KETIKA WAJAHKU BERUBAH

KETIKA WAJAHKU BERUBAH
Ini Menyiksaku


__ADS_3

Sebulan kemudian


Jessica melakukan kegiatannya dengan lancar, hubungannya dengan Wisnu juga semakin dekat saja. Namun saat di kantor kedua nya menjaga jarak satu sama lain seperti biasa yang mereka lalukan. Jessica tidak ingin menciptakan rumor di kantor karena dekat dengan Wisnu, jadi kedua nya sepakat untuk bertemu secara sembunyi-sembunyi.


“Maaf, tadi Bora menahanku sebentar.” Ucap Jessica masuk kedalam mobil, duduk disebelah Wisnu.


“Tidak apa-apa, jangan terus-terusan meminta maaf.” Balas Wisnu tersenyum manis.


“Ah, aku merasa tak enak saja.” Tawa canggung Jessica membuat Wisnu gemas melihatnya.


“Jadi sudah siap ?” Tanya Wisnu sebelum menjalankan mobilnya. Jessica mengangguk diiringi senyum di bibirnya. Entah kenapa saat bersama Wisnu disituasi seperti ini hatinya merasa tentram dan nyaman.


Setelah menyelesaikan makan malam, mereka mencari udara di rooftop restoran itu. Wisnu tak mengalihkan pandangannya dari wajah mungil Jessica. Rasanya ingin menatap wajah itu setiap saat kemanapun dirinya pergi.


“Sampai kapan kita diam-diam seperti ini ?” Tanya Jessica membuka suara, salah tingkah karena sadar di tatap oleh sang lelaki.


“Ada yang ingin kusampaikan.” Ucap Wisnu mengatur duduknya, mencoba fokus dengan apa yang ingin ia sampaikan kepada wanita itu.


“Ada apa ?” Tanya Jessica. Wajahnya memang biasa saja, namun jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya menunggu ungkapan yang akan disampaikan lelaki itu.


Tolong jangan sekarang. Batin Jessica merasa malu.


“Ehem.” Lagi-lagi deheman Wisnu terdengar mengerikan di telingan Jessica, menerka-nerka apa yang akan dilakukan lelaki itu.


“Besok aku akan pergi ke luar kota, Presdir menyuruhku memantau produksi di cabang Kalimantan.” Ucap Wisnu dengan suara tidak ikhlas, Ya ia memang tidak ikhlas dengan tugas yang diberikan oleh atasannya karena itu akan menghalanginya untuk bertemu Jessica setiap hari.


“H-haah ?” Jessica merasa malu dengan pikirannya, rupanya Wisnu ingin menyampaikan terkait keberangkatannya ke luar kota.


“Yasudah, semangat.” Jessica tersenyum canggung.


“Hanya 2 minggu kok, tapi aku akan berusaha menyelesaikannya secepatnya agar bisa bisa bertemu denganmu.” Ucap Wisnu dengan spontan sehingga membuat Jessica menatapnya.


“Ah, maksudku bisa bekerja seperti biasa di kantor.” Wisnu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Dua hari setelah Wisnu pergi menyelesaikan tugas ke luar kota, Jessica merasa hidupnya sepi kembali. Separuh harinya ia habiskan di kantor, dimana biasanya ia melihat dan bertemu Wisnu. Namun kali ini rasanya berbeda jika ia tak bisa melihat batang hidung lelaki itu. 


“Jessi, ponsel mu bergetar dari tadi.” Ucap Yola memegang pundak wanita itu.

__ADS_1


“Ah, benarkah ?” Jessica mengambil ponselnya dan melihat nama Nyonya Sandra terpampang di layarnya.


Sial, kenapa masih menghubungiku ? Batin Jessica mengabaikan panggilan itu.


“Kenapa tak diangkat ? manatahu penting.” Ujar Yola lagi.


“Bukan apa-apa.” Balas Jessica kembali melanjutkan pekerjaannya.


Ada yang aneh,dari tadi aku melihatnya melamun. Batin Yola memperhatikan Jessica.


Ting


Satu pesan masuk, Jessica melihat notif itu mengernyitkan keningnya. Berharap bukan hal buruk yang ia terima.


Nanti malam datang kesini, kau tidak bisa pergi begitu saja setelah apa yang sudah kau lakukan disini.


“Huh” Jessica menghembuskan nafas berat setelah membaca pesan yang dikirimkan oleh Nyonya Sandra kepadanya.


Kenapa ingin bertobat saja banyak sekali rintangannya ? Apa Tuhan menolak ku agar menjadi hamba yang baik ? 


