KETIKA WAJAHKU BERUBAH

KETIKA WAJAHKU BERUBAH
Wisnu


__ADS_3

Seperti biasa, Jessica bekerja di kantor dengan tenang. suasana kantor akhir-akhir ini semakin adem menurutnya karena kepala keuangan telah tergantikan oleh pak Wisnu, lelaki yang memiliki postur tubuh tinggi dan tegap, wajahnya putih bersinar, setiap hari dipenuhi dengan senyuman manis dibibirnya. Para karyawan disana sering mencuri kesempatan hanya sekedar cari perhatian kepada pak Wisnu. tak ada yang tahu apakah dia sudah berumah tangga atau tidak ketika pertama kali menginjakkan kaki di devisi itu, namun bukan Yola namanya kalau tidak berisik bertanya ini itu kepada orang yang menarik perhatiannya.


“Saya belum menikah dan masih single.” Wisnu tersenyum manis menatap wajah Yola, gadis itu tersipu malu saat wisnu menatapnya.


“Asikkk, jadi punya kesempatan dong pak.” Ucap Yola kegirangan. Wisnu hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal mendengar perkataan Yola.


Karena Wisnu orangnya santai, jadi anak-anak kantor tidak terlalu takut padanya dan sering bercanda gurau bersama. Namun ada satu wanita yang menarik perhatian Wisnu, wanita yang sejak pertama hanya bicara saat memperkenalkan namanya serta bagian yang biasanya ia kontrol. Wanita itu beda dari yang lain, seperti menutup diri dari keramaian. Wisnu hanya bersikap biasa saja, seakan melihat semua tim nya sama di matanya.


“Jessica, laporan kemarin sudah sampai bagaian mana ?” Tanya Wisnu menghampiri meja Jessica, seperti yang dilakukannya setiap hari pada bawahannya. Yola yang ada disamping Jessica langsung melirik kedua manusia itu. rasa irinya mulai muncul dan tidak bisa ia sembunyikan dari wajahnya.


“Ehem” Yola mencubit siku lengan Jessica saat tidak mendengar temannya itu beraksi apapun.


“Sssttt.. sakit” Dengus Jessica kesal.


“Itu... pak Wisnu sedang bertanya padamu.” Yola menunjuk kearah Wisnu dengan bibirnya yang sedikit mengerucut.


“Sudah hampir selesai pak Wisnu, mungkin setelah makan siang saya akan menyerahkannya kepada anda.” Jawab Jessica datar. Wisnu mengangguk dan tersenyum tipis.

__ADS_1


“Oke, jangan lupa berikan padaku setelah makan siang. Aku ada di ruangan nanti.” Jelas Wisnu mengampiri meja staff lain.


“Kok aku tidak ditanya ?” Tanya Yola merasa di langkahi, Wisnu tersenyum lebar sambil mengangkat tangannya.


“Aku memang sengaja, karena aku yakin itu belum selesai hari ini. semangat.” Yola tersenyum lebar mendengar ucapan wisnu, seakan diberi kekuatan Yola langsung bersemangat mengerjakan tugasnya.


Semakin hari kantor ini akan semakin tidak waras saja jika pak Wisnu tetap dibagian keuangan. Batin Jessica melihat sikap teman-temannya yang seperti tidak pernah melihat lelaki tampan saja.


Setelah makan siang, Jessica pun pergi ke ruangan Wisnu dengan membawa laporan di tangannya. Ia menyapa Wisnu dengan sopan dan menyerahkan laporan itu kemudian duduk dihadapan Wisnu, menunggu jika ada beberapa yang masih harus di revisi.


“Kau sangat pendiam, kau punya musuh disini ?” Tanya Wisnu sambil membolak-balikkan kertas itu.


“Hmmmmm.... Ini dibagian produksi tiga hari lalu seperti nya belum kau tambahkan semua.” Ucap Wisnu membaca serius tabel yang ada di kertas itu.


“Haa ? bukannya hanya ada 9 ?” Tanya Jessica terkejut.


“Tidak, aku sudah mengirimkannya ke email mu kemarin sore. Kau sudah melihatnya ?” Tanya Wisnu menoleh sebentar kearah Jessica. Jessica mencoba mengingat-ingat.

__ADS_1


“Seperti nya belum, karena seingatku yang kau kirimkan terakhir kali kemarin pagi.” Ucap Jessica.


“Ahh, maafkan aku. Bagian produksi baru mengirimkannya kemarin sore jadi aku langsung mengirimkannya padamu. Aku pikir kau sudah melihatnya.” Balas Wisnu membaca lagi bagian terakhir dari laporan itu.


“Sangat bagus dan rinci, hanya saja dibagian yang kukirimkan kemarin jangan lupa tambahkan lagi nanti.” Ucap Wisnu meletakkan kertas itu di atas meja.


“Baik, saya akan segera merevisinya dan menyerahkkan kepada bapak. Tolong beri saya waktu satu jam, Terimakasih.” Jessica bangkit berdiri sambil membawa kertas yang sudah dibaca oleh Wisnu. Namun tiba-tiba Wisnu menarik tangannya , menatap lekat wanita itu. bibirnya tersenyum miring sambil mengigit bibirnya.


“Apa yang kau lakukan ? lepaskan” Ucap Jessica dengan nada ketus, Wisnu tersenyum lebar melihat bibir Jessica yang sedang mengomeli dirinya.


“Apa kabar ? sudah lama tidak bertemu.” Wisnu mencium tangan Jessica sambil menatapnya dengan sorot mata tajam.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa feedback nya sayang 😘


__ADS_2