Ketika Cinta

Ketika Cinta
BAB 29


__ADS_3

Anin harap-harap cemas dengan berakhirnya jam kuliah siang ini. Sudah ada janji yang menunggunya saat ia keluar nanti. Rasa tidak ingin itu sebenarnya lebih besar dari pada ingin bertemu.


Ia melangkahkan kaki perlahan demi perlahan menyusuri lorong kampusnya. Tak ingin cepat bertemu, itulah tujuannya berjalan lamban. Rasanya ia ingin kabur saja, namun tak mungkin dilakukannya karena orang yang di maksud tiba-tiba sudah ada di hadapannya.


" Kebetulan kita bertemu di sini," ucapnya tersenyum.


" Iya Pak," ujar Anin kaku.


" Kamu sudah selesai?"


" Sudah Pak. "


" Baiklah, berarti kita bisa pergi sekarang?"


" Bisa Pak, kalau Bapak sudah tidak ada jadwal mengajar lagi"


" Saya juga sudah selesai. Ayo kita pergi."


Anin mengikuti dosennya itu dari belakang. Sesekali ia melirik mahasiswinya itu yang berjalan mengikutinya. Dosen muda itu memperlambat langkahnya agar bisa menyamakan langkahnya dengan Anin.


Anin sedikit bingung dengan perilaku dosennya itu. Baru kali ini ia harus berjalan berdampingan dengannya.


" Kamu suka makan apa?"


" Saya- apa saja sih Pak, tidak ada yang spesifik."


" Kalau begitu saya bawa kamu ke tempat saya sering makan, tidak apa-apa kan?"


" Tidak apa-apa Pak."


Saat ini kampus memang sangat ramai. Ini membuat Anin sedikit khawatir karena takut ada yang salah paham dengan dirinya dan dosennya ini. Kemarin saja sudah ada seorang wanita yang mengaku sepupunya bertanya padanya apa hubungan mereka.


Entah kebetulan atau memang takdir, wanita itu kini ada di hadapan mereka, menunggu di depan mobil sang dosen.


" Kania, sedang apa di sini?" tanya Kemal bingung melihatnya tiba-tiba ada di depan mobilnya. Kania tak langsung menjawab pertanyaan sepupunya itu dan malah memandang Anin yang ada di sebelahnya.


" Hai, kita bertemu lagi," sapanya, Anin hanya mengangguk dan tersenyum padanya.


" Kalian saling kenal?" tanya Kemal tambah bingung karena sapaan Kania pada Anin.


" Tidak juga, benar kan?"


" Iya, kami hanya kebetulan bertemu," timpal Anin.


" Oh, begitu," ujarnya. " Apa kamu mau pulang?"


" Tidak Kak, aku masih ada jam terakhir."


" Begitu?" Kania mengangguk. " Kalau begitu aku dan Anin akan pergi."


" Bawalah Anin ke rumah sekali-sekali," pintanya yang membuat Anin dan Kemal terkejut. " Tante terus menanyakan siapa wanita yang bersama dengan Kakak. Tante pasti senang kalau melihat Anin nantinya."


" Kamu salah paham," ucap Anin menjelaskan. " Aku dan Pak Kemal tidak mempunyai hubungan seperti itu."


" Benarkah?"


" Waktu itu juga aku sudah menjelaskannya padamu," ujar Anin sedikit meninggikan suaranya.

__ADS_1


" Kania, jangan membuat orang jadi tidak nyaman."


" Baiklah aku minta maaf, aku hanya merasa senang saja melihat Kakak bersama dengan seorang wanita. Ya sudah, lanjutkan saja. Maaf sudah membuatmu tidak nyaman," ujarnya lalu pergi.


Kemal melirik Anin yang tentu saja kaget bukan kepalang. Raut wajahnya berubah seketika. Ia pun jadi tak enak hati dengan mahasiswinya ini.


" Anin, maaf sudah membuatmu tidak nyaman dengan ucapan Kania barusan."


" Tidak apa- apa Pak."


" Masuklah," ujarnya mempersilahkan Anin masuk ke dalam mobil.


Anin pun masuk ke dalam mobil itu.


Sesaat kemudian mobil itu melaju meninggalkan kampus menuju ke tempat yang akan mereka tuju. Ada kecanggungan yang terjadi di antara mereka bahkan semakin besar akibat dari ucapan wanita yang bernama Kania itu.


Sang dosen melancarkan pertanyaan sebagai usahanya mencairkan suasana. Anin menjawab semua yang ia tanyakan dan sebaliknya Anin pun melakukan hal yang sama. Jadi lah suasana itu tak se horor sebelumnya.


Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di tempat yang di maksud. Sebuah restoran yang terlihat cukup mewah. Kemal membuka kan pintu untuk sang wanita dengan sigap nya, sebenarnya Anin sangat surprise dengan tindakan sang dosen padanya, ia merasa dosennya ini bagai orang yang berbeda di matanya.


" Kamu mau makan apa?" tanyanya saat menu sudah ada di tangan. Anin bingung hendak memakan apa saat melihat berbagai makanan dan minuman yang ada di dalam menu.