Tepat jam 7 malam, Jessica melangkahkan kaki ke ruangan Nyonya Sandra. Ia menatap wanita itu sedang duduk di kursi kesayangannya sambil menikmati sebatang rokok yang menancap di bibirnya. Jessica menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. 


“Dia menunggumu dari tadi.” Ujar Romi yang tiba-tiba berdiri di sampingnya.


“Ikuti saja kata hatimu, jangan terus-terusan merasa bersalah padanya. Semakin kau merasa tak enak, semakin kejam dia  memperlakukanmu sseenaknya.” Kata-kata Romi membuat Jessica menoleh padanya, otaknya sedang mencerna kata-kata Romi yang tak biasa keluar dari mulut lelaki itu. Tumben otaknya bisa berpikir bijak, Pikirnya.


“Hahaha, kau pasti merasa bodoh mendengar kalimat ini dari mulutku. Tapi itulah syaratnya agar kau tak menyesal mengambil keputusan apapun sesuai dengan kata hatimu.” Romi menepuk pundak Jessica pelan, menatap manik wanita itu dengan mata sendu.


“Kau sudah banyak memberikan pengorbanan untuknya Jessica, jangan bingung.” Selesai mengucapkan kalimatnya, Romi pergi dari sana. Jessica bingung, mengapa hari ini Romi begitu bijak dan pergi tanpa diusir seperti biasanya.


Huh. Aku harus bagaimana sekarang ?


Dengan berat hati, Jessica masuk kedalam ruangan itu. Nyonya Sandra yang menyadarinya pun langsung menyambut sang Primadonanya dengan wajah tersenyum lebar. Seperti menemukan sebuah harta karun.


“Jessica, akhirnya kau datang juga.” Nyonya Sandra mematikan rokoknya dan menatap Jessica yang duduk dihadapannya.


“Ada apa lagi ?” Tanya Jessica dingin.

__ADS_1


“Wajarkah kau bertanya hal seperti itu ? Haha” Nyonya Sandra terkekeh mendengar kalimat Jessica yang menurutnya hanya candaan.


“Nyonya Sandra, seperti yang aku katakan beberapa hari lalu.”


“Tunggu” Nyonya Sandra memotong kalimat yang tidak ingin dia dengar.


“Hari ini hanya satu, tapi waktunya agak lama.” Ucap Wanita itu seperti biasanya.


Dia benar-benar tidak akan membebaskanku ? Jessica membuang nafas berat.


“Aku serius” Jessica menatap tajam kearah Nyonya Sandra sehingga membuat wanita itu memutar bola matanya.


“Serius apa ? kau benar-benar ingin meninggalkan duniamu selama ini ? dunia yang selalu ada saat kau kesusahan ? padahal kau menikmatinya.” Cibir Nyonya Sandra merasa kesal. Bagaimana mungkin dia bisa melepaskan bank berjalannya.


“Siapa bilang aku menikmatinya ? apa kau pikir selama ini aku bahagia ? Tidak Nyonya Sandra. Aku bahkan di hantui rasa bersalah setiap detik, ini tidak membuatku tenang dan menyiksaku.” Mata tajam Jessica berubah menjadi sendu. Ia tak berbohong soal perasaannya yang tidak tenang dan menyiksa diri. Memang begitulah yang ia rasakan selama ini.


“Terserahmu, aku tidak setuju. Sekarang ganti pakaianmu disana.” Nyonya Sandra bangkit dari duduknya, malas mendengarkan Jessica.


“Aku tahu aku sangat berhutang budi padamu.” Nyonya Sandra menghentikan langkah kakinya.


“Tapi selama ini juga aku merasa sudah memberikan yang terbaik padamu. Bahkan saat kau memintaku datang pada hari liburku, aku memenuhinya. Tidak cukupkah ap...”


“Cukup.” Nyonya Sandra membalikkan tubuhnya menatap Jessica.


“Kalau kau tahu kau berhutang budi, lakukan apa yang aku perintahkan dan jangan pernah berharap lari dariku.” Nyonya Sandra langsung meninggalkan ruangannya usai mengatakan kalimat itu. ia benar-benar benci Jessica yang sekarang, seolah-olah jika kehilangan wanita itu dirinya aka segera bangkrut. Padahal masih banyak karyawannya yang bisa menguntungkan walaupun tidak sama banyaknya seperti Jessica.


Jessica hanya diam setelah peninggalan Nyonya Sandra, air matanya ingin kelaur tapi ia berusaha keras untuk menahannya. Ia tidak ingin menangisi hal seperti ini, ini terlalu memuakkan baginya.


.


.


.


.


Jangan lupa feedback nya sayang 😘

__ADS_1


__ADS_2