku, sesekali ia mengecek ponselnya. Berharap akan ada pesan dari Vino. Namun vino bak hilang di telan bumi, sama sekali tidak ada kabar. Saat menyadari bahwa Sia telah pergi ia menutup pintu kamarnya, berbohong menutupi keresahan. Zia merebahkan tubuhnya di kasur, menatap layar ponsel nya dengan tatapan hampa.
Sia yang masih berdiri di samping pintu kamarnya hanya menggeleng lalu pergi. Sia tetap merasa ada yang aneh dengan putri nya, tidak seperti biasanya Zia bersikap begini. Mendadak menjadi tertutup dan engan bercerita.
...****************...
" Yuk masuk " Ia menarik tangan ku dan menutup pintu
Ia duduk di sebelah ku dan berkata sangat mencintai diriku. Aku hanya diam dan meringis sambil menoleh ke arah nya. Ia perlahan mendekati wajah ku,
lalu..
Hal yang tidak pernah aku bayangkan terjadi, sekejab ini semua seperti mimpi. Untuk pertama kali nya ada pria yang mencium ku. Tangan nya memegang tengkuk leherku dan memelukku dengan erat. Ia memberi sebuah hadiah, aku membukanya.
" Apa ini, lu nyuruh gua pake ini "
Saat pakaian itu melekat di tubuhnya, tampak jelas setiap lekuk tubuh indah itu.
Lalu sekali lagi ia menarik tubuh ku dan memelukku, ia mengendong, membaringkan tubuhku di ranjang putih itu. Aku tidak tau malam ini ia terlihat tampan dan sangat menggoda. Jiwa ku mengebu-gebu, aku menghela napas dan memejam kan mata.
Semua seakan tak terkendali,
(Semua akan baik-baik saja, percaya pada ku)
Aku menatap bahagia wajah nya, kini ia menjadi milik ku seutuhnya.
Tanpa sukar zia menerima, hasrat tak tertahankan, menghidupkan suasana kamar hotel malam ini.
Dan mereka pun melakukan dengan sadar.
Beberapa menit kemudian, gadis itu memakai kembali pakaian longgarnya. Meminta agar pria yang duduk di sudut kamar mengantarnya pulang.
Pandangan pria itu masih lekat melihat ke arah gadis itu. Di tangan kanan terselip sebatang rokok yang hampir habis di hisapnya. Ia menengak sebotol wine yang entah kapan muncul di sisinya.
__ADS_1
"K..ka..kamu minum?" tanya Zia dengan lirih.
"Bagaimana?"
"Apa yang bagaimana, aku mau pulang sekarang. Orang tua ku akan marah bila aku pulang terlambat" sambil memegang erat tas selempang nya.
"Baiklah, tunggu sebentar. Aku akan bersiap"
Lalu pria itu mengenggam jemari tangan gadis muda itu. Mengandeng nya hingga ke parkiran hotel. Ia juga membukakan pintu mobil untuknya, senyum nya terlihat sadis menatap gadis itu. Masih tertunduk ia tidak membalas tatapan tajamnya.
Sesampainya di rumah, tiada sesiapapun di ruang tamu seperti biasa. Ia bergegas masuk ke dalam kamar.
Brakk
Hiks
Hiks
Deraian air mata jatuh, ia menampar pipinya berulang kali. Berusaha menuntaskan amarah nya. Terus menanggis, terjaga hingga pukul 2 pagi. *******-***** bajunya dengan kasar, merasa terpuruk dan hancur. Mendekap bantal, air mata nya terus mengalir menyesali kejadian barusan. Apa hendak di kata, nasi sudah jadi bubur.
...****************...
"Hahaha" suara tawa terdengar dari dalam mobil dengan keras, pria itu tertawa selepas mungkin. Menyetir mobil dengan kecepatan tinggi, masih terpengaruh wine terus menerus meningkatkan kecepatan mobilnya. Mata nya sayu-sayu mulai terpejam, hingga keseimbangan tubuhnya pun goyah.
Citttt
Ia memutar setir mobil 180 derajat, menginjak rem sekencang mungkin, namun tabrakan tak terelakkan. Bagai di laga film, mobil nya melewati pembatas jalan dan berguling-guling menerobos kendaraan yang didepannya.
Brakk
Aah
Bugh
Sabuk pengaman masih menempel di pria itu, kepalanya bersandar pada setir. Suara orang yang ramai datang hanya terdengar sayup-sayup di telinga. Ia pun memejamkan mata, darah bercucuran dari kepalanya.
"Cepat-cepat panggil ambulan" teriak salah satu pria disana.
"Ayo cepat, keluarkan dia"
Percikan api terlihat dari bagian bawah mobil, untung saja mereka berhasil menyelamatkan pria itu sebelum api menyala besar. Ambulan membawa pria itu ke rumah sakit, darah masih terus menetes dari kepalanya. Kemeja putih yang ia kenakan penuh dengan noda merah.
__ADS_1
Kecelakaan terjadi begitu saja, bersyukur tidak ada korban jiwa. Naas pria malang itu harus bermalam di rumah sakit karena kecerobohannya.