KETIKA WAJAHKU BERUBAH

KETIKA WAJAHKU BERUBAH
Siapa Dia ?


__ADS_3

Jessica memilih untuk melakukan usaha kecil-kecilan saja terlebih dahulu sebelum kembali ke negara asalnya menemui Erick Fernandez, lelaki yang sudah ditakdirkan menjadi jodohnya. Ia masih tidak percaya akan kenyataan yang terjadi padanya. Ini terlalu lucu bukan ? Apalagi mengingat Sherina, wanita yang dulu terus-terusan mengikutinya kemana pun kini akan menjadi adik iparnya sendiri dan Erick lelaki yang dulu menyiksanya hingga menjadikannya budak **** sebentar lagi akan menjadi suaminya. Lucu sekali, orang yang kau benci akan menjadi orang yang pertama kalinya kau lihat saat bangun di pagi hari. Namun Jessica tak mau ambil pusing tentang hal itu, ia tetap akan membayar hutang yang ditukar dengan perjodohan lagi pula ia merasa bahwa ini lah kesempatannya untuk membalas dendam pada Erick.


Sebulan telah berlalu, Jessica mati-matian mempromosikan kafe nya. Ia menyewa sebuah bangunan yang mudah dijangkau oleh orang banyak, meskipun harga sewa bangunan itu cukup menguras banyak uang ia tetap optimis bahwa ini akan berhasil. Ia bahkan rela setiap pagi menyebar brosur kepada orang-orang yang ia lihat berharap ada yang mau mampir ke kafe nya. Setelah menyebar brosur satu sampai dua jam setiap harinya maka ia langsung pergi membuka kafe itu. Sangat butuh tenaga ekstra karena yang mengelola kafe itu masih ia sendiri lantaran belum mampu mengeluarkan uang untuk karyawan.


Seperti sebuah keajaiban dan ternyata Tuhan menjawab doa yang ia sampaikan setiap membagi brosur itu. Kini Jessica kedatangan banyak tamu, meskipun menu yang ia sediakan masih berupa minuman namun itu tak menghambat kedatangan pengunjung. Jessica sangat beruntung melihat persediaannya sudah habis dan pengunjung merasa puas akan minuman di kafe itu.


“Melelahkan sekali.” Gumam nya duduk di salah satu kursi setelah menutup kafe nya.


“Akhirnya ini berjalan dengan lancar juga, aku tak menyangka persediaan hari ini sudah habis.” Ujar nya tersenyum bahagia, kemudian ia bergegas pergi dari sana untuk membeli persediaan besok. Hari ini ia berniat membeli lebih banyak karena pengahasilan hari ini lumayan juga.


Memasuki bulan ketiga setelah pertengkarannya dengan Jessica, Wisnu bersikap seperti biasa di kantor seolah-olah tidak pernah terjadi apapun tentangnya dengan wanita itu. Bahkan Wisnu dikabarkan akan naik jabatan namun ia menolak jabatan itu karena menurutnya sekarang saja juga sudah sibuk dan hampir tidak pernah tidur dengan tenang apalagi di percayai dijabatan yang lebih tinggi, bisa-bisa ia melupakan bahwa ia bekerja disana hanya untuk menghindari ayahnya.


“Yola, kau sudah merekap hasil meeting tadi ?” Tanya Wisnu setelah meeting itu berakhir.


“Sudah pak” Jawab Yola sambil mengulurkan sebuah buku yang berisi hasil rapat hari ini.


“Hmmm, okay.”


“Oh iya, bapak tahu tidak ?” Yola yang hobby ngobrol serta bergosip itu memulai obrolan dengan Wisnu dengan wajah yang sulit diartikan.


“Ada apa ?” Tanya Wisnu sesekali menoleh kepada Yola.


“Itu... wanita yang sering datang dan pulang bareng presdir.” Ucap Yola layaknya wanita penggosip yang sedang membawa berita hot.

__ADS_1


“Asisten nya ?” Wisnu yang sedang membaca hasil rapat menoleh kepada Yola.


“Ah, itu kan bapak juga sudah tahu yang ini beda lagi pak.”


“Mungkin yang baru lagi.” Balas Wisnu santai, memang orang-orang kantor sudah tidak asing lagi dengan presdir yang sering gonta ganti asisten perempuan, sebenarnya bukan asisten tapi wanita yang sering melayani nya kesana kemari hanya saja mereka menyebutnya asisten agar lebih sopan saja.


