
Erick memaki setiap orang yang mengganggunya hari ini di kantor bahkan sekretarisnya sendiri tidak berani bicara jika tidak disuruh olehnya. Para karyawan yang sedang ingin memberikan laporan mereka, ingin meminta tanda tangan, dll kembali ke meja masing-masing karena mendengar teriakan Erick kepada staf keuangan, Wisnu.
“Pak Wisnu tidak apa-apa kan ?” Tanya Yola yang mengetahui bahwa atasannya itu baru saja kena maki presdir.
“He-emm... aku tidak apa-apa, mungkin presdir sedang banyak pikiran dan tidak ingin diganggu.” Ucap Winsu tidak ingin membuat staf nya khawatir.
“Yasudah, semuanya selesaikan dulu apa yang harus dikerjakan. Oke ?” Wisnu tersenyum manis menatap satu per satu staf nya sehingga mengundang semangat mereka kembali bekerja.
Wisnu termenung memikirkan kejanggala yang baru saja ia temui. Erick yang tiba-tiba marah padanya saat ingin mengumpulkan laporan yang harus di tanda tangani oleh Erick serta tak melihat Sherina muncul di kantor hari ini padahal semalam wanita itu sudah berjanji padanya akan memberikan aki yang ia pinjamkan sebelumnya. Bukan aki itu tujuan sebenarnya namun ingin menggali informasi keluarga itu yang menurutnya agak aneh.
Presdir terlihat frustasi dan Sherina tak hadir hari ini. Ada apa di balik ini semua ? apakah menyangkut keluarga mereka ? Akh. aku merasa sudah terjerat virus Yola, terlalu mencari tahu urusan orang lain. Batinnya merasa frustasi.
Apa ini berkaitan dengan Jessica juga ? aku sudah lama tidak mendengar kabarnya, bahkan Javier tidak mau lagi mencari tahu tentang mereka semua.
Wisnu mengambil ponselnya dan mencari kolom chatnya dengan Jessica. Tidak ada tanda-tanda wanita itu mengirimkannya pesan bahkan online pun tidak. Wisnu merasa serba salah dengan apa yang terakhir kali ia ucapkan kepada Jessica, namun disisi lain ia juga masih kesal dengan perkataan wanita itu ketika terakhir kali mereka bertemu.
Apa aku harus menemuinya dan meminta maaf ?
Akh. tapi untuk apa ? kami tak punya hubungan apapun dan dia bahkan mengataiku lelaki bodoh. Wisnu bertanya-tanya dan merespon ucapannya sendiri, ini sungguh membingungkannya. Sepertinya Jessica punya pelet kuat sehingga ia bisa kepikiran seperti ini.
Disisi lain, ruangan Erick bersama asisten yang selalu setia menemani dirinya hanya diam seribu bahasa. Hening, sesekali hanya terdengan hembusan nafas berat Erick serta tangan yang selalu memijat ujung pelipisnya.
“Andre” Panggil Erick kepada asisten nya.
“Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu ?” Tanya Andre berjalan kearah meja Erick.
__ADS_1
“Kau masih ingat staf yang ada di bagian keuangan kan ?”
“Hmmmm.... yang mengundurkan diri sebelumnya ?” Tanya Andre mengingat-ingat siapa yang dimaksud oleh Erick.
“Ya, Jessica Romantika.”
“Bukankah dia wanita yang kemarin bersama tuan di apartemen yang baru beli itu ?” Andre mengingat namanya wanita yang bermain dengan Erick saat dirinya diperintahkan mencari tahu tentang Jessica.
“Ya”
“Ada apa dengannya tuan ? apakah saya harus melakukan sesuatu untuknya ? atau tuan menginginkan dia kembali ?” Tanya Andre tanpa basa-basi karena sepengatahuan nya sang presdir suka bermain wanita akhir-akhir ini.
“Kau tahu dia siapa ?” Erick memicingkan mata, bibirnya terangkat sebelah, jijik mendengar nama wanita itu.
