
Dengan penuh keyakinan Jessica membuka kotak itu menggunakan kunci yang ia taruh di dalam dompetnya. Ia menarik nafas panjang setelah kotak itu berhasil terbuka, perlahan ia mengangkat tutup yang menutupi isinya. Jessica terlihat bingung dengan apa yang ia lihat di depan matanya saat ini. Isi kotak itu hanya ada kertas, Jessica mendengus kesal karena ini tak sesuai dengan ekspentasinya.
“Ah, mungkin surat penting” Gumam nya sambil mengambil surat itu.
Jessica membaca setiap kata yang tertulis di kertas itu, tiba-tiba mulutnya menganga, dadanya kembali sesak, nafasnya seakan tertahan disana. Setelah begitu banyak penderitaan yang ia alami mengapa harus muncul penderitaan baru lagi ? apakah dunia benar-benar tak berpihak padanya ? apakah ia terlalu sempurna sehingga Tuhan selalu memberinya cobaan ? Ah, Tidak. Bukan sempurna namun lebih ke pantas untuk mendapatkan penderitaan selama hidupnya. Lantas, jika memang begitu mengapa Tuhan tidak mencabut nyawanya ? kenapa ia tidak mati saja menyusul orang tua nya ? Kejam. Dunia benar-benar kejam padanya.
“E-erick Fernandez ?” Ucap Jessica terbata. Nama lelaki itu membuatnya semakin muak dan merasa semakin jatuh lagi. Kenapa harus Erick ? Ah, bukan seperti itu pertanyaan nya. Kenapa harus dibuat perjanjian seperti ini ? Bahkan surat perjanjian ini dibuat saat ia masih kecil ? saat ia juga belum tahu apa-apa ? Bagaimana jika ia tidak ada saat ini ? bagaimana jika ia memilih meninggalkan dunia sebelum ia membaca surat ini ? apakah surat perjanjian ini tidak akan berlaku lagi ? apakah ia sekarang sudah tenang di alam sana ? Ah. Entahlah, kehidupan nya memang selalu penuh kejutan.
“Baj*ngan...Sial*n... semua benar-benar jahat dan kejam.” Isak Jessica dipenuhi rasa marah.
“Aku menarik kata-kata ku tidak pernah membenci mu bu, aku benar-benar sangat benci pada mu, dasar wanita tidak tahu diri.” Ucap nya murka.
Erick Fernandez, seorang anak dari pebisnis yang dulunya sangat akrab dengan orangtua nya. Konon katanya sangking akrabnya, mereka sampai membuat perjanjian saat Jessica lahir ke dunia ini. Ayah Erick sudah membantu perusahaan ibu Jessica yang katanya pernah di tipu akibat dari keserakahan suaminya, ayah dari Jessica. Namun bantuan itu ternyata bukan sekedar bantuan biasa melainkan sebagai jaminan bahwa Jessica dan Erick akan hidup bersama saat usia mereka sudah pantas untuk berumah tangga. Aneh. Ini sangat aneh, kenapa masih ada orangtua yang seenaknya menjodohkan anak-anak nya ? kenapa mereka tidak membiarkan putra putri mereka memilih pasangan hidup masing-masing ? dan... ini menyangkut hutang yang harus ia tanggung juga, utang yang dibayar dengan perjodohan.
“Kenapa mereka sangat bodoh ? aku bahkan tidak punya apa-apa dan tiba-tiba dijodohkan dengan orang kaya raya ? Hahahahaa...” Jessica tertawa keras membayangkan seorang wanita hina menikah dengan lelaki tampan dan kaya raya.
“Bangs*t” Pekiknya melempar kotak dan kertas yang ada di genggamannya itu.
Wajah sadis milik Jessica tiba-tiba berubah, bibir itu menarik simpul membentuk sebuah senyuman di pipinya.
“Tapi ini merupakan suatu keuntungan untuk ku bukan ?” Tersenyum miring.
“Aku akan jadi kaya raya sebentar lagi. Hahaha” Ucapnya sarkas.
“Erick Fernandez, kita akan segera bertemu.” Gumam nya.
__ADS_1
Entah mengapa kini wanita itu begitu bersemangat untuk menemui Erick. Lelaki yang selama ini sudah menyiksa nya dengan perlakuan-perlakuan kotor, lelaki yang sudah membuat harga dirinya hanya lah sebatas uang.
Flashback
Nyonya Sandra memanggil Jessica setelah pertengkarang mereka terakhir kali, Jessica sebenarnya tidak sudi untuk datang lagi namun karena wanita itu menjanjikan bahwa ini permintaan terakhirnya, mau tidak mau Jessica datang juga.
“Menjadi wanita penghibur Tuan muda selama tiga bulan.” Ucap Nyonya Sandra yang membelakangi Jessica. Jessica mengangkat wajahnya menatap punggung wanita itu, bagaimana bisa Nyonya Sandra masih saja membahas tentang kehidupan gelap ini ?
“Tidak” Tolaknya cepat. Nyonya Sandra segera membalik tubuhnya menghadap Jessica, menatap wanita itu dengan tatapan tajam.
