
Jessica keluar dari ruangan Erick dengan wajah yang dihiasi senyuman palsu, namun orang-orang akan menganggap senyuman itu pertanda kabar baik yang ia terima dari Presdir. Padahal nyatanya ia begitu muak mendengar ocehan-ocehan Erick yang menurutnya tidak terlalu berguna, Ya seperti itulah Jessica menjalani hidupnya. Penuh dengan kebohongan.
“Pasti dia mendapat komisi dari Presdir, lihat saja wajahnya itu.” bisik salah satu staff keuangan.
Jessica menghembuskan nafas berat mendengar bisikan itu. ingin sekali ia membanting meja wanita yang baru saja membicarakannya, namun Jessica memilih diam agar tidak ada sesuatu yang buruk terjadi.
“Iya, pantas saja kepala keuangan ketahuan. Ternyata dia dalangnya.” Bisik yang lain menanggapi ucapan temannya.
“Sudahlah diam saja, kalian juga mau seperti bu Dewita ?” ucap Yola, salah satu staff yang dekat dengan Jessica.
“Jessi, ada apa ? kenapa presdir memanggilmu ?” Tanya Yola memajukan kepalanya menunggu jawaban wanita itu.
“Bukan apa-apa, hanya masalah sedikit.” Balas Jessica tenang.
Setelah pulang dari kantor, Jessica melihat Sherina sudah duduk didepan pintu kosannya. Gadis itu menenggelamkan wajahnya kedalam kedua telapak tangan, Jessica pun menghampirinya dengan wajah bingung.
“Sherina ?” Mendengar namanya dipanggil, Sherina langsung mengangkat kepala, terlihat raut wajah gadis itu pucat dan matanya yang sembab
“Ada apa ? kenapa kau menangis ?” Tanya Jessica memegang pundak Sherina. Yang ditanya hanya menggeleng pelan, seakan paham apa yang terjadi Jessica langsung membuka pintu kosannya dan mengajak Sherina masuk kedalam. Jessica menutup tirai jendela dan menghidupkan lampu kemudian ia mengambil air hangat yang tak jauh dari tempat tidur lalu memberikannya kepada Sherina.
“Terimakasih” ucap Sherina setelah meneguk sedikit air hangat itu.
“Sejak kapan kau disini ?” Tanya Jessica ikut duduk disamping Sherina.
__ADS_1
“Sejak siang” balas Sherina lesu.
Berarti setelah pulang dari kantor, dia langsung kesini ? Batin Jessica mengingat kejadian yang ia lihat di kantor tadi.
“Ada apa ? kenapa kau menangis ?” tanya Jessica lembut, namun tak ada jawaban dari gadis itu.
“Kau putus dengan pacarmu ?” Tanya Jessica pura-pura tidak tahu.
Sherina menggeng pelan, kemudian terdengar hembusan nafas berat dari gadis itu. seperti memikul banyak beban dibahu nya.
“Apa aku tidak bisa diharapkan sedikitpun ?” Tiba-tiba Sherina menoleh pada Jessica dengan tatapan sendu.
“Hah ? maksudmu bagaimana ?”
“Kakak berubah” ucapnya lagi.
“Kak Erick. Dia berubah, sejak aku menyusun skripsi sikapnya sangat aneh. Dia berubah 80 persen, jarang pulang dan selalu mengabaikanku.” Ucap Sherina sedih.
“Aku tidak tahu dimana letak kesalahanku, sehingga sikapnya begitu. Bahkan sampai sekarang dia tidak peduli tentang kelulusanku. Tidak biasanya dia seperti itu.”
“Aku tak tahu apa masalah kalian, tapi mungkin kakakmu sedang lelah sehingga mengabaikanmu dan sangat sensitif.” Ujar Jessica mencoba memahami perasaan gadis itu.
“Ah, entahlah. Aku juga bingung” Ucap Sherina pasrah.
__ADS_1
“Aku boleh menginap malam ini ?” tanya Sherina dengan tatapan memohon.
Sialan. Bukannya aku tidak mengijinkannya menginap, tapi bagaimana caranya keluar nanti malam ? tidak mungkin kan aku bilang ingin pergi ke club. Jessica bingung harus menjawab apa.
“Tolong ijinkan aku menginap disini. Malam ini saja” Sherina memelas.
“Baiklah, tapi hanya malam ini dan jangan lupa ijin ke kakak mu.” Ucap Jessica pasrah.
“Terimakasih” Sherina langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik Jessica.
Ah, sial. Bagaimana aku ijin kepada Nyonya Sandra ? aku sudah mengambil cuti bulan ini.
Mau tidak mau Jessica harus membujuk Nyonya Sandra agar mengijinkannya untuk tidak datang malam ini, mengingat kondisi di kosannya sedang tidak aman.
Setelah membersihkan diri, Jessica memesan makanan untuk makan malam. ia memperhatikan Sherina yang sedang terlelap di atas tempat tidurnya. Baru saja ia tinggalkan gadis itu tiba-tiba sudah terlelap begitu saja. Jessica menarik nafas dan menghembuskan nya perlahan, menarik selimut menutupi tubuh Sherina yang mungil.
Bisa-bisa nya Erick sialan itu mengabaikan anak sebaik ini ? Semoga saja mereka cepat kembali akur. Batin Jessica merasa iba melihat Sherina.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa feedback nya sayang 😘