KETIKA WAJAHKU BERUBAH

KETIKA WAJAHKU BERUBAH
Nasi Liwet


__ADS_3

Jessica merutuki dirinya sendiri, ia ingin cepat-cepat sampai di kamarnya. Jika punya kekuatan super, mungkin ia ingin menghilang saja dan tiba-tiba sudah berada di kamar kosannya. Jessica menutup pintu rapat-rapat kemudian berjalan kearah jendela menatap kearah luar. Ia bisa melihat mobil Wisnu masih berhenti disana, tak lama kemudian mobil itu pergi meninggalkan kosannya. Jessica menghembuskan nafas panjang, menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


“Dasar gila, bodoh. Bisa-bisa nya aku bertingkah seperti itu ?” Jessica berteriak mengingat dirinya yang menangis didekapan Wisnu. 


Kraukkkk...krauk...


Cacing yang ada didalam perutnya menangih janji Jessica bahwa ia akan memberi makan setelah terlepas dari Wisnu. Ia mengeluarkan ponselnya dari tas, kemudian memesan makanan dari aplikasi yang menyediakan jasa antar ketempat.


Setelah membalas pesan driver, Jessica menatap langit-langit kamarnya. Tak terasa bibirnya tersenyum mengingat sikap Wisnu padanya. 


Aku tak bisa percaya, omongannya tadi membuatku berpikir untuk memutuskan kerja sama dengan Nyonya Sandra. Batin Jessicaa seperti baru saja menemukan pintu kebenaran.


Keesokan harinya Jessica datang ke kantor dengan perasaan yang tak biasa. Entah kenapa sejak kejadian semalam, ia masih ragu untuk berpapasan dengan Wisnu. Ingin menghindari lelaki itu, tapi tidak mungkin juga karena bagaimanapun Wisnu adalah atasannya yang pastinya akan bertemu setiap hari dengannya.


“Semoga saja dia sudah di ruangannya” Gumam Jessica berjalan kearah mejanya. Disana belum ada Yola, jadi ia bebas melakukan apapun untuk menenangkan diri, setelah itu Jessica menghidupkan komputernya.


“Pagi guys” Suara cempreng Yola mengganggu lamunan Jessica.


“Masih pagi Yol, simpan energi mu.” Ujar rekan nya yang baru saja datang dari arah pantry sambil membawa secangkir kopi di tangannya.


“Hahaha. Tenang saja, energiku sangat banyak tersimpan pada tubuh ini.” Balas Yola dengan suara yang dibuat-buat.


“Bukan Yola namanya kalau energi nya bisa habis” Ujar yang lain.


“Ya benar, apalagi nanti melihat pak Wisnu yang ketampanannya melebihi artis kpop.” Yola lagi-lagi memuji Wisnu.


Mendengar nama Wisnu disebut-sebut, Jesicca seketika menghentikan aktivitasnya mengingat lagi apa yang ia lakukan kemarin.


Sialan, kenapa aku tidak bisa fokus jika mendengar nama nya ? Batin Jessica merasa terganggu dengan pikirannya.


“Pak Wisnu selamat pagi” Sapa Yola yang sedang berdiri didepan meja rekannya, seja datang ia belum menempati meja kerjanya atau sekedar menyimpan tas.


“Pagi juga. Pagi semuanya” Sapa Wisnu membalas sapaan Yola. Entah kenapa matanya secara otomatis menatap kearah meja Jessica sehingga melihat wanita itu sedang menatap komputernya.

__ADS_1


Lucu. Batin Wisnu, kemudian pergi keruangannya.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, kini para karyawan yang ada di perusahaan Dez grup melangkahkan kaki ke kantin untuk mengisi perut mereka. Tak terkecuali Wisnu, ia mengajak para staff nya agar makan siang bersama. Yola merupakan satu-satunya orang yang paling bersemangat atas ajakan Wisnu, ia langsung merekomendasikan menu yang enak disana sedangkan teman-temannya yang lain hanya menggelengkan kepala melihat sikap Yola. 