“Ini terakhir kalinya, setelah ini kau bebas mau pergi kemanapun. Aku tak akan mengganggu mu lagi.” Ucap Nyonya Sandra tegas.
“Nyonya Sandra, aku sudah bilang aku tidak mau. Aku benar-benar ingin keluar, apa kau belum puas dengan pekerjaan ku selama ini ? apa kau masih serakah ingin mengoleksi berlian-berlian mu itu ? Kalau iya, lalu bagaimana dengan diriku ? apa aku harus selalu berada dibawah tekanan mu seperti ini ?” Tanya Jessica menahan sesak di dadanya.
“Jessi” Ucap Nyonya Sandra penuh penekanan, tangannya ia letakkan diatas meja, tubuhnya condong kearah Jessica yang duduk di depannya.
“Cukup Nyonya Sandra. Aku benar-benar muak melihat mu.” Jessica memukul meja itu menatap tajam kearah Nyonya Sandra.
“Sampai kapan pun aku tak akan mau berhubungan lagi dengan mu, ingat itu.” Jessica mengangkat tubuhnya, beranjak dari ruangan itu. Namun belum sampai pintu keluar, tiba-tiba ucapan Nyonya Sandra menahan langkah kakinya seperti sedang berpikir.
“Lima ratus juta” Ucap Nyonya Sandra tanpa melihat wanita itu.
“Lima ratus juta memangnya bisa di dapatkan dimana ? tiga bulan lagi. Padahal gaji mu selama tiga bulan bekerja tidak pernah sebesar itu. Mungkin kau butuh waktu berapa tahun ya agar bisa mendapat uang sebanyak itu... Satu tahun...? Hmmm tidak, dua....”
“Oke, Deal.” Ucap Jessica membalikkan tubuh menghadap Nyonya Sandra.
__ADS_1
yang ditatap hanya tersenyum penuh kemenangan mendengar kata persetujuan yang kelaur dari mulut Jessica, ia bahkan sudah menduga Jessica pasti tidak akan melewatkan kesempatan ini.
“Oke sayang, persiapkan dirimu.”
Jessica pulang dengan pikiran yang berisik di kepalanya. Berbagai kata-kata baik muncul seolah-olah menyuruhnya untuk menolak tawaran itu namun setan lain bilang kalau ini kesempatan yang bagus, kapan lagi mendapat uang lima ratus juta hanya dengan menghibur lelaki setiap malam ? Lagi pula ia juga harus punya tabungan banyak bukan ? karena adiknya juga sedang sibuk-sibuknya mengurus skripsi dan akan datang juga ke acara wisudanya. Jika mengharapkan gaji kantor, itu pasti tidak cukup untuk membiayai itu semua.
Maafkan aku Wisnu, aku benar-benar tidak bisa di maklumi lagi. Aku akan semakin menjauhi mu dan kupastikan kita tak akan pernah bertemu lagi setelah ini semua selesai. Maafkan wanita kotor ini tidak bisa mengikuti saran baik mu. Batin nya mengingat hubungannya selama ini dengan Wisnu.
Jessica menerima sebuah alamat yang dikirimkan Nyonya Sandra melalu pesan WhatApps. Itu sudah pasti alamat orang yang akan menjadi Tuan nya selama tiga bulan ini. Bergegas ia mengganti pakaian nya untuk mengunjungi lelaki yang ingin di puaskan nafsunya malam ini, wajahnya di poles secantik mungkin agar sang Tuan semakin tertarik untuk bermain di ranjang dengannya.
Tiba di apartemen yang ia cari, Jessica menenangkan dirinya terlebih dahulu sebelum menekan bel apartemen itu. Baru saja menghembuskan nafas berat, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponselnya.
Langsung masuk saja. Pin nya 112900
Pesan itu dari orang yang tidak diketahui, nomor yang belum disimpan Jessica sebelumnya.
Bagimana bisa dia tahu kalau aku sudah sampai ? Batin nya merasa sedikit ngeri.
Jessica memasukkan pin yang dikirimkan orang itu, dan benar pintu itu terbuka. Jessica masuk dan langsung bertemu ruang tamu kosong, apartemen itu benar-benar kosong. Lalu dimana lelaki yang akan ia temui ?
“Masuk kesini sayang” Ucap seseorang dari dalam kamar, Jantung Jessica berdebar lebih cepat ini seperti mengikuti kegiatan di dunia lain.
Jessica masuk kedalam kamar dan melihat seorang lelaki yang sedang bersantai sambil memegang sebuah gelas berisi wine di tangan kirinya. Tatapan mata mereka bertemu sehingga membuat Jessica menganga melihat apa yang di hadapannya ini.
“Tu-tuan E-erick ?” Tas nya jatuh sangking terkejutnya. Jadi lelaki yang mengikatnya selama tiga bulan ini adalah Erick ? kakak dari Sherina sekaligus bos nya sendiri ? Menakjubkan.
__ADS_1
“Kemari sayang, aku sudah tak tahan ingin mencicip mu.”
Flasback off