KETIKA WAJAHKU BERUBAH

KETIKA WAJAHKU BERUBAH
Hot News


__ADS_3

Mentari pagi begitu cerah seakan menyapa penduduk bumi agar semangat dalam melakukan kegiatannya. Banyak orang yang sudah berlalu-lalang untuk mencari sesuap nasi, ada juga yang rela bekerja keras kesana kemari tapi tak kunjung mendapat pekerjaan. Begitulah kerasnya kehidupan, saat susah tak akan ada yang peduli kecuali dirimu sendiri namun lihatlah saat sudah sukses akan banyak orang-orang yang sok kenal bahkan baru mengenalmu beberapa jam yang lalu. Jessica memasukkan barang-barangnya kedalam tas, kemudian pergi dari kosannya.


Para karyawan di Dez Grup sangat disiplin, bahkan tidak ada yang pernah terlambat dengan alasan macat atau bangun kesiangan. Dari kedisplinan orang-orang tersebut dapat dilihat seberapa serius dan bertanggung jawabnya orang-orang yang ada disana.


“Jessi” Panggi seseorang yang membuat Jessica menoleh.


“Hai” Bora menyenggol lengannya dengan siku.


“Kenapa lemas sekali ? kau belum sarapan ?” Tanya Bora memperhatikan wajah lesu wanita itu.


“Mungkin hanya kelelahan saja.” Balas Jessica tersenyum paksa.


“Guys, wait.” Tiba-tiba Yola berlari kearah mereka, mencegah lift itu tertutup. Untung saja hanya ada mereka bertiga di lift itu sehingga tak mengundang perhatian orang-orang.


“Yola, bisakah kau memperhatikan dimana tempatmu untuk berteriak ? ini bukan rumahmu.” Cibir Bora memukul pelan bahu wanita yang baru masuk kedalam lift.


“Aduhh... apaan sih masih pagi udah sensi aja.” Yola mengelus-elus bekas pukulan Bora. Jessica hanya tersenyum melihat pertengkaran kecil wanita itu, semua staf keuangan tidak akan terkejut jika suatu saat terjadi perang besar-besaran antara Bora dan Yola karena mereka memang sudah terbiasa melihatnya.


“Eh btw, pak Wisnu masuk hari ini kan ya ?” Tanya Bora tiba-tiba sehingga membuat raut wajah Jessica berubah.


Sialan, aku lupa kalau dia sudah pulang. 


“Iya, sebentar lagi aku akan bertem...”


Plak


“Apaan sih, kau ada masalah apa denganku ?” Yola merintih kesakitan saat Bora memukul lengannya.


“Stop bersikap sok dekat begitu, apa kau tidak melihat pak Wisnu risih denganmu ?” Bora menegur rekannya dengan mata melebar.


“Dasar... bilang saja kau iri.” Yola tidak peduli, malahan ia keluar dari lift dengan tubuh agresifnya.


“Wanita itu sama sekali tidak tahu malu.” Desis Bora kesal.


“Selamat pagi semua” Suara lelaki yang baru saja memasuki ruangan itu membuat orang-orang yang berada disana menoeh seketika.


“Pak Wisnu, selamat pagi. Wahh, bapak makin tampan saja setelah balik dari luar kota.” Puji Yola sekalian mencari perhatian Wisnu.


“Haha.. Terimakasih Yola” Entah kenapa mata Wisnu tak bisa mengacuhkan meja Jessica.


Kosong ? apa dia belum berangkat ?


Batin Wisnu melihat tidak ada orang di meja Jessica.

__ADS_1


“Bapak bawa oleh-oleh apa ?” Tanya Yola lagi.


“Eh ? iya, saya bawa sedikit oleh-oleh dari sana. Silahkan berbagi dengan yang lainnya.”


“Terimakasih pak” Ucap staffnya secara bersamaan, Wisnu mengangguk dan ijin pergi ke ruangannya.


“Jessica ?” Wisnu terkejut melihat wanita yang di cari-carinya baru saja kembali dari pantry sambil membawa secangkir kopi, ia masih membawa tasnya. Sepertinya Jessica memang sengaja langsung pergi ke pantry tanpa meletakkan tas di meja terlebih dahulu.


“Pagi pak Wisnu” Sapa Jessica seperti biasa.


“Jes aku ingin ber...”


“Saya duluan pak.” Jessica memotong ucapan Wisnu dan pergi meninggalkan lelaki itu.


Aneh sekali, kenapa dia tiba-tiba seperti itu ? apa aku ada salah ? Wisnu menatap kepergian Jessica, bertanya-tanya apa yang membuat wanita itu menghindarinya.