“Kalau bapak coba ini pasti bakalan sujud-sujud bilang makasih padaku sih.” Ucap Yola yang mengundang tawa Wisnu. ia melirik Jessica di depannya sedang memesan makanan kepada pelayan yang datang kearah meja mereka.


“Sudah mbak, tolong antar secepatnya ya. Bos saya susah sangat lapar.” Ucap Yola setelah semua pesanan sudah dicatat oleh seorang wanita yang melayani mereka.


“Baik mbak, mohon tunggu sebentar lagi ya.”


“Memangnya dulu bapak tidak pernah makan makanan seperti ini ?” Tanya Yola lagi-lagi membuat topik.


“Hmmm, jarang sih.” Balas Wisnu sekali-kali melirik kearah Jessica.


“Yahhh, percuma bapak kelahiran Indonesia kalau makan nasi liwet saja tidak pernah.” Ujarnya lagi.


“Oh iya, menurut bapak siapa diantara kami semua yang paling asik ?” Tanya Yola lagi sehingga mengundang ejekan dari rekan-rekannya yang lain.


“Sudah pak, bilang saja dia yang paling asik. Pokoknya kalau ditanya yang paling paling ya pasti dia.” Ujar Bora yang sudah greget dengan Yola.


“Kan salah satu aja pak, masa asik semua sih ? Noh, si Jessica yang jarang sekali nimbrung juga bapak katakan asik juga ?” Yola melirik Jessica namun wanita itu tak peduli sama sekali.


“Lihat kan pak ? bahkan disinggung seperti ini juga tidak mempan.” Yola mengundang tawa para rekan-rekannya. Mereka semua setuju kalau Jessica adalah orang pendiam dan tidak peduli dengan apa yang bukan menjadi urusannya.


“Silahkan dinikmati.” Dua orang pelayan datang membawa pesanan mereka, Wisnu kagum dengan makanan yang dibungkus daun pisang didepannya. Baru kali ini dirinya melihat makanan seperti itu.


“Kenapa pak ?” Yola yang sadar akan respon Wisnu langsung bertanya kepada lelaki itu.


“Ternyata seperti ini nasi liwet ?” Tanyanya memegang nasi yang dibungkus dengan daun pisang itu.


“Iya, bapak baru liat kan ? pokoknya nasi liwet disini yang paling enak pak. Cobaiin deh”


“Sepertinya aku pernah melihat ini tapi beda versi.” Ujar Wisnu mengingat-ingat.

__ADS_1


“Hah ? Beda versi bagaimana pak ?” Yola kebingungan dengan beda versi yang dimaksud Wisnu.


“Ini dalamnya ada gula sama kelapa gitu kan ?” Tanya Wisnu mengingat ia pernah makan lemper.


“Hahahaha” Tawa para staff nya membuat Wisnu kebingungan sedangkan Jessica tidak menunjukkan ekspresi sama sekali dan malah asik menyantap makanannya.


“Itu mah lemper pak bos.” Yola mulai membuka bungkusan nasi nya.


“Ohh, jadi beda ?” Wisnu mengangguk paham, padahal sebenarnya ia masih ingin bertanya lebih banyak lagi.


“Ehem, aku duluan ya mau ke toilet dulu.” Jessica bangkit dari duduknya.


“Kau selalu saja seperti itu, tidak solid.” Yola mendengus kesal padahal dalam hati ia ingin semua rekan-rekannya pergi meninggalkan dirinya dan Wisnu.


“Iya Jes, duluan saja kami akan menyusul. Lagipula sebentar lagi jam makan siang sudah selesai.” Ucap Bora melirik jam tangannya.


Jessica pergi ke toilet dengan santai, sesampainya disana ia menatap dirinya di cermin. Perlahan bibirnya menarik simpul, mengingat kejadian makan siang hari ini.


Bisa-bisa nya dia tidak tahu nasi liwet ? malah bilang beda versi lagi. 


Tapi wajar juga, dia sepertinya orang berada sejak kecil. Batin Jessica lagi.


“Sialan, kenapa aku malah memikirkan dia terus-terusan ?” Jessica memukul wajahnya mencoba menyadarkan diri.


“Sadar Jessica sadar.”


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa feedback nya sayang 😘


__ADS_2