
1 Tahun kemudian
Jessica semakin hari semakin berkembang dalam pekerjaannya. 3 bulan menginjakkan kaki di Dez Grup, Jessica baru tahu bahwa Presdir perusahaan itu adalah kakak Sherina, Erick Fernandez. Ia merasa bodoh karena bisa-bisanya tidak mengetahui Presdir perusahaan itu adalah kakak dari teman dekatnya sendiri. Namun ia tidak memberitahu Sherina sampai sekarang, toh Erick juga tidak tahu bahwa ia merupakan salah satu pegawainya. Alasan Jessica tidak memberitahu Sherina sangat banyak, salah satunya karena ia pernah bercerita pada Sherina bahwa ataasannya menggelapkan uang perusahaan. Ia tidak ingin mencampuri urusan orang lain, baginya ia hanya perlu bekerja dengan baik dan menjalani kehidupan dengan mata terbuka dan mulut tertutup.
Hari ini merupakan hari bahagia bagi Sherina, beberapa hari yang lalu wanita itu mengingatkan Jessica akan hari wisudanya. Akhir-akhir ini memang mereka tidak banyak bertemu karena Sherina sibuk dengan kuliahnya dan Jessica yang semakin sibuk dengan urusannya. Mereka saling memahami akan kesibukan masing-masing dan memutuskan bertemu jika keduanya memiliki waktu luang. Hari ini ia memutuskan untuk ijin cuti demi menghadiri acara wisuda Sherina di kampus.
“Hmmm... aku harus membawa apa ya ?” Gumam Jessica berjalan mengelilingi mall.
“Ahh, kata orang jangan memberi hadiah berupa barang. Lalu apa “ gumamnya merasa buntu akan hadiah untuk Sherina. Padahal walaupun Jessica tidak membawa hadiah, Sherina juga tak masalah yang penting ia datang ke acara itu.
“Ahh, apa aku ke toko bunga saja ya ?” ia bergegas mengendarai mobil barunya pergi ke toko bunga. Setelah membeli bunga bermacam warna, ia langsung pergi ke kampus.
Sesampainya di kampus, Jessica menarik nafas panjang. Ia harus bersikap seolah-olah Erick bukan bos nya, ia harus bisa menyembunyikan dirinya yang ternyata salah satu pegawai Dez Grup.
“Ahhh Jessicaaa, akhirnya kau datang juga. Aku kira kau tak akan datang” Ucap Sherina dengan wajah sumringah seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan baru.
“Ya, aku bahkan rela cuti hanya untuk menemanimu hari ini.” ucap Jessica.
“Aaaaa.... kau memang yang terbaik Jessica, aku sangat beruntung bertemu dengan mu.”
“Selamat atas kelulusanmu, aku hanya bisa beri ini. Nanti akan ku traktir minum.” Ucap Jessica menyodorkan bunga yang baru saja ia beli.
“Wow, cantik banget. Kau sangat pintar membeli bunga.” Ucap Sherina lagi-lagi memuji wanita itu.
“Basa-basi mu selalu saja memuakkan.” Jessica melipat kedua tangan didepan dada.
“Yeeee... kau sangat sensitif” Sherina mengerucutkan bibirnya.
“Ayo duduk di sana.” Ucap Sherina menunjuk kursi, Jessica mengikuti arah jari gadis itu lalu menaikkan sebelah alisnya. Sherina langsung menarik tangannya karena merasa wanita itu terlalu lama berpikir.
“Tadi datang bersama siapa ?” Tanya Jessica penasaran karena tidak melihat sosok Erick disana.
“Sendiri” Jessica membulatkan bola matanya mendengar jawaban Sherina.
“Kenapa ? bingung ya kenapa hanya aku ?” Tanya Sherina tertawa kecil.
__ADS_1
“Bagaimana bisa ?”
“Kak Erick sedang keluar kota menghadiri peresmian proyek baru. Jadi tidak bisa datang kesini.” Ucap Sherina santai, namun Jessica bisa melihat dari raut wajah gadis itu bahwa ia sangat sedih.
“Ohhh... yasudah tidak apa-apa, ada aku.” Ucap Jessica tersenyum merasa tepat datang kesana, kalau Jessica tidak datang Sherina benar-benar hanya sendirian di hari bahagianya.
“Hahaha.... sudah kubilang kau yang terbaik Jessica.” Tawa Sherina menyiratkan rasa kecewanya pada kakaknya.
Peresmian proyek apa yang Tuan Erick hadiri di luar kota ? Bukankah proyek di bali sudah diresmikan bulan lalu ? seingatku belum ada acara peresmian proyek dalam waktu dekat ini, tapi kenapa ia berbohong pada Sherina ? padahal ini adalah hari bahagia adiknya.