“Ah, bapak mah. Serius dulu kenapa ?” Wisnu yang sudah biasa akan sikap karyawan yang  suka bicara santai padanya hanya bisa memutar bola mata.


Ini Yola, jangan emosi Wisnu. Batinnya mengingatkan diri sendiri.


“Jadi siapa Yola ? biasanya kan beliau juga seperti itu, kenapa masih selalu di bicarakan ? awas nanti kamu di pergok ngomongin mereka, habis kamu.” Ucap Wisnu malas.


“Hehehe... jangan begitu dong pak.” Yola menyengir malu.


“Sebulan belakangan ini aku melihat presdir selalu datang secara bersamaan dengan seorang wanita tetapi beda mobil begitu pak.” Jelas Yola yang akhir-akhir ini memperhatikan sang presdir.


“Ihh bapak tidak seru ah, masa begitu saja harus dijelaskan panjang kali lebar sih ?” Ucap Yola yang semakin hari semakin tidak punya atitude saja.


“Sudah ? aku mau pergi cari makan” Ucap Wisnu yang sudah bosan melayani Yola.


“Bapak tidak curiga kah ada apa dengan kedekatan mereka ? ya karena sepengelihatan ku saja mereka itu bukan seperti pasangan yang biasanya melayani Tuan Erick. Apa dia keluarganya ya ? wajahnya masih bisalah dikatakan agak mirip begitu, eh tapi kan presdir tidak punya saudara. Aku dengar-dengar ayah beliau merupakan anak tunggal dan presdir juga tidak pernah mengatakan kalau dia punya saudara lain.” Ucap Yola mengutarakan isi pikirannya serta informasi yang selama ini sudah terkumpul di kepalanya.


Wisnu menganga mendengar pendapat dari Yola, wanita ini benar-benar luar biasa pikirnya. Bagaimana bisa dia menangkap informasi itu semua sedangkan pekerjaan di kantor saja sudah sangat banyak sehingga malas untuk mencampuri kehidupan orang lain. Tapi yang namanya Yola sang ratu penggosip tidak akan kenal dengan kata malas, lelah atau sejenisnya jika menyangkut berita yang bisa ia sampaikan dengan bahagia kepada orang lain.

__ADS_1


“Bapak juga sependapat denganku kan ?” Tanya Yola melihat tak ada respon dari sang kepala keuangan.


”Kau terlalu banyak menonton drama korea sehingga pikiranmu sangat jauh seperti itu.” Ucap Wisnu dengan nada meledek kemudian pergi meninggalkan Yola yang masih dipenuhi dengan rasa penasaran.


“Cih. Dasar pak Wisnu, bisa-bisanya dia melewatkan hot news seperti ini.” Ucapnya kesal melihat Wisnu yang perlahan hilang dari pandangannya.


Wisnu yang masih syok dengan ucapan Yola pun hanya bisa membuang nafas perlahan. Sebenarnya ini tidak terlalu penting seperti kata-katanya sebelumnya tapi entah mengapa rasa penasaran Wisnu semakin tinggi gara-gara terpengaruh dengan ucapan Yola.


Apa mungkin yang dilihat Yola itu adalah wanita yang bersama Jessica waktu itu ? Batinnya berjalan kearah kursi yang biasanya mereka tempati saat makan siang.


“Pak Wisnu, sini.” Ucap Bora dan staf lain yang lebih dulu datang ke meja itu.


“Oh, iya. Terimakasih.” Wisnu tersenyum ramah menatap satu per satu staf nya. Dari banyaknya bawahannya itu hanya Yola seorang yang belum datang, mungkin ia masih berusaha mengumpulkan informasi lain agar memperkuat pendapat yang ia simpulkan dari isi kepalanya.


“Eh, itu kan cewek yang bersama presdir sebulan terakhir ini. kok wajahnya agak mirip presdir ya ? aku baru sadar karena bisa melihatnya sedekat ini.” Bisik seseorang kepada rekannya dan Wisnu tak sengaja mendengar bisikan itu pun mencari-cari orang yang dimaksud oleh orang itu.


Ah, gila. Ternyata dia ? Wisnu tak percaya melihat wanita yang di tunjuk oleh orang-orang yang sedang membicarakan dirinya.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa feedback nya sayang 😘


__ADS_2