KETIKA WAJAHKU BERUBAH

KETIKA WAJAHKU BERUBAH
Gosip Baru


__ADS_3

Sherina pulang larut diantar oleh Niko, kekasihnya. Ia segera membersihkan diri dan duduk menikmati secangkir kopi di kamar. Sherina tersenyum melihat beberapa hasil foto wisudanya hari ini. Ada fotonya bersama Jessica, Niko dan beberapa teman angkatannya yang juga merayakan hari kelulusan. Sherina meletakkan ponselnya di meja, mengambil kopi panas dan menyeruputnya sedikit. Ia menatap kearah jendela nya yang terbuka, membayangkan betapa tidak adilnya dunia padanya.


“Bahkan hari sudah berganti, namun kakak belum membalas pesanku. Apa dia begitu sibuk sehingga melupakan bahwa adik kesayangannya ini sudah lulus kuliah ?” Gumam Sherina memegang erat cangkir kopinya.


“Huh!! Aku tidak salah kan, mengharapkan ucapan dari keluargaku ?” Sherina menitikkan air mata, hatinya begitu pilu. Bagaimana bisa tidak ada keluarga yang menanyakan terkait dengan kelulusannya ? Bagaimana bisa tidak ada ucapan-ucapan selamat atas wisudanya ? Huh, memang sudah rahasia umum kalau orang sibuk suka melupakan perihal keluarga yang mengaharapkan kehadirannya.


Sherina melirik ponselnya lagi, namun tak ada tanda-tanda ada orang yang menghubunginya. Beberapa detik kemudian, muncul satu notif yang membuat gadis itu tersenyum tipis. Pesan itu ternyata dari Niko yang mengabarinya kalau sudah sampai di rumah dengan keadaan selamat.


“Syukurlah” gumamnya lagi. 


Sherina memilih untuk tidur setelah membalas pesan dari Niko, ia ingin istirahat melepaskan penatnya setelah seharian ini sibuk kesana kemari.


Jessica yang masih karyawan biasa saja bisa meluangkan waktunya bahkan mengambil cuti hanya untuk menghadiri wisudaku. Tapi kenapa kakak yang selalu aku harapkan dalam keadaan apapun malah memilih pergi menghadiri peresmian proyek ?


Sherina menarik nafas panjang menatap dinding kamarnya. Ia begitu ingin agar Erick dapat hadir diacara wisudanya, menanyakan bagaimana kabarnya hari ini.


Apaan sih, aku terlalu egois jika memaksa kak erick datang padahal proyek itu akan membawa perusahaan semakin maju. Lagipula walaupun kakak tidak datang aku tetap lulus kok. Sherina, jangan bersedih ya. Ayo tidur saja, manatahu besok pagi kakak menghubungiku. Sherina menarik selimut menutup tubuhnya, terlelap dalam tidurnya.


Jessica terlihat sibuk mengerjakan sesuatu di komputernya. Yola, teman yang sedivisi dengannya duduk di depan Jessica, menatap wanita yang sedang serius itu bekerja.


“Ada apa ?” Tanya Jessica melirik sebentar, lalu melanjutkan untuk mengetik lagi.


“Hmmmm..... ini sudah jam makan siang, apa kau lupa ?” Tanya Yola melipat tangannya, memang biasanya ia selalu makan siang bersama Jessica.

__ADS_1


“Duluan saja sana, ini akan selesai sebentar lagi.” Balas Jessica tanpa menoleh.


“Huh!! Kau selalu saja seperti ini, tidak perlu bekerja terlalu keras. Jika sudah jam makan siang, makanlah. Kau tahu kan, kita juga sering lembur mengurus ini itu, jangan terlalu sering melewatkan makan siang Jessica.” Ucap Yola yang sudah bosan akan sikap Jessica terus-terusan melewatkan makan siang demi pekerjaan.


“HUH!! Yasudah ayo cepat.” Jessica menyimpan file hasil pekerjaannya, kemudian pergi bersama Yola ke kantin.


“Makanan disini itu itu saja, aku sangat bosan.” Ucap Yola tidak tertarik dengan makanan yang dilihatnya.


“Kau terlalu sering mengeluh, banyak ornag di luar sana yang bahkan makan nasi saja tidak mampu. Ini kau sudah ada nasi lauk, sayur, es teh malah bilang bosan.” Omel Jessica merasa telinganya sakit setiap kali Yola mengeluh.


“Yeee... kok emosi sih ?”


“Bukan emosi, ini mengajak mu untuk bersyukur dengan apa yang kau punya.” 


“Eh ada gosip baru loh” Ucap Yola memasukkan makanan ke mulutnya.


“Di kantor tempat bekerja bukan bergosip. Kalau mau bergosip sana ikut  ibu-ibu komplek saja, pagi-pagi pasti memberitakan gosip baru di tukang sayuran.” Balas Jessica santai


“Dihhh... kau selalu saja begitu setiap aku bicara.” Yola kesal, namun Jessica tidak peduli dengan raut wajah wanita yang ada di depannya itu.


“Ini mengenai kepala keuangan” sambungnya lagi tanpa memedulikan apa yang sebelumnya Jessica katakan.


“Kau tahu ? Kemarin dia sangat gembira dengan teman-teman lintah darat nya.” Mengunyah makanan kemudian menelannya cepat.

__ADS_1


“Hasil korupsi bulan ini sangat banyak.” Bisiknya sambil terkekeh.


“Ya, nikmatilah bagian mu nanti.” Ucap Jessica cuek.


“Seperti kau tidak menikmatinya juga, padahal....”


“Terserahmu mau bilang apa, yang penting aku tidak pernah menyentuh hasil penggelapannya.” Lagi-lagi Jessica memberitahu gadis itu.


“Yaelah... memang kenapa sih ? Lumayan tau.” Ucap Yola meneguk es teh.


“Kalau kau tidak mau, beri saja padaku. Biar dapat double.” Cengir gadis itu.


“Dasar mata duitan. Kau tidak ada bedanya dengan dia.” Jessica memutar bola matanya melihat wajah Yola yang bersinar membayangkan uang yang akan dia terima dari kepala keuangan.


.


.


.


.


Jangan lupa feedback nya sayang 😘

__ADS_1


__ADS_2