
Sudah seminggu ini Jessica tak pernah mempedulikan Wisnu sama sekali, bahkan lelaki itu nekat menunggunya keluar dari kosan. Seperti beberapa hari yang lalu, Wisnu sengaja duduk didepan pintu kosan Jessica sampai tentangga yang berada disana merasa kasihan dan mengajak Wisnu untuk masuk ke kosannya sekedar menunggu Jessica datang. Namun Wisnu menolak dengan lembut karena ia tahu Jessica sedang berada didalam, sampai larut malam wanita itu tak kunjung membukakan pintu untuknya bahkan dia menonaktifkan ponselnya.
Wisnu kewalahan dan merasa dirinya sudah gila, dirinya selalu bertanya-tanya mengapa ia begitu terpikat dengan wanita itu padahal mereka bertemu secara kebetulan dan bisa dikatakan dalam situasi yang tidak baik dimata masyarakat.
“Apa belum ada kejelasan sampai sekarang ?” Tanya Wisnu kepada suruhannya lewat sambungan telepon.
“Belum bos, baru kali ini aku kesulitan menemukan data-data diri seseorang.” Balas lawan bicaranya.
“Akh. Yasudah sambil menunggu informasi itu aku punya tugas lain untukmu.” Ucap Wisnu
“Hah ? Apalagi sih bos ? bukannya ingin menolak, tapi tugas yang satu ini membutuhkan tenaga ektra bos dan itu juga belum tentu membuahkan hasil.”
“Jadi keputusannya kau mau atau tidak ?” Wisnu malas mendengar keluhan anak buahnya yang satu itu, tapi walau bagaimanapun ia akan tetap menaruh kepercayaan nomor satu kepadanya.
“Aduh, apa sih yang tidak kalau untuk si bos. Walaupun aku tidak mau, ujung-ujungnya harus mau dan bisa juga kan ?” Terdengar suara pasrah dari ujung sana yang membuat Wisnu memutar bola mata nya.
“Jessica Romantika”
“Hah ? siapa itu bos ?”
“Cari tahu bodoh, aku tidak mau tahu besok harus sudah ada hasil.”
“Yaelah....tapi bos..”
TUT
Wisnu memutuskan sambungan telepon itu karena malas mendengar keluhan si anak buah. Ia menoleh kearah pintu ruangannya, belum ada tanda-tanda Jessica muncul untuk menyetor laporannya minggu ini. Tak terasa bibir Wisnu tersenyum mengingat bagaimana pertama kalinya ia tertarik kepada wanita itu.
FLASHBACK ON
Wisnu membuang nafas kasar, mata merahnya terlihat sangat mengerikan pikirannya kacau. Ia baru saja menyelesaikan project yang di suruh oleh ayahnya di luar negeri, ia begitu antusias menyelesaikan pekerjaan itu dengan cepat agar bisa pulang ke tempat asalnya. Namun saat dirinya kembali ke rumah, ia melihat sang kekasih sedang bercumbu dengan ayah nya sendiri. Ia tidak tahu harus apa pikirannya benar-benar kacau melihat pemandangan di depannya, ruang tamu. Bisa-bisanya ia tak menyadari selama ini bahwa sang kekasih selingkuh dengan ayahnya sendiri, lagipula ia juga sering membawa kekasihnya bertemu dengan sang ayah. Mungkin mereka memang sama, sama-sama brengsek di mata Wisnu.
__ADS_1
Sejak kejadian itu, ia sudah tidak percaya pada wanita. Perlu berpikir beberapa kali, Wisnu akhirnya ke club untuk menenangkan pikiran. Tidak ada yang mengerti perasaannya, hanya diri sendiri harapan satu-satunya untuk menguatkan kala badai datang menerpa. Saat ingin pulang dari club, Wisnu mendengar tangisan seorang wanita asing. Ia berniat menghampiri namun tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghapus air matanya. Mata Wisnu mengikuti pergerakannya hingga melangkah kedalam club dengan wajah seperti tidak terjadi apa-apa. Mungkin wanita itu berusaha menutupi lukanya ? Entah apa yang membuat Wisnu mengikuti wanita itu kembali ke dalam club, ia mengekor sampai ke ruangan belakang.
Dimana dia ? Batin Wisnu mencari-cari seseorang.
“Halo selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu ?” Tanya seorang wanita paruh baya namun masih terlihat cantik.
“Ehh... anu saya ma..”
“Ah, saya sudah paham silahkan masuk kedalam dulu.” Ajaknya, Wisnu yang sudah ketar ketir hanya pasrah dan mengikuti langkah kaki wanita itu.
Sialan, kenapa aku jadi terjebak begini ?
“Silahkan tuan dipilh dulu” Menyerahkan daftar nama-nama wanita penghibur di club itu.
“Hah ?” Wisnu sebenarnya paham, namun ia masih suka terkejut saat ditawari hal seperti itu. Tak sengaja matanya melihat wanita yang menangis di luar tadi berjalan kearah room. Matanya tak bisa berpaling dari langkah kaki wanita itu karena perubahan yang ia lihat. Mulai dari pakaian, rambut, make-up dan sepatu yang dikenakan.
Wah, kenapa dia berpakaian seperti itu ? aku yakin itu dia, apa mungkin dia....
“Ehh ? Siapa wanita tadi ?” Tanya Wisnu
“Kenapa ? kau tertarik padanya ?” Wisnu mengangguk ragu
“Hahaha... Sayang sekali, dia sudah ada jadwal dalam minggu ini tuan. Mungkin minggu depan jika kau ingin menunggu giliranmu.”
What ? Kenapa sampai begini ? jadi wanita itu memang bekerja disini ?
“Bagaimana ?”
“Oh iya, kenapa jadwalnya bisa sangat padat seperti itu ya ?” Tanya Wisnu polos, sudah seperti schedule seorang pengusaha saja, pikirnya.
“Hahaha... Dia terkenal sebagai primadona di club ini. Oeh sebab itu, jika kau menginginkannya bayarannya juga tidak sama dengan daftar yang Anda pegang itu.”
__ADS_1
HAH ? Gila, benar-benar gila. Berarti wanita itu termasuk unggulan ?
“Baik, aku akan membayar berapapun. Tolong jadwalkan giliranku dengan dia.” Entah apa yang merasuki, Wisnu sendiri terkejut dengan ucapannya.
“Oke, Noted”
Ini sungguh gila, bagaimana bisa aku tidur dengan wanita penghibur di tempat seperti ini ? Ah, tapi tidak ada salahnya mencoba.
FLASHBACK OFF
“Pak Wisnu ?”
“Hah ? Oh, maaf...maaf.” Wisnu tersipu malu karena tiba-tiba Jessica sudah duduk dihadapannya sambil memegang laporan.
“Kau sudah lama disini ?” Tanya Wisnu memastikan bahwa Jessica belum lama melihat kebodohannya.
“Sekitar lima belas menit yang lalu mungkin.”
Sial. Astaga, aku benar-benar tidak fokus lagi. apakah aku terciduk sekarang ?
“Oh, ya sudah. Tinggalkan saja dulu, nanti akan ku kabari jika sudah kuperiksa. Masih ada beberapa berkas urgent yang harus ku selesaikan.” Ucap Wisnu secara tidak sengaja menyuruh Jessica pergi.
“Oh, Baik”
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa feedback nya sayang 😘