
Jessica membuang nafas panjang saat membaca pesan dari Nyonya Sandra, ia mengintip dari balik pintu kepergian Wisnu yang perlahan meninggalkan ruang belakang. Jessica segera mengganti pakaiannya dengan baju lengan panjang dan celana jeans hitam tak lupa ia memakai topi dan maskernya. Saat hendak keluar, Jessica dikejutkan dengan kehadiran Nyonya Sandra yang secara tiba-tiba.
“Kau mengejutkanku.” Ucap Jessica memegang dadanya. Nyonya Sandra meneliti setiap inci wajah wanita yang ada dihadapannya itu, biasanya Jessica tak pernah sekhawatir ini jika ditemui siapapun. Namun sejak ia berbicara dengan Wisnu, ia melihat Jessica seperti memiliki perubahan. Tepatnya wanita itu gugup dan takut.
“Kenapa terkejut ? kau hutang cerita padaku.” Ucap Nyonya Sandra melipat kedua tangan didepan dada, menatap Jessica dengan tatapan penuh selidik.
“Cerita apa ? sepertinya aku tidak pernah menjanjikan apapun padamu.” Balas Jessica datar.
“Ohh... kau benar. Tapi aku ingin tahu siapa lelaki tadi ? kenapa kau terlihat sangat ketakutan ?” Nyonya Sandra tak menyerah mencari jawaban atas rasa penasarannya.
“Nyonya Sandra, ini tidak ada kaitannya denganmu. Jangan sok mencampuri urusan pribadiku.” Tegas Jessica yang membuat Nyonya Sandra terkekeh.
“Hahaha...kau benar aku memang tidak berhak mencampuri urusan pribadimu. Tapi ini menyangkut aku juga, aku bisa saja mengatakan kalau kau masih disini dan dia akan membayar dengan bayaran mahal namun aku mengerti keadaanmu saat kau katakan jangan memberitahu lelaki itu. Jessica, apa aku tadi tidak termasuk mencampuri urusan pribadimu ? kau secara tidak sengaja sudah membawa aku kedalamnya.” Nyonya Sandra menatap tajam manik Jessica.
Ya Tuhan, kenapa jadi melebar seperti ini ?
“Oke, maafkan aku karena sudah membuatmu rugi hari ini. Sebagai gantinya anggap saja aku tidak masuk hari ini dan seluruh penghasilanku hari ini tidak usah diberikan padaku.” Ucap Jessica memberi saran.
“Lalu bagaimana jika dia datang besok, lusa atau suatu saat nanti ? apa kau masih ingin berbaik hati mengorbankan penghasilanmu ? kau rela bekerja tanpa dibayar jika dia tiap hari datang kesini ?” Jessica terdiam mendengar ucapan Nyonya Sandra, memangnya siapa yang mau bekerja tanpa di gaji ? ia bukan relawan yang seperti orang lain pikirkan.
“Jessica jujur padaku, siapa lelaki itu ? kenapa kau ingin menghindarinya ? apa dia yang memerasmu selama ini ?” Mata Nyonya Sandra penuh selidik, menerka-nerka siapa lelaki yang mendatanginya tadi.
“Nyonya Sandra sudah berapa kali kukatakan aku tidak diperas oleh siapapun dan lelaki itu bukan siapa-siapa. Tolong jangan seperti ini, aku tidak suka kau terlalu ikut dalam urusan pribadiku. Tugas ku disini hanya sebagai pegawaimu, kita tidak memiliki keterikatan apupun. Kau hanya bosku disini bukan keluargaku jadi stop mencari tahu apapun yang berkaitan denganku.” Setelah selesai mengucapkan isi hatinya, Jessica melangkah meninggalkan wanita itu. Namun belum beberapa langkah Jessica menghentikan langkah kakinya dan menoleh pada Nyonya Sandra.
“Tolong pikirkan tentang pengunduran diriku, minggu depan aku akan berhenti bekerja disini dan jangan pernah mencariku.” Jessica tidak menunggu respon Nyonya Sandra dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Sesampainya di kosan ia melihat Wisnu berdiri depan mobilnya, menunggu kedatangan wanita itu. Jessica tak menyangka Wisnu senekat ini menemui nya.
