KETIKA WAJAHKU BERUBAH

KETIKA WAJAHKU BERUBAH
Cerewetnya Wisnu


__ADS_3

Jessica meringkuk malas diatas ranjang, ia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan jam 7 pagi. Untung saja hari minggu sehingga Jessica tidak perlu terburu-buru bangkit dari posisi tidurnya. Baru ingin memejamkan mata kembali, Jessica mengingat ia belum membalas pesan dari Wisnu sejak kemarin. Dengan cepat ia mencari ponsel nya yang entah sudah dimana letak keberadaannya. 


“Sialan, dimana sih ?” Jessica hampir saja jatuh karena kepalanya juga masih pusing sehabis menangis semalaman.


“Ah, kenapa bisa sampai disana ?” Jessica melihat benda pipih itu tergeletak dibawah kolong tempat tidur. Dengan bersungut-sungut Jessica pun merayap meraih ponselnya.


“Ah, mati lagi.” Rasanya ingin melemparnya saja karena benda itu sangat menguji kesabaran nya saat ini. Ia segera mengisi daya ponselnya yang ternyata sudah kehabisan baterai, mungkin semalam terlalu banyak panggilan sehingga membuat ponsel itu mati total karena sebelumnya daya nya masih tersisa 15 persen. Sembari menunggu ponsel itu terisi, Jessica menidurkan dirinya kembali, belum ada niat untuk melakukan aktivitas apapun hari ini. ia ingin tidur saja sepanjang hari, jika bisa ia akan bangun ketika mood nya memang sudah benar-benar baik.


Satu jam berlalu, Jessica memang memejamkan matanya namun ia tidak benar-benar tidur. Pikirannya masih terawang-awang entah kemana, pekerjaan, keluarga, cinta, sahabat semuanya saling berinteraksi dikepalanya. Benar-benar tidak bisa ditemukan bagian mana dulu yang harus dipikirkan.


“Mungkin sudah terisi” Jessica menarik ponselnya dan membawa benda itu kembali keatas tempat tidur. Bermain ponsel saat tidur santai memang hobby hampir setiap orang karena ini merupakan salah satu healing terbaik tanpa mengeluarkan tenaga dan uang.


“Hah ? banyak sekali” Jessica terkejut melihat 45 panggilan tak terjawab serta 90 pesan yang belum terbaca. Jarinya mengarah ke kolom chat dan melihat pesan dari Wisnu sebanyak 83 sisanya adalah pesan grup devisi keuangan.


“Wah ini gila.” Jessica terkejut karena 45 panggilan tak terjawab itu merupakan notifikasi atas nama Pak Wisnu. Entah sadar atau tidak bibirnya menarik simpul, senyum itu sangat manis dan terlihat tulus. Bukan seperti senyum yang biasanya ia berikan pada orang-orang, ini sungguh senyum yang terbentuk karena tidak disadari.


“Kenapa dia sangat menggemaskan ?” Jessica membaca pesan-pesan alay Wisnu yang mengkhawatirkan dirinya. Saat membaca pesan terakhir senyum Jessica perlahan memudar.


Jangan mencoba kabur dariku Jessica, aku tak akan membiarkanmu pergi. Aku akan menemukanmu dimana pun kau berada. 


Sebenanya apa maksud dari pesan Wisnu yang terakhir ? apa dia  mengetahui sesuatu dari dirinya ? Entahlah, Jessica sendiri semakin dibuat ragu untuk percaya pada Wisnu yang akhir-akhir ini memulihkan hatinya.


Drtt...drttt....drtttt....


Jessica tersentak, ia melihat nama yang terpampang di layar ponselnya. Wisnu. Lelaki itu lagi.


“Halo” Tanpa ragu ia angkat panggilan itu dan meletakkan ponselnya di telinga.


“Jessica ? Jes darimana saja ? apa terjadi sesuatu ? kenapa ponselmu mati kemarin ? dimana sekarang ?” Tanya Wisnu memborong pertanyaan.

__ADS_1


“Jessi kenapa diam ? ini Jessica kan ? Jessica Romantika ?” ujar Wisnu lagi karena tak kunjung mendengar jawaban wanita itu lewat sambungan teleponnya.


“Hmmm, iya. Aku bingung harus menjawab pertanyaanmu yang mana dulu.” Balas Jessica dengan suara serak.