Batin Jessica bertanya-tanya kemana sebenarnya Erick pergi. Ingin sekali Jessica menanyakan terkait dengan Orangtua Sherina. Namun ia mengurungkan niatnya karena ia merasa itu bukan urusannya.
“Haii.” Sherina melambaikan tangan kepada lelaki yang berjalan ke arah mereka. Jessica memicingkan mata, siapa yang mendatangi mereka. karena seingat Jessica, Sherina tidak memiliki teman dekat di kampus.
“Heiii, sudah lama ?” Tanya lelaki itu tersenyum sambil menyerahkan buket bunga yang tak kalah bagus daripada yang diberika oleh Jessica. Lelaki itu menoleh pada Jessica sekilas, lalu melemparkan padangannya kepada Sherina, matanya seakan bertanya siapa wanita ini.
“Kakak ku.” Ucap Sherina mengerti arti tatapan Niko.
“Ahhh, halo kak. Saya Niko teman Sherina.” Niko membungkukkan tubuhnya, memperkenalkan diri kepada Jessica.
“Ahh kak Jessica, senang bertemu dengan mu. Kau tidak pernah bercerita memiliki kakak ?” Matanya tertuju pada Sherina yang sedang melihat kekakuan Niko.
“Hahah... iya, aku tidak bisa bilang-bilang kalau aku punya kakak. Dia orangnya galak sekali, jadi aku malas mengatakannya.” Balas Sherina bercanda. Jessica yang melihatnya hanya memutar bola mata keatas, merasa basa-basi memuakkan gadis itu keluar lagi.
“Hahaha.. kau tidak boleh begitu. Bagaimana pun dia kakak mu sendiri.” Niko ikut tertawa.
“Ohh iya, kak. Saya ijin memberitahu kakak, bahwa saya pacaran dengan Sherina dari tiga bulan yang lalu.” Ucap Niko santai.
“Untuk apa aku harus ta...”
“Kak Jessica sudah tahu. Aku sering bercerita tentangmu dengannya.” Sherina memotong kalimat Jessica sambil menggandeng wanita itu. Tawanya seakan memohon agar Jessica tidak menunjukkan rasa tidak pedulinya di hadapan Niko.
“Ohhh, begitu ya ? ah, kau membuatku malu Sherin.” Niko tersipu malu.
Cihhh... Dasar bocah ingusan. Bisa-bisanya seperti ini didepanku. Batin Jessica
__ADS_1
Jessi, tolong kerjasama nya kali ini saja. Batin Sherina berharap agar Jessica tidak mengatakan aneh-aneh.
“Aku ke toilet sebentar ya” Niko ijin pergi ke toilet, Sherina menatap lelaki itu hingga menghilang dari pandangannya.
“Cihh, dia tidak akan singgah ke pelukan wanita lain. Tidak perlu dipelototin seperti itu.” Ucap Jessica yang melihat reaksi dari Sherin.
“Heh. Kau bisa-bisanya mengatakan seperti itu ?”
“Lagian kenapa kau mengaku-ngaku bahwa aku kakak mu ? Apa reaksi Tuan Erick jika dia tahu kau begini.” Jessica tak terima.
“Tuan Erick ? sejak kapan kau memanggil kak Erick seperti itu ?” Tanya Sherina bingung.
Kacau. Bodoh sekali, kenapa aku menyebutnya Tuan ? Batin Jessica merutuki diri sendiri.
“Yaaa... aku mendengar kemarin pegawai rumah mu menyebutnya Tuan.”
“Yaelah, walaupun begitu kau tidak perlu memanggil kakakku Tuan segala. Kau seperti pegawainya saja, kau itu temanku jadi jangan panggil dia dengan sebutan Tuan.” Sherina mengomeli Jessica karena merasa tak nyaman jika seorang teman dekat memanggil kakak nya dengan sebutan Tuan.
Kalau saja kau tahu aku juga salah satu pegawai kakak mu.
“Iya-iya, akan ku coba.” Ucap Jessica akhirnya.
“Nah... gitu dong. Ngomong-ngomong, tolong jangan beritahu Niko kalau kau bukan kakak kandungku.” Bisik Sherina setengah memohon.
“Hmmmm. Kalau aku ingat.” Jessica terdengar tidak ikhlas.
Bagaimana bisa kau menyamakanku dengan kakak mu ? secara derajat kita sangat jauh berbeda. Jessica pusing dengan drama kehidupan yang sedang ia jalani.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa feedback nya sayang 😘