Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Yung Tahu Kebenaran Baru


__ADS_3

Hari Minggu pagi tampak mendung, rintik hujan turun jatuh bertubi-tubi. Percikan air dimana-mana. Segelas teh hangat dan roti selai tiba di kamar Zia.


"Aa mama kenapa repot-repot. Seharusnya bisa panggil Zia saja untuk turun ke bawah" ucap Zia.


"Tidak apa, mama sengaja. Lagipula mama ingin ke kamar mu juga. Mendung-mendung begini enak nya memang minum segelas teh hangat" jawab Sia.


"Baiklah"


Padangan Sia tertuju di luar jendela, rintikan hujan bersamaan dengan sinar matahari membuat pelangi yang begitu indah muncul. Senyum nya mengembang, ia teringat masa lalu dengan suami yang tidak sengaja bertemu kala itu.


"Kenapa ma, senyum-senyum begitu. Mikirin papa yah, hayo ngaku?"


"Tahu saja kamu, mama dulu sama papa itu gak sengaja ketemu pas suasana begini. Hujan-hujanan terus ada pelangi, haduh malu jadi nya kalau di ingat hehe" balas Sia yang tersipu malu menjelaskan.


'Apa aku akan seperti mama, ketika nanti menikah dengan Ciko dan mengingat pertemuan kami yang lewat aplikasi dulu' batin Zia menerawang.


"Haduh, pasti papa romantis banget ya ma waktu itu"


"Hais, tidak perlu di ceritakan. Mama benar-benar mencintai papa mu" pipi nya merah ketika mengucapkan itu.


Setelah perbincangan singkat itu sia mengajak Zia untuk segera menikmati sarapannya. Yung berdiri di ambang pintu kamar memperhatikan mereka sedari tadi. Ia bahagia melihat istri dan putri kecil nya tersenyum seperti tadi.


Dring..


Yung berlalu dari kamar dan mengangkat telfon tersebut. Telfon tersebut dari salah satu infoman kepercayaan nya.


"Ya hallo...

__ADS_1


Suasana hati Yung berubah dingin dan mencekam, setelah mendengar pernyataan informan nya mengenai Vino.


"Ini tidak bisa di biarkan, kita harus segera mengatasinya, pria sialan itu bisa merusak segalanya!" ucap Yung dengan wajah serius.


"Baik bos"


Tut..tut...


Dari arah belakang ada Sia yang mengejutkan Yung. Ia melihat raut suami yang tegang menjadi khawatir tak karuan.


"Kenapa pa?" tanya Sia khawatir.


"Informan papa baru telfon, ada kabar terbaru mengenai Vino. Ayo papa jelaskan" Yung langsung menarik tangan istrinya menuju ruang kerja.


Zia yang sedari tadi menguping pembicaraan orang tua nya di balik pintu hanya terdiam, sedikit heran juga kenapa menyebutkan nama Vino. Semua tampak mencurigakan dari sikap keduanya, seperti ada yang di tutupi.


"Ada apa dengan Vino?" gumam Zia penuh tanya.


Di ruang kerja


Yung langsung menutup pintu ruang kerja nya, raut wajah nya begitu tegang.


Sia mengenggam tangan suami nya lalu menatap lekat wajah tampan itu dalam-dalam.


"Ada apa? Ayo katakan!" tanya Sia perlahan tapi penasaran.


"Bedebah sialan itu benar-benar kurang ajar, dia berani mengajak Irma menikah dengan taktik murahan!" balas Yung geram

__ADS_1


"Taktik murahan bagaimana, jelaskan secara rinci"


"Iya, dia menggunakan taktik murahan mengancam Irma untuk menikah dengan catatan tidak boleh menolak kalau tidak dia akan hengkang dari perusahaan yang Irma kelola"


"Kurang ajar!!, Kita tidak bisa membiarkan ini terjadi pa. Kenapa Irma tidak mengatakan hal penting ini kepada kita?"


Yung hanya mematung menatap ke luar jendela, memperhatikan gemercik air hujan yang semakin deras di luar sana. Kepala nya berpikir keras memikirkan strategi yang bagus untuk membalas Vino.


Tok


Tok


Suara ketukan pintu terdengar dari luar, Sia dan Yung saling bertukar pandangan. Lalu Yung membuka pintu ruang kerjanya.


Ia menatap penuh intimidasi kepada Irma adik nya tersebut.


"Kak, aku mau bicara penting" ucap Irma. Yung mempersilahkan adik nya masuk dan bicara.


"Vino mengajak ku menikah secara mendadak!"


"Aku sudah tahu, kenapa kau lambat sekali bicara kepada ku" tanya Yung curiga.


"Badan ku cukup lelah, aku juga baru bangun tidur, maafkan aku" ucap Irma memelas.


"Lupakan, kita harus cari cara supaya bisa menolak lamaran Vino, aku mencium aroma kejahatan dari pernikahan mu nanti" ujar Yung yang berpikir negatif.


"Tapi kak, Vino ini terlihat dingin juga baik. Ya walaupun kadang sedikit kasar ucapannya"

__ADS_1


"Kamu tidak tahu apa-apa mengenai Vino, tidak perlu menyangkal atau jangan-jangan kamu mulai menyukainya ha!!" ujar Yung dengan raut mengintimidasi.


Irma hanya geleng-geleng mendengar pernyataan kakaknya. Perasaan nya berkecamuk, ia juga tidak Sudi menyukai pria tersebut. Namun hatinya terasa lain saat Vino sedikit memperhatikan nya tadi malam.


__ADS_2