“Suaramu tidak seperti biasanya, kau sakit ? Jessica ada apa, katakan padaku apa yang terjadi padamu.” Lagi-lagi khawatirnya Wisnu membuat Jessica semakin gemas.


“Hahaha”


“Kenapa malah ketawa sih ? aku serius, jangan bercanda begini Jes.”


“Aku baru bangun tidur, kemarin ponselku kehabisan baterai makanya tak sempat membalas pesanmu.” Jelas Jessica akhirnya.


“Hah ? apa ini masuk akal ? kemarin sabtu kan ? kantor balik jam 3 sore, kenapa ponselmu bisa mati selama itu ? apa daya ponselmu sangat lemah sehingga membutuhkan waktu berhari-hari untuk mengisinya lagi ? Oh, atau listrik di kosanmu mati ?” Wisnu lagi-lagi mengundang tawa Jessica, namun wanita itu menahan tawanya menghargai kekhawatian Wisnu.


“Kok jadi cerewet begini ?” Tanya Jessica yang membaut Wisnu cengengesan di ujung sana.


“Haha, maaf...maafkan aku. Aku tidak sengaja. Hehe” Tawa Wisnu sangat terdengar kalau dibuat-buat, seakan malu dengan sikapnya saat ini.


“Okay. Tidak perlu dibahas lagi, sekarang kau sedang apa ?” Tany Wisnu mengalihkan topik pembicaraan. Entah merasa malu atau merasa ada yang disembunyikan wanita itu ia juga masih ragu untuk menebaknya sehingga memilih untuk tidak melanjutkan rasa penasarannya.


“Lohh, kenapa ?”


“Tidak apa-apa, sedang apa sekarang ? Tumben baru bangun.” Tanya Wisnu dengan nada lembut namun agak berat.


“Hmmmm, rebahan.”


“Jes, apa kau baik-baik saja ?” Tanyanya dengan nada penuh selidik.


“Yes, i am fine. Kenapa bertanya begitu ?” Jessica balik bertanya.

__ADS_1


“Hmmm, syukurlah. Yaudah sana mandi, sebentar lagi akan ada yang mengantar makanan untukmu.” Ucap Wisnu dari sebrang sana yang membuat alis Jessica naik sebelah.


“Makanan ? kau mengirimnya ?” 


“Yes, cepat sana mandi dan lakukan aktivitasmu. Walaupun ini hari minggu jangan hanya rebahan seharian, olahraga atau pergi jalan-jalan sana.” Bibir Jesss\=ica tersenyum tipis mendengar perintah dari atasannya itu.


“Hmmm, bagaimana denganmu ?” Tanya Jessica lagi.


“Aku juga mau mandi karena baru saja habis lari pagi sebentar. Yasudah, jangan lupa mandi dan makan. Setelah itu pergi olahraga atau jalan-jalan bersama teman-temanmu. Nanti aku hubungi lagi ya, jangan lupah juga isi daya ponselmu. Jangan sampai kehabisan lagi. Bye” 


KLIK


Sambungan itu terputus begitu saja sebelum Jessica mengiyakan perintah Wisnu. Entah roh apa yang merasuki dirinya, Jessica dengan semangat empat lima bergerak ke kamar mandi. Mencoba melakukan perintah Wisnu satu per satu. Mandi, makan setelah itu pergi jalan-jalan. Pikirnya.


Sedangkan di sisi lain, Wisnu meneguk habis botol yang berisi air mineral hingga kerongkongannya terasa basah kembali. Wisnu mengelap wajahnya dengan kain yang tersangkut di lehernya. Ia menatap orang-orang yang juga sedang lari pagi. 


“Ahhh, sialan. Kenapa bisa salting begini ? dimana letak harga dirimu sebagai atasannya Wisnu ? bukankah kau sudah berlebihan ?” 


“Bodo amat, memangnya apa yang harus kusembunyikan ? Eh, sebentar...” Wisnu mengambil ponselnya.


“****. Aku lupa belum memesan makanan untuknya.” Dengan cepat jari-jarinya mencari restoran yang paling dekat dengan kosan Jessica, bisa semakin turun martabatnya jika Jessica tahu bahwa makanan itu ternyata belum ia pesan sebelumnya.


“Aku sungguh tak kuat berada disini. Aku ingin cepat pulang.” Gumam Wisnu memasukkan kembali ponsel kedalam saku nya. Kemudian melangkahkan kaki nya pergi menuju apartement yang ia tempati selama berada di Kalimantan.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa feedback nya sayang 😘


__ADS_2