
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, sudah saatnya untuk pulang dan mengakhiri pekerjaan hari ini di kantor. Tak terkecuali Jessica, ia pun merapikan mejanya dengan sisa-sisa tenaga yang ada pada tubuhnya. Biasanya para karyawan akan merasa lemas karena sudah lelah bekerja seharian didepan komputer dan berjalan kesana kemari.
“Pak Wisnu juga mau pulang ?” Jessica menoleh sekilas saat mendengar nama lelaki itu di panggil oleh rekannya.
“Ehem, tentu saja. Sudah waktunya pulang bukan ?” Wisnu tersenyum tipis, melirik kearah Jessica yang cuek terhadap dirinya.
“Kalau begitu ayo berbarengan aja ke bawahnya pak, saya juga sudah selesai.” Ucap Yola berjalan mendekati Wisnu.
Ahh, sialan. Kenapa wanita ini terus-terusan mendekati ku ? apa dia tidak punya pekerjaan lain ? Batin Wisnu merasa kesal setiap kali mendengar suara Yola yang menurutnya sangat menjijikkan, suara wanita itu seakan dipaksakan imut oleh penggunanya sehingga tidak jarang orang-orang yang berbicara dengannya merasa tidak nyaman.
“Pak Wisnu ?” Yola menatap mata lelaki itu dengan wajah kebingungan.
“E-ehh ? sudah ?” Tanya Wisnu kembali melukis senyuman di wajahnya. Yola mengangguk sambil memamerkan gigi putihnya.
“Aku duluan semuanya, sampai jumpa besok.” Ucap Yola pamit pada rekan-rekannya sambil mengibas-ngibaskan tangannya di udara.
“Yola selalu saja seperti itu kepada semua lelaki yang menurutnya menarik, apa dia tidak punya harga diri ?” Ucap seorang wanita yang hendak meninggalkan ruangan itu.
“Hahaha, kau seperti tak tahu saja dia. Bukan Yola namanya kalau tidak gatal kesana kemari.” Sahut temannya yang lain.
__ADS_1
Hahaha, orang-orang kantor ini memang sedikit ngeri. Bagaimana bisa dia menghina Yola seperti itu ? Bukankah kemarin mereka juga pergi minum bersama ? bahkan mereka sekongkol dengan mantan kepala keuangan dulu demi uang haram itu. Aneh sekali. Batin Jessica saat mendengar beberapa kata hinaan untuk Yola.
Jessica pun turun kebawah memesan ojek online untuk mengantarnya pulang. Namun ia terkejut saat melihat sosok lelaki yang sedang berdiri didepan pintu keluar, seperti sedang menunggu seseorang.
Hah ? itu kan pak Wisnu ? Bukannya dia sudah pulang dari tadi bersama Yola ? Batin Jessica memelankan langkah kakinya.
“Ahh, kau sudah datang ?” Wisnu menoleh saat Jessica membuka pintu.
“Iya” Balas Jessica mengangguk, kemudian menatap layar ponselnya hendak mencari ojek online. Wisnu yang melihat itu segera menutup layar ponsel Jessica dan tentu saja mengundang emosi wanita itu.
“Biar kuantar saja.” Ucap Wisnu tersenyum licik, dari senyuman itu Jessica bisa mengartikan bahwa lelaki ini sedang menginginkan dirinya apalagi saat mengingat percakapannya tadi diruangan.
“Pak Wisnu, tol...”
“Ayo pulang bareng saja.” Wisnu menarik tangan Jessica kearah parkiran. Mau tidak mau Jessica mengikuti langkah lelaki itu karena melihat ada beberapa mata karyawan lain yang melihat mereka.
“Dasar tukang maksa” Dengus Jessica kesal.
“Kembalikan ponselku.” Sesampainya di mobil, Jessica meminta ponselnya pada Wisnu.
__ADS_1
“Ohh iyaa, maaf sudah memaksamu pulang bareng.” Wisnu terkekeh pelan melihat raut wajah wanita yang ada disampingnya.
“Kita makan malam dulu apa langsung per...”
“Turunkan aku di halte saja.” Potong Jessica menatap lurus.
“Hah ? Tidak bisa begitu dong, kita sudah lama tidak bertemu Jessica. Mana mungkin aku membiarkanmu pergi begitu saja.”
Benar firasat Jessica, bahwa Wisnu tak mungkin membiarkannya pergi begitu saja. Karena malas berdebat Jessica hanya pasrah dibawa kemana oleh lelaki itu.
.
.
.
.
Jangan lupa feedback nya sayang 😘
__ADS_1