“Hei” Sapa Wisnu menghampiri Jessica.
“Ada apa, kenapa kau bisa ada disini ?” Tanya Jessica datar.
__ADS_1
“Kenapa respon mu seperti itu, aku baru pulang dan mencarimu dari tadi tapi kau baru muncul sekarang. Darimana saja ?” Tanya Wisnu balik.
“Siapa yang menyuruhmu mencariku ? apa kau tidak punya pekerjaan lain ?”
“Jessi...kenapa kau....”
“Aku sibuk tolong pergi dari sini.” Jessica hendak melangkahkan kakinya namun ditahan oleh Wisnu.
“Jangan pegang-pegang, memangnya kau siapa berani-beraninya menyentuhku.” Jessica menarik tangannya dari genggaman Wisnu. Lelaki itu menatapnya dengan penuh kebingungan, tak percaya Jessica bisa berubah secepat itu.
“Jessi, ada apa ? apa yang terjadi padamu ?”
“Bukan urusanmu.”
“Jes...”
“Pergi dari sini dan urus urusanmu sendiri. Aku dan kau tidak punya hubungan apa-apa, jadi jangan pernah menemuiku seperti ini. kau hanya sebatas atasan ku di kantor.” Jessica benar-benar gila, sepertinya roh lamanya merasuki dirinya kembali.
“Apa ini berkaitan dengan teman wanita nya itu ?” Gumam Wisnu.
Hari minggu merupakan hari yang dinanti-nantikan oleh beberapa orang dan banyak orang menginginkan agar hari minggu diperlambat saja karena jika mengingat besoknya hari senin mood tiba-tiba turun. Ya, memang begitulah kehidupan, ingin menikmati libur lebih lama dan menginginkan hari kerja cepat berakhir. Namun tidak sama halnya dengan Wisnu hari ini, ia ingin hari minggu cepat-cepat berakhir tidak sabaran menantikan hari esok. Ia berkali-kali memeriksa ponsel barangkali ada notif dari pesan yang ia kirimkan kepada seseorang.
Sialan, apa jam sengaja memperlambat pergerakannya ? Batin Wisnu menatap jarum jam di dinding rumahnya yang seakan-akan malas untuk berjalan memutari angka-angka disana.
“Halo” Wisnu tidak sabaran menunggu pesannya di balas dan langsung menghubungi orang yang diinginkannya.
“Ya pak Wisnu , apa kabar ? Tumben sekali menelponku pagi-pagi buta begini.” Suara serak diujung sana membuat bola mata Wisnu memutar dengan malas.
“Pagi-pagi buta apa maksudmu ? ini sudah jam sembilan.” Wisnu menggerutu kesal.
“Ahh, ada apa ? aku sangat mengantuk.”
__ADS_1
“Aku butuh bantuanmu.” Ucap Wisnu dengan nada serius
“Hah ? Apa ?” diujung sana masih belum bisa mencerna apa maksud Wisnu.
“Cepat bangun, aku butuh bantuanmu dan aku ingin kau menjalankan misi ini sekarang juga.”
“Ini hari minggu pak bos, jangan ganggu liburku.” Balasnya malas.
“Oke kalau begitu aku akan meminta bantuan yang lain saja.”
“OKE, AKU HARUS BANTU APA ?” Wisnu tersenyum tipis mendengar suara disebrang sana.
“Giliran diancam kau langsung tunduk seperti ini.”
“Yayaya.... kau juga selalu mengancam seenaknya. Tapi tidak apa-apa aku memang sudah ditakdirkan membantumu.”
“Cih, Menjijikkan.” Cibir Wisnu
“Aku akan mengirimkannya ke email mu, tolong selidiki orang itu dan jangan sampai ketahuan.” Ucap Wisnu dengan nada tegas.
“Siap pak bos, rencana ini aman bersama ku.”
.
.
.
.
Jangan lupa feedback nya sayang 😘
__ADS_1