" Apa yang Bapak makan, itu juga yang saya pilih," ujar Anin pada akhirnya.


" Kamu yakin?"


" Iya Pak."


" Ya sudah kalau begitu." Ia pun menunjukkan makanan apa saja yang akan di pesan kepada sang pelayan. Dengan sigap pelayan itu mencatat pesanan yang sudah di sebutkan.


" Terima kasih," ucap Kemal padanya.


" Bapak sering ke sini ya?" tanya Anin sesaat sang pelayan meninggalkan mereka.


" Cukup sering. Saya dan keluarga juga sering ke sini," jawabnya tersenyum.


" Jadi ini restoran kesukaan keluarga juga?"


" Ya bisa dikatakan demikian."


" Hoo.." Anin mengangguk-angguk mendengarkan cerita dari dosennya ini.


Makanan pun akhirnya datang. Mereka segera menyantap makanan yang sudah ada di atas meja. Tak salah Kemal membawanya ke tempat ini karena makanan yang di sajikan memang sangat enak. Anin tak menyangka kalau dosennya ini memiliki selera makan yang bagus.


" Bagaimana enak?" tanyanya.


" Enak Pak", jawab Anin.


" Syukurlah kalau kamu suka."


Anin tersenyum. " Oh ya Pak kalau boleh tahu, apa Kania itu benar sepupu Bapak?"


" Iya, dia sepupu saya. Tapi, saya cukup kaget juga karena kalian saling kenal."


" Tidak begitu sebenarnya Pak, hanya kebetulan saja. Dia mendatangi saya untuk menanyakan sesuatu."


" Dia mendatangimu?" Anin mengangguk. " Apa dia berbuat yang tidak baik padamu?"

__ADS_1


" Ah, tidak Pak, tidak sama sekali."


" Kalau boleh saya tebak, apa dia menanyakan hubungan kita berdua seperti tadi?"


" Ah, itu..." Anin tak melanjutkan ucapannya karena bingung harus mengatakan iya atau tidak.


" Ternyata benar ya. Mungkin karena orang tuaku pernah melihat kita berdua mengobrol waktu itu. Jadi, mereka berpikir kalau kita ada hubungan spesial. Makanya Kania bertanya seperti itu karena permintaan orang tuaku


" Oh begitu ya Pak," ujar Anin menanggapi. " Apa Bapak tidak pernah mengenalkan seorang wanita kepada orang tua Bapak. Ah, maaf Pak kalau saya lancang bertanya seperti itu."


" Tidak apa-apa, saya justru senang kamu bertanya, berarti kamu tidak merasa canggung lagi," ucapnya tersenyum. " Sebenarnya saya tidak pernah membawa seorang wanita ke rumah bahkan hingga sekarang. Dulu saya pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita, tapi tidak berjalan lancar. Sejak saat itu saya tidak pernah dekat dengan wanita mana pun, di samping karena pekerjaan yang cukup menyita waktu di tambah belum ada wanita yang menarik perhatian saya."


" Wah, sampai seperti itu Pak. Seharusnya Bapak membuka hati, jadinya kan Bapak tidak sendiri lagi."


" Saya sedang mengusahakan itu."


" Benar Pak? berarti sudah ada wanita yang menarik perhatian Bapak?"


" Ya, bisa dikatakan seperti itu."


" Oh," ujarnya sedikit kaget karena jawaban dosennya itu. " Syukur deh Pak kalau Bapak sudah menemukan wanita yang Bapak mau."


" Ya."


Obrolan yang semakin seru itu harus di akhiri karena waktu yang terbatas. Kemal harus kembali ke kampus setelah mendapatkan telepon dari rekannya di sana.


Setelah membayar, mereka bergegas keluar untuk pulang. Tak lupa Anin mengucapkan banyak terima kasih kepada dosennya ini.


" Terima kasih Pak sudah mentraktir makanan yang enak ini," ujarnya mengucapkan rasa terima kasih.


" Saya juga senang kalau kamu menyukai makanan di tempat ini, jadi saya tidak sia-sia membawamu ke sini."


" Iya Pak."


" Kalau begitu sekalian saya antar kamu pulang."


" Tidak Pak, terima kasih."


" Kenapa?"


" Soalnya saya..." Belum selesai Anin berbicara, terdengar seseorang memanggil namanya.


Anin dan Kemal langsung menoleh asal dari suara itu. Terlihat seorang pria berjalan menghampiri mereka.


" Shan."


" Kita pulang?" tanyanya kepada Anin. Kemal mengernyitkan dahinya karena bingung dengan situasi ini.


Anin mengangguk.


" Pak, saya pamit pulang."


" Oh oke," ujarnya.


" Permisi", ucap Shan pada pria itu.


Kemal masih berdiri mematung melihat kepergian mereka itu. Bingung, itulah situasi yang ia hadapi saat ini. Melihat keakraban yang tidak biasa dari Anin dan pria yang tiba-tiba hadir menjemputnya. Pun dengan hubungan seperti apa yang mereka punya merupakan pertanyaan yang harus segera ia ketahui.

__ADS_1


__ADS_2