
Pagi harinya Jessica terkejut melihat dirinya sedang berada dalam pelukan Wisnu diatas tempat tidur. Entah apa yang terjadi semalam ia juga tak mengingat, Jessica langsung menarik pelan tubuhnya dan duduk di samping Wisnu. ia mengembuskan nafas lega melihat tubuhnya dan tubuh masih dibaluti pakaian, berarti tidak ada yang aneh semalam. Ia kembali menoleh kepada Wisnu yang masih tertidur pulas, nampak dari wajah lelaki itu bahwa ia sangat kelelahan sehingga Jessica tak tega membangunkannya.
Beberapa jam kemudian Wisnu terbangun dari tidurnya, sama seperti Jessica sebelumnya yang terkejut melihat dirinya berada dalam pelukannya namun kali ini Wisnu terkejut karena merasa asing dengan benda-benda di ruangan itu.
“Ah, ****. Aku ketiduran disini ?” Gumamnya memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
Dimana dia ? apa sudah pergi ? Batinnya memperhatikan ruangan yang tidak terlalu luas itu.
Cklek
Pintu terbuka memperlihatkan wajah Jessica yang membawa beberapa kantongan di tangannya. Ia tersenyum melihat Wisnu yang sedang kebingungan diatas tempat tidur.
“Sudah bangun ?” Tanya Jessica memncoba bersikap normal.
“Ho-oh, semalam aku ketiduran ya ? maafkan aku.” Ucap Wisnu menggeser tubuhnya, duduk di tepi ranjang.
“Baju mu sudah kering, sana cuci muka dulu.” Tanpa merespon permintaan maaf Wisnu, Jessica malah sibuk mengeluarkan isi dari kantongan yang baru saja ia bawa. Wisnu segera mencuci wajahnya ke kamar mandi dan mengganti bajunya yang di letakkan Jessica diatas meja. Setelah itu ia mendekat ke arah wanita yang masih sibuk dengan kantongan kreseknya.
“Tadi darimana ?” Tanya Wisnu duduk di lantai, masih memperhatikan Jessica.
“Beli sarapan.”
“Aku bangun kesiangan ya ?” basa-basi.
“Hahaha iya, kau terlihat kelelahan jadi aku tidak tega membangunkanmu.” Balas Jessica menyingkirkan kantongan itu dari hadapannya.
Kemudian ia menyodorkan sepiring bubur ayam kepada Wisnu di depannya serta beberapa piring yang berisi kue basah yang biasa lewat disekitar kosan nya. Wisnu merasa aneh dengan kue-kue yang diberikan Jessica, ia jarang bahkan belum pernah melihat beberapa bentukan kue itu.
“Ayo dimakan, kau tidak suka ?” Tanya Jessica melihat Wisnu hanya diam menatap makanan itu.
“Haa ? Eh, tidak. Aku juga sudah lapar hehehe. Terimakasih” Tak ingin membuat wanita itu tersinggung, Wisnu langsung melahap bubur ayam yang diberikan Jessica dengan cepat, lagipula perutnya sudah lapar.
“Wahh, enak. Aku baru menemukan bubur ayam seenak ini.” Ucap Wisnu memasukkan bubur satu sendok terakhir kedalam mulutnya.
“Iya, aku juga sangat menyukainya. Ini sudah menjadi langganan favoritku.” Jessica menyetujui komentar Wisnu.
__ADS_1
“Bukankah ini nasi liwet yang kalian katakan kemarin di kantin kantor ?” Tanya Wisnu memegang kue basah yang dibaluti daun singkong. Jessica yang masih menikmati buburnya tersedak mendengar pertanyaan Wisnu.
“Eh, minum dulu”
“Hati-hati, jangan buru-buru aku tak akan menghabiskan nya.” Canda Wisnu tersenyum tipis.
“Bu-bukan itu, hahahah. Ini namanya lemper, beda dengan nasi liwet kemarin.” Jelas Jessica masih menahan tawa.
“Ohhh jadi ini versi kecil yang ku katakan kemarin ya ?” Tanya Wisnu dengan wajah polos.
“Nah, iya. Hahaha, tapi nasi liwet dan lemper itu beda.”
“Bedanya dimana ? Cuma ukurannya ?”
