KETIKA WAJAHKU BERUBAH

KETIKA WAJAHKU BERUBAH
Ruangan Wisnu


__ADS_3

“Lepas” Jessica menarik paksa tangannya dari genggaman Wisnu, matanya menunjukkan amarah yang sangat menakutkan.


“Hahaha, kenapa ?” Wisnu memrapikan jas nya sambir tersenyum licik.


“Menjijikkan” Jessica membalikkan badan setelah melontarkan kata makian itu kepada Wisnu, yang dimaki hanya tertawa renyah sambil menatap wanita yang keluar dari pintu ruangannya.


“Uhhhh, luar biasa” Gumam Wisnu menarik nafas sambil menutup mata.


Jessica menghempaskan laporan yang baru saja ia bawa dari ruangan Wisnu, wajahnya terlihat beitu kesal sehingga menarik perhatian orang-orang yang sedang bekerja disana.


“Ada apa ? pak Wisnu marah padamu ?” Tanya Yola kebingungan karena ia tidak pernah melihat Jessica seperti ini. yang ditanya hanya menatap lurus dengan tatapan dendam.


“Jessi” Panggil Yola lagi karena tak kunjung mendapat jawaban.


“Tidak, aku hanya kesal karena lupa memasukkan beberapa data produksi.” Balas Jessica langsung menghidupkan komputernya. Yola mengangguk paham kemudian kembali melanjutkan kegiatannya.


Dasar bedebah itu, bisa-bisa nya dia bersikap mesum di kantor. Batin Jessica menunggu komputernya menyala.


**Flashback On


Jessica masuk kedalam room yang telah diberitahukan oleh Nyonya Sandra, seperti sudah menjadi makanan sehari-harinya ia mengenakan pakaian mini untuk menggoda para lelaki yang sedang memuaskan hasratnya di tempat itu. Jessica menarik nafas panjang, memantapkan hatinya agar fokus pada pekerjaan sampingannya. Kemudian ia mendorong pintu itu dan terlihatlah seorang lelaki tampan yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.


“Selamat malam” Ucap Jessica tersenyum tipis, kemudian menutup pintu dengan hati-hati. Sikapnya kepada orang saat ini terlihat berbeda dari biasanya. Ia duduk di samping lelaki itu sambil menaikkan kaki kanannya sehingga memperlihatkan pahanya yang putih mulus dan bersih.


“Wow” Lelaki itu tersenyum menang sambil mengelus paha Jessica.

__ADS_1


“Siapa namamu cantik ?” Tanya lelaki itu mulai mendekatkan wajahnya kebahu Jessica.


“Jessica” Jawabnya merasa risih dengan sikap lelaki yang sedang bersamanya.


“Hmmmm... nama yang bagus, sebenarnya aku juga sudah tahu namamu sebelumnya... Ahhhh.... Tubuhmu wangi sekali” Lelaki itu kini mencium leher Jessica yang membuatnya semakin jatuh dalam kenikmatannya.


“Lalu kalau sudah tahu kenapa bertanya lagi ?” Jessica merasa kesal karena lelaki itu meraba dadanya yang menonjol secara tiba-tiba.


“Hmmmm.... Aku hanya iseng saja. Aahhh kenyal sekali sayang.” Ucapnya dengan nafsu yang membara. Jessica menarik nafas panjang, kemudian ikut terlarut dalam permainan lelaki itu.


Dua jam berakhir, Jessica dan lelaki yang sedang bersamanya terkapar lemas diatas ranjang. Ia membelakangi pria itu dan menarik selimut untuk menutup tubuhnya yang sudah tak terlindungi sehelai benang pun.


“Terimakasih” lelaki itu memeluknya dari belakang sambil mencium pucuk kepalanya.


“Kau sangat nikmat, aku akan ketagihan terus kalau begini.” Ucapnya lagi mengangkat kaki, menjepit pinggang Jessica. Jessica hanya diam, ia sudah terbiasa mendapat pujian dari lelaki yang memakai tubuhnya.


Apa urusannya denganku, aku bahkan sama sekali tidak peduli. Batin Jessica merasa risih, padahal dua jam terakhir ia juga terlihat menikmati permainan lelaki itu.


“Eemmm... aku harus pergi, Terimakasih untuk malam ini Tuan.” Jessica hendak bangun, namun tubuhnya ditahan oleh lelaki itu.


“Tidak usah pergi, disini saja bersamaku.” Ucapnya mengeratkan pelukannya.


“Aku masih punya pelanggan lain, jadi aku minta maaf tidak bisa menemani mu disini. Lagi pula ruangan ini akan di pakai sebentar lagi.” Ujar Jessica mengingat waktu yang dimiliki lelaki itu hanya dua jam tiga puluh menit.


“Hmmm... begitu ya, kalau begitu apa kita lanjut saja di hotel ? Bagaimana cantik ?” Tanyanya masih bertahan dengan posisinya.

__ADS_1


“Maaf Tuan, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya saya ada pelanggan lain.” Jessica pasrah dengan pelukan lelaki itu.


“Hmmmm, yasudahlah. Semoga kita masih bisa bertemu nanti, sampai jumpa cantik.” Ucapnya melepas pelukan sambil tersenyum tipis. Jessica segera memakai pakaiannya dan keluar dari kamar itu.


“Bagaimana Jessi ? apa pria itu pintar bermain ?” Suara Nyonya Sandra membuat Jessica ingin pergi sekarang juga.


“Biasa saja” Balas Jessica cuek.


“Hahahaa... kau pasti sangat menikmatinya kan, pria itu membayarmu dua kali lipat.” Ucap Nyonya Sandra tersenyum bahagia, Jessica hanya membuang muka seakan-akan itu sudah menjadi hal biasa baginya.


Tidak bisa dipungkiri, Jessica juga merasa puas dengan lelaki yang baru saja ia layani. Selain tubuh yang tegap dan kekar, wajah lelaki itu juga sangat bersinar, sangat tampan menurutnya. Baru kali ini Jessica menemukan pelanggan yang lumayan waras menurutnya, karena biasanya sangat gampang lemas di buatnya.


Siapa namanya ? kenapa dia terlihat sangat pintar bermain ? Batin Jessica mengingat ia belum menanyakan nama lelaki itu.


Flasback Off **


Jessica mengembuskan nafas lega, akhirnya laporan itu selesai kurang dalam satu jam. Ia kemudian mencetak laporan itu dan hendak menyerahkannya kepada pak Wisnu.


Sialan, jangan sampai dia macam-macam lagi. Jessica berjalan santai ke ruangan Wisnu dengan lembaran laporan di tangannya.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa feedback nya sayang 😘


__ADS_2