KETIKA WAJAHKU BERUBAH

KETIKA WAJAHKU BERUBAH
Bintang, Jaga Dia


__ADS_3

Wisnu menatap wanita itu dengan tatapan sendu, hatinya kacau mendengar keinginan Jessica yang begitu aneh. Sebenarnya ia masih punya banyak pertanyaan akan wanita itu, namun Wisnu lagi-lagi menahannya agar tidak terlihat terlalu mencari tahu.


“Jessica” yang dipanggil menoleh menatap mata sendu milik Wisnu dengan tatapan datar.


“Aku tahu kau sudah melalui banyak hal berat, tapi jangan seperti ini ya.... masih ada aku disini yang akan mendukung apapun keinginanmu asalkan kau bahagia.” Ucapan itu keluar begitu saja dari mulut lelaki itu tanpa dipoles sedikit pun.


“Hahaha.... kau lelaki bodoh yang pertama kalinya mengatakan seperti itu padaku.” Kekeh Jessica membuang pandangannya kearah lain.


“Memang seperti itu ya ? pantas saja aku tak pernah beruntung dalam suatu hubungan, ternyata aku terlalu bodoh.” Wisnu menundukkan kepala, tiba-tiba saja tubuhnya terasa lemas mendengar balasan wanita itu.


“Tapi... aku tak akan menyerah padamu Jessica, aku akan mengejar mu kemanapun kau lari.” Ucapnya lagi dengan posisi yang sama.


“Hahaha... Sudahlah, aku tak suka mendengar omong kosong seperti itu.”


“Aku mengatakan ini bukan karena maksud lain, memang ini tulus dari hatiku.” Lelaki itu tak sadarkan diri mengeluarkan kalimatnya yang menurut Jessica terlalu dramatis.


“Hahaha... Tidak ada maksud lain ? Lalu untuk apa kau selalu peduli padaku kalau tidak ada maksud apa-apa ?” Tanya Jessica.


“Aku tak punya alasan dan aku juga tidak tahu kenapa aku melakukannya. Seperti yang kau katakan tadi, aku memang lelaki bodoh.” Balas Wisnu sedikit emosi.


“Wahh... aku tak menyangka akhirnya kau sadar juga, sayang sekali lelaki sukses seperti mu harus menerima semua ini.” Nada Jessica sedikit mengejek.


“Jessica ? apa kau tidak paham dengan sikapku selama ini padamu ?” Tanya Wisnu dengan tatapan tajam.


“Aku paham. Kau hanya ingin menikmati tubuhku lagi kan ? hahaha... dari awal juga sudah kuduga kau hanya ingin tubuh hina ini. Silahkan saja, setidaknya kau bisa menikmati untuk terakhir kalinya.” Ucap Jessica tersenyum remeh.


“Jessi, apa aku sekotor itu dimata mu ?” Tanya Wisnu tak percaya.


“Kita sama-sama kotor, jadi aku akan memberikan apa yang kau inginkan setidaknya menghargai usahamu selama ini.” Balas Jessica sarkas.


“Aku tak percaya ternyata kau memang tak bisa dikasihani lagi Jessi, kau benar-benar seperti sampah.” Terlalu emosi, Wisnu memaki wanita itu.


“Selama ini aku benar-benar tulus padamu, selalu mengkhawatirkanmu saat kau tak ada kabar, ingin membawa mu kejalan yang benar. Tapi apa balasanmu ? kau malah menganggapku seperti seorang pengemis yang memohon didepan pintu rumahmu ? Hah. Yang benar saja, aku sungguh menyesal sudah mengenalmu Jessi. Kau benar-benar seperti iblis.” Tak terima dikatai, Wisnu tak bisa lagi mengontrol emosinya.

__ADS_1


“Lagian siapa yang menyuruhmu peduli padaku ? Tidak ada kan ?” Jessica mengangkat bahu tak peduli.


“Kau pikir selama ini aku hanya diam saja ? Tidak Jessi, aku mencari tahu tentangmu, mengikutimu saat aku merasa tidak ada yang beres, mencari cara agar kau bebas dari masalahmu. Tapi....” Wisnu menahan kalimatnya, membuang nafas kasar lalu kembali menatap wanita itu.


“Kau tak lebih dari seorang setan.”


“Oh, kau baru sadar ya ? lagian sangat membuang-buang waktu untuk mengikutiku bukan ? haha.. dasar bodoh.” Ejek Jessica terkekeh.


“Aku bisa saja membuatmu jatuh lebih dalam lagi, tapi itu akan merugikanku saja. Aku tak habis pikir sampah sepertimu sungguh tak bisa didaur ulang. Kau terlalu menjijikkan.”


“Jaga ucapanmu brengs*k” Jessica menatap tajam kearah lelaki itu.