“Lah ? bukannya waktu itu kau bilang sudah makan yang versi kecilnya ?” Tanya Jessica
“Ah itu... sebenarnya aku hanya membual saja. Hehe, aku pernah melihatnya tapi belum pernah makan bahkan mengetahui isinya apa.”
“Yasudah coba rasain dulu yang itu.” Wisnu mengangguk paham dan langsung membuka bungkusan daun pisang yang menyelimuti lemper.
“Wah enak, bukankah ini ketan ?” Tanya Wisnu sambil mengunyah.
Keduanya tertawa bahagia dengan kekonyolan pagi itu, mereka sama sekali tak ada yang memikirkan hal lain kecuali membahas kue-kue yang dibeli Jessica. Sungguh seperti sebuah penemuan baru bagi Wisnu mengenal berbagai macam kue-kue enak yang ia nikmati pagi itu.
Setelah dari kosan Jessica, Wisnu pergi ke apartemen nya untuk membersihkan diri. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang saat ia keluar dari kamar mandi. Wisnu mengecek ponselnya barang kali ada kepentingan lain. Ia menghembuskan nafas kasar saat membaca kembali obrolan nya dengan suruhannya tempo hari.
FLASHBACK
Wisnu sedang asik rebahan sambil menonton turnamen sepak bola kesukaannya. Namun tiba-tiba perhatiannya teralihkan saat melihat sebuah notif muncul dari anak buahnya.
Bos ada info baru ini, aku melihat Jessica wanita yang bos katakan kemarin sedang di apartemen ku. Dia keluar dari apartemen seorang lelaki yang baru-baru ini membeli apartemen di sebelahku.
“Hah ? Jessica ? bukannya ia bilang pergi ke kosan tadi ?” Gumam Wisnu membaca pesan itu.
Sekarang dia dimana ?
__ADS_1
Wisnu langsung memakai kaosnya dan menyambar kunci mobil yang ia letakan di atas meja kemudian bergegas keluar dari kamarnya.
Dia sudah pulang bos, tadi pakai taxi. Aneh sekali, dia seperti menahan tangis saat keluar dari apartemen itu.
“****. Sialan.” Umpat Wisnu kesal sambil tetap fokus mengemudi. Jarinya mulai mencari nama wanita itu dan mengiriminya beberapa pesan. Karena tak sabar menunggu balasan, Wisnu menelepon wanita itu namun tak ada jawaban sama sekali sehingga membuatnya semakin kesal.
“Astaga Jessica, kau kenapa ?” Wisnu mengarahkan mobilnya ke kosan Jessica, hanya itu tempat yang terlintas dalam pikiran Wisnu kali ini. ia ingin memastikan secara langsung bahwa wanita itu baik-baik saja bahkan jika nanti ia di usir dari sana itu tak akan menjadi masalah asalkan bisa ia pastikan tidak ada masalah apapun.
Sesampainya di depan kosan Jessica, Wisnu mendengar isakan tangis dari dalam. Ia semakin yakin bahwa wanita itu sedang tidak baik-baik saja. Wisnu mengetuk beberapa kali hingga akhirnya sang pemilik datang membukakan pintu. Dan benar apa yang dipikirkan Wisnu, wanita yang ia khawatirkan sedari tadi benar-benar sedang kacau dengan mata sembab menatapnya dengan tatapan kosong, seperti tidak ada harapan.
FLASHBACK OFF
“Siapa lelaki yang membeli apartemen di sebelahmu ?” Tanya Wisnu langsung saat panggilannya di angkat.
“Aduh bos, pagi-pagi sudah buat kesal aja deh.”
“Ini sudah siang bodoh.”
“Haa? Astaga, aku baru tidur jam tujuh pagi tadi”
“Kenapa malah curhat ?” Wisnu kesal
“Aduhh... maaf...maaf, nanti akan kuhubungi lagi bos. Energi ku masih harus diisi nanti ku kabari lagi ya. Bye”
Klik
“Sialan, semakin lama semakin melunjak” Kesal
Wisnu merasa bosan jika hari minggunya tidak dipenuhi aktivitas, ingin mengajak Jessica jalan-jlan keluar sepertinya ide yang menarik namun ia merasa tak enak karena takut wanita itu kelelahan mengingat semalam ia menangis. Wisnu menghembuskan nafas berat, merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil menatap tv yang menyala sejak ia pulang. Perlahan matanya mulai kelelahan dan akhirnya tertidur disana.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa feedback nya sayang 😘