
Paginya leon terbangun mendapati telfon kirey yang terus berdering.
Sean
Itu nama dari orang yang menelpon, siapa sean? tanya leon dalam hati. Tapi segera di lupakan, begitu mendapati istrinya mulai terbangun karena sepertinya terganggu oleh suara dering ponsel.
Kirey membuka mata, ia mengambil ponsel lalu meletakkannya kembali, tak lagi ada suara dari ponsel tersebut.
Siangnya leon telah melupakan tentang nama penelpon tadi pagi, tapi kejadian tersebut terus berulang selama tiga hari berturut-turut.
Sampai suatu malam, dia mendapati kenyataan bahwa yang sering menelpon kirey adalah mantan pacarnya. Sungguh hal ini sangat melukai hati leon.
Walaupun kirey masih menujukan sikap yang tidak baik setiap saat, tapi kali ini istrinya itu sungguh sudah sangat keterlaluan.
"Siapa yang terus menelpon" tanya leon memberikan diri, dia ingin menguji kejujuran istrinya.
Kirey hanya tersenyum masam, tanpa menjawab pertanyaannya dan memilih bergegas keluar rumah mungkin menuju rumah nadira.
Pasalnya beberapa hari ini kirey seperti menghindarinya, jika leon berada dalam rumah maka kirey akan keluar, begitu pula sebaliknya jika leon keluar rumah, kirey akan segera masuk.
Padahal leon telah menyusun berbagai rencana agar kirey dapat membuka sedikit hatinya, dan mungkin saja akan berubah menjadi lebih baik.
Sampai puncaknya pada malam ke empat setelah pernikahan, akhirnya mereka berdua bertengkar untuk pertama kalinya.
"Mulai detik ini berhenti menerima telfon atau menghubungi pria sialan itu, kau mengerti?" bentak leon dengan rahang mengeras.
"Tidak ada urusannya denganmu" kirey menjawab tak abis pikir dengan perkataan leon yang menurutnya tak masuk akal.
"Jelas urusanku, kamu sekarang adalah istriku" leon membungkuk ke arah kirey yang sedang duduk lalu mencengkeram kedua bahu kirey kuat.
"Aku tidak mau, lagi pula kami tidak memiliki hubungan apapun" ucap kirey bersikukuh.
"Kamu bilang tidak ada hubungan apapun? kamu lupa, pria itu adalah pria dari masa lalumu, pria yang masih kamu cintai, pria yang beberapa hari lalu masih kamu tangisi."
"Lalu kamu mengatakan jika kalian tidak memiliki hubungan apapun? jangan bercanda dan membuatku tertawa" sentak leon dengan kasar membuat kirey terdiam.
"Ingat jangan coba-coba berhubungan kembali dengannya tanpa sepengetahuanku."
__ADS_1
"Aku akan terus memperhatikanmu." kata leon seraya berdiri pergi meninggalkan kirey, sebelum emosinya semakin bertambah.
Leon tidak yakin dapat menahan emosinya lebih lama, jika terus beradu argumen dengan kirey.
"Jangan mencampuri urusanku, bukannya kamu sendiri yang berkata akan melakukan apapun untukku?"
"Maka biarkan saja, nanti mungkin aku akan berubah dengan sendirinya."
Mendengar kata tersebut, sean mencoba menghela nafas secara perlahan menenangkan emosinya yang hampir terlepas sambil berfikir untuk tetap berjalan.
Tapi bukannya diam kirey malah kembali berkata "aku memang masih mencintainya dan kamu tidak bisa memaksaku untuk merubah hal itu"
Kirey sedang mencoba membenarkan segala sikapnya, leon hanya diam mematung di tempat dan tiba-tiba berbalik.
Plak
Satu tamparan berhasil mendarat di pipi kirey, membuatnya terhuyung mundur selangkah sambil menatap pria di depannya dengan mata tidak percaya.
"Bagus sekarang kamu menunjukkan wajah aslimu" kirey berkata sinis sambil menahan pipinya yang sekarang terasa panas.
Bukan apa-apa tapi tadinya kirey sempat berpikir untuk menjalani kehidupan pernikahan yang baik-baik saja saat melihat kesungguhan leon.