“Kenapa ? kau merasa tersinggung ? haha... bukankah itu kenyataan ? kau sendiri yang bilang kalau kau itu kotor dan hina, kenapa malah marah dikatai sampah yang menjijikkan ?” Wisnu tersenyum menang.


“Kau juga sampah, tidak tahu malu.” Balas Jessica lebih sarkas.


“Oh ya ? Sepertinya kau salah, coba tanya orang-orang bagaimana aku dan bandingkan dengan dirimu yang setiap waktu di jamah oleh lelaki baru. Hahaha... bagaimana rasanya ? ah, kau pasti sangat keenakan ya ?  Aku terlalu terbawa dengan pengakuan mu tadi, seharusnya aku tidak percaya kalau kau sesakit itu.” 


“Kuakui kau memang sangat ganas sampai-sampai seorang presdir Dez grup juga ketagihan padamu. Hahaha, pantas saja mengundurkan diri ternyata sudah menerima banyak dari  lelaki itu. Apa saja yang sudah kau dapatkan ? rumah, mobil, saham atau apa ?”


PLAK


Satu tamparan melayang di pipi Wisnu dari tangan Jessica. Ia tak menyangka pengetahuan Wisnu akan dirinya sejauh itu, dan sekarang malah mengejeknya dengan kata-kata frontal. Jessica tak terima hidupnya dicampuri sejauh itu apalagi oleh orang asing seperti Wisnu.


“Kenapa ? malu ya ?”


“Lalu apa bedanya aku denganmu ? bukankah kau lebih parah ? mencari tahu privasi orang lain dengan menguntit ku kemana-mana. Haha... kau fans ku ya ? tapi maaf.. aku tidak menerima penggemar sepertimu.” Balas Jessica.


“Dasar wanita sialan, iblis seperti mu seharusnya mati saja.” Wisnu mengepalkan tangan menatap wajah wanita itu.


“Hahaha.. kau pikir kau siapa sehingga memutuskan aku harus mati ?”


“Pantas saja kau selalu sengsara di dunia ya, sepertinya neraka juga menolak mu masuk ke sana sangking menjijikkannya. Iblis pasti sangat kagum padamu, kau melebihi kemampuan mereka. Cuih.” Cibir Wisnu merasa jijik.

__ADS_1


“Semoga aku tak akan pernah bertemu denganmu lagi, iblis sialan.” Wisnu meninggalkan makian terakhir sebelum pergi meninggalkannya. 


“Brengs*k” Lirih Jessica setelah kepergian lelaki itu.


Jessica kembali duduk di kursi panjang, menatap kakinya yang dibaluti flatshoes berwarna hitam. Matanya kembali berlinang mengingat kata-kata Wisnu yang ia dengar barusan. Sangat aneh, padahal baru saja dirinya merasa sangat dicintai namun tiba-tiba suasananya berubah semakin panas seperti ini. Jessica menghapus air matanya menatap bintang-bintang yang bertebaran di langit.


Dia benar, aku memang melebihi iblis. Seharusnya aku tak usah dilahirkan ke dunia ini, seharusnya aku benar-benar tidak ada. Sekarang kemana aku harus pergi ? katanya neraka juga menolak kedatanganku sehingga aku terus-terusan tersiksa seperti ini.


Batin Jessica, air matanya terus mengalir membanjiri pipinya.


Bintang, tolong jaga dia. Wisnu lelaki baik, aku tak ingin dia bertemu dengan manusia seperti ku. Dia terlalu banyak berkorban untukku. Jessica menarik nafas dalam.


Sejak kedatangannya di kantor, aku merasa sedikit tenang karena dia selalu peduli padaku, memperhatikanku diam-diam. Dia tidak pernah memaksaku untuk melakukan apapun jika itu tidak dari hatiku. Aku merasa bahagia dan nyaman dengannya, sampai-sampai aku tak ingin melihatnya terluka oleh orang-orang yang ada disekitarnya.


Jessica menahan tangisnya, agar tak mengeluarkan suara. Rasa sesak di dadanya semakin memuncak, tak tahu harus melampiaskannya kemana.


Untuk permintaan terakhir kalinya, aku boleh minta tolong kan ? Tanyanya kepada bintang yang bersinar di atas sana.


Tolong pertemukan dia dengan orang yang baik dan tulus, yang bisa membuatnya bahagia di dunia ini. Semoga dia....tidak mengingat wanita yang hina dan kotor ini.


Aku sangat menyayanginya. 


Jessica memejamkan mata, kembali menarik nafas dalam dan membuangnya perlahan. Malam ini disaksikan oleh semesta, ia meminta kepada bintang-bintang di langit agar selalu menjaga Wisnu karena dari penuturan lelaki itu dia sering bercerita kepada bintang jika dalam masalah. Maka dari itu Jessica harap bintang-bintang itu dapat memberikan Wisnu kelegaan serta melupakan dirinya.


.


.


.


.


Jangan lupa feedback nya sayang 😘

__ADS_1


__ADS_2