“Maaf tuan, bukankah dia seorang wanita bayaran di club ? dan katanya dia adalah primadona disana, banyak yang suka dengan cara bermainnya.” Jelas Andre polos.
“Hahaha.... Wanita menjijikkan itu akan menjadi isteriku.” Menoleh kepada Andre yang masih terlihat bingung.
“Cuih. Apa istimewanya dia ? apakah selama ini dia juga sudah tahu sehingga menerima tawaran mu wantu itu ? Apakah dia sedang ingin memanfaatkan ku ? Wanita bren*sek.” Umpat Erick geram setiap kali mengingat wanita yang menurutnya sangat menjijikkan itu.
“Jadi kemarin tuan menyuruhku untuk membooking nya gara-gara ini ?” Tanya Andre lagi.
“Hmmmm.... aku penasaran, apa dia berani menampakkan wajahnya didepan ku dan kau lihat sendiri kan.... Dia datang dengan wajah menjijikkan itu.”
“Tuan.... saya kepikiran sesuatu.” Ucap Andre tiba-tiba. Erick menoleh dengan tatapan mempersilahkan asistennya itu untuk mengemukakan pendapatnya.
__ADS_1
“Jangan-jangan apa yang tuan katakan memang benar. Tuan masih ingat kan, kalau wanita itu berteman baik dengan Sherina ? Aku berpikir karena ia sudah tahu, jadi ia perlahan-lahan mendekati Sherina agar akses nya kepadamu menjadi lebih mudah.” Ujarnya dengan wajah puas.
“Tapi dulu Sherina bilang kalau Jessica sangat sulit untuk didekati.” Ucap Erick mengingat cerita adiknya saat kuliah dulu.
“Nah, itu dia. Jessicaa sengaja cuek dan tidak peduli pada Sherina agar Sherina menganggap kalau dia adalah wanita baik-baik sehingga saat Sherina dan Tuan mengetahui perjodohan itu kalian tidak akan menolaknya karena melihat sifatnya yang tidak banyak bergaul, maksudnya anak baik-baik mungkin ?” Ucapnya lagi memberi penjelasan yang ia simpulkan sendiri di dalam kepalanya.
“Jadi maksudmu Jessica secara tidak sengaja memanfaatkan Sherina ?” Tanya Erick berpikir keras.
“Iya benar tuan, tapi.... apakah Sherina juga sudah tahu akan perjodohan tuan dengan teman nya itu ?” Tanya Andre lagi, bersiap menyimpulkan sesuatu.
“Hmmm... aku tidak tahu, tapi sepertinya tidak.”
“Selama ini mereka masih berhubungan atau tidak ? Aku curiga Jessica sudah mengatakannya kepada adik mu.” Andre tersenyum bangga mendengar apa yang ia pikirkan sendiri, seperti dia sudah menyelamatkan dunia dan seisinya.
“Kita harus selidiki ini. kalau diam-diam Sherina sudah tahu, aku tidak akan memaafkan nya.” Erick mengepalkan telapak tangan, setuju akan pendapat yang di keluarkan oleh Andre.
“Baik tuan, akan segera saya selidiki.” Andre tersenyum menang, pendapatnya memang selalu bisa mempengaruhi orang lain.
Erick membuang nafas berat, ia tidak habis pikir apa yang terjadi dalam hidupnya. Terkadang ia juga merasa lelah dengan dirinya sendiri apalagi saat mengetahui perjodohan dan sebab kematian bundanya dalam waktu bersamaan. Ia tidak mampu mengontrol dirinya, sehingga ia menghempaskan semuanya sesuai dengan keinginan nafsunya tanpa memikirkan akibatnya kelak. Erick sangat kacau waktu itu dan sekarang ia merasa dirinya sudah benar-benar gila saat mengingat semua perbuatannya kepada orang-orang yang ia sayangi termasuk adiknya, Sherina.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa feedback nya sayang 😘