Sepulang dari kantor, Wisnu merasa dirinya hampa. Ia tak pulang dan makan malam bareng bersama wanita yang akhir-akhir ini bersamanya. Tadi ia melihat Jessica pulang dengan ojek online, tak mempedulikan dirinya sama sekali.


“Huh. Lagian kenapa aku sangat khawatir begini ? memangnya dia siapa, aku siapa ?” Wisnu menggeleng cepat dan menghidupkan mesin mobil untuk pulang ke apartement nya.


“Halo bos” Sapa seseorang dari seberang sana, Wisnu sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya saat mendengar sapaan itu terasa menggelikan.


“Sudah ada hasil ?” Tanya Wisnu kembali menggosok-gosokkan handuk ke kepalanya yang basah karena habis keramas.


“Pasti dong, siapa dulu ?” Nada sombong


“Hmmmm, lumayan. Tapi bos pasti terkejut mendengar hot news ini, seperti tidak menyangka sama sekali. Hahaha”


“Sekali lagi kau bicara seperti itu aku tak akan bertanya lagi harus memecatmu atau bagaimana.” Ketus Wisnu merasa lawan bicaranya itu terlalu banyak aksi yang tidak berguna.


“Ya elah bos..bos.. sensi amat, hamil ya ? Hahaha”


“Oke sekarang serius. Ehem... wanita itu bukan orang sembarangan bos, dia sangat kaya raya dan...”


“dan apa ?” ingin rasanya wisnu menyentil mulut lawan bicaranya saat ini.


“Dia adiknya Erick bos.”


“HAH ? siapa ?” Tanya Wisnu lagi


“Erick. Erick Fernandez presiden direktur Dez grup, yang tak lain adalah atasan bos sendiri.” Jelas orang itu.


“Apa ? jangan mengada-ada, kau mencarinya dengan baik kan ?” Tanya Wisnu tak percaya dengan hasil yang didapatkan anak buahnya itu.

__ADS_1


“Astaga, kapan aku pernah gagal menyelidiki hal kecil seperti ini ?” Wisnu menarik nafas panjang, ia tak bisa menyangkal ucapan lelaki itu karena selama ini pekerjaannya selalu aman dan bersih yang tentunya tidak pernah melenceng sedikitpun.


“Terus apalagi ?” Tanya Wisnu antusias.


“Apalagi apanya ? kau hanya menyuruhku mencari tahu dia siapa kan ?”


“Hanya itu yang kau tahu ?” Wisnu terlihat meremehkan hasil pekerjaan anak buahnya.


“Dia sudah menyelesaikan S1 nya, tapi disini aku bingung dan penasaran juga.” Ucapan anak buah itu membuat Wisnu berpikir sebentar.


“Apa pekerjaannya sekarang ? aku tidak pernah tahu kalau presdir punya adik” ucap Wisnu jujur


“Nah, disitu pointnya. Aku tidak tahu kenapa wanita ini hanya hidup bebas kesana kemari tanpa melakukan pekerjaan yang berguna. Tapi apa kau tidak curiga kenapa dia tidak bekerja sana di perusahaan itu bersama kakaknya ?”


“Mungkin dia malas ?” 


“Bisa jadi, tapi aku tidak yakin jika alasannya itu. Karena prestasi adiknya ini lumayan juga bos, masa seorang presdir seperti Erick Fernandez tidak mengajak adiknya yang berprestasi untuk bergabung kedalam perusahaan itu ? apa mungkin dia takut jika adiknya merebut hak nya ? secara Erick itu sedikit bodoh dalam bisnis selama ini juga dia bisa bertahan seperti itu kan dibantu oleh sekretaris ayahnya.” Jelasnya sehingga membuat Wisnu memijit keningnya.


“Aku juga mendapat informasi kalau Erick sudah dijodohkan bos tapi dia menyembunyikannya” Jelasnya lagi.


“Dijodohkan ? dengan siapa ?”


“Aku tidak tahu karena orangtua mereka membuat perjanjian ini sudah lama, mungkin saat mereka masih kecil.”


“Nama wanita itu ?”


“Aku masih menyelidikinya, mendapatkan informasi tentang Erick lumayan sulit juga bos. Aku keluar banyak untuk membayar orang-orang.” Keluh nya.


“Huh. Kirimkan saja padaku pengeluaranmu untuk membayar mereka, nanti akan ku ganti” Ucap Wisnu 


“Yes, terimakasih bos. Untuk informasi selanjutnya akan dikabarkan lagi.”


Tut


Sambungan itu terputus, Wisnu melemparkan tubuhnya diatas ranjang, menatap langit-langit kamar dengan mata berbinar.


“Sebenarnya kenapa aku mencari tahu ? apa aku sudah gila ?” 


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa feedback nya sayang 😘


__ADS_2