"Apa kamu tak berfikir bagaimana perasaanku" tanya leon akhirnya.
"Kamu sudah menamparku dan kamu masih bertanya apa aku tak memikirkanmu?" sentak kirey dengan rahang mengeras serta tatapan mata tajam.
"Kamu yang membuatku berperilaku kasar, apa kamu masih berfikir bahwa yang kamu lakukan benar!" seru leon
"Aku memikirkanmu sehingga berkata untuk tidak ikut campur" balas kirey, ia mencoba membela diri.
"Aku tipe gadis yang keras kepala. Semakin kamu kekang, semakin aku melawan, sebaliknya jika kamu diam saja mungkin aku akan berubah pikiran."
"Memang benar jika aku masih bertukar pesan dengan sean, tapi aku juga tau benar bahwa sekarang kami tidak akan bersama lagi."
"Dan memang benar aku masih mencintai pria itu, dan kamu juga tau benar hal itu"
"Jangan memaksaku aku juga sedang berusaha dan mencoba menerima segalanya tetapi secara perlahan. Bukannya kamu setuju merubah segalanya pelan-pelan."
__ADS_1
"Kamu salah besar dengan sudah menamparku. Camkan ini leon bagaskara, di hatiku sekarang hanya ada rasa marah dan tak suka"
"Karena hanya rasa itu yang dapat aku berikan atas sikapmu." setelah mengucapkan serangkaian kata tanpa henti, kirey memilih untuk pergi masuk ke dalam kamarnya.
Kirey tidak ingin lebih lama berada di dekat leon yang hanya akan membuatnya terus mengeluarkan kata-kata kasar.
Sementara leon hanya bisa diam menatap kepergian kirey dengan menyesali apa yang telah ia perbuat, lalu berjalan keluar rumah agar dapat menenangkan pikirannya.
Dan tanpa mereka berdua sadari, sejak tadi mama dan papa melihat kejadian tersebut.
Dengan air mata dan wajah penuh kesedihan mama pergi menghampiri anaknya, sedangkan papa ian antara kesal dengan sikap kirey tapi tak tega melihat anaknya tersiksa.
Papa ian memang sudah merasa curiga seperti ada yang anaknya sembunyikan, tapi dia tidak tau bahwa putrinya memiliki kekasih lain sebelum pernikahannya.
Dan sekarang mendapati amarah menantunya. "Dengarkan apa kata suamimu, berhenti berhubungan dengan orang yang tidak jelas" putus papa ian
Papa menatap kirey dengan tatapan yang menunjukkan bahwa ucapannya mutlak, dan tak dapat di ganggu gugat.
"Iya pa" jawab kirey tak membantah, sebab tak ingin berdebat dengan papanya
Mama hanya diam saja, mama ike tau betul siapa sean, karena sebelumnya kirey pernah bercerita tentang sean.
Mama ike juga tau jika sean adalah orang yang sama dengan kekasih anaknya yang sempat menghilang dan membuat kirey setuju dengan perjodohan.
"Kamu memang bersalah tapi tidak seharusnya leon bersikap kasar" gumam mama ike.
Jam menunjukkan pukul 15.20, setelah berbincang dengan orang tuanya, kirey memutuskan keluar rumah.
Sepanjang jalan dia terus mengumpat, sambil sesekali menendang batu kerikil yang di lewatinya ."Aku membencimu leon, dasar pria tak tau di untung" kesal kirey begitu marah.
Ia masih tak dapat menerima jika dirinya di tampar oleh leon, baginya leon telah melakukan kesalahan yang fatal dengan tamparan tersebut.
Padahal dia ingin agar semuanya baik-baik saja, tapi pria itu justru semakin memperumit masalah dan membuat kirey semakin membencinya.
Walaupun terkesan egois karena masih berhubungan dengan sean, tapi kirey merasa berhak bahagia setelah semua yang dia alami.
Diapun tau bahwa dia salah, tapi dia sedang mencoba pelan-pelan dan dia ingin agar tidak ada yang mendesaknya.
__ADS_1
Kirey mulai memutar langkahnya menuju rumah nadira, karena hanya teman-temannya saat ini yang bisa membuat hatinya tenang dan meredakan sedikit emosinya.