KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
Bab 22. Malam penuh cinta


__ADS_3

Sepulangnya mereka dari kedai kopi, kirey yang sedang bercermin kembali memikirkan perkataan ami tadi. Ia bahkan sampai tak menyadari kehadiran leon yang telah berada di belakangnya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan ?" tanya leon sambil menyadarkan kepalanya di bahu kirey, di jawab gelengan kepala kirey.


"Apa kamu sedang memikirkan perkataan temanmu tadi ?" tanya leon, kirey melotot menatap leon kesal. Raut wajah kirey seolah bertanya, bagaimana bisa leon tau apa yang dia pikirkan.


"Hehe, selama 3 bulan menikah denganmu. Aku sering memperhatikan perubahan pada raut wajahmu, aku bahkan bisa tau dalam sekali liat apa yang kamu rasakan."


"Ekspresi kamu menunjukkan segalanya, bahwa kamu sedang memikirkan perkataan temanmu. Apa aku benar?" tanya leon tersenyum jenaka.


"Maaf" cicit kirey tertunduk


"Lihat aku" ucap leon, ia mengangkat dagu kirey dan membuat kirey menatapnya.


"Jangan merasa bersalah, tidak apa-apa. Aku yang memintamu untuk tidak memaksa diri, kita dapat melakukannya jika kamu telah siap." ucap leon mencoba meyakinkan kirey


Kirey diam cukup lama sambil terus menatap leon, entah apa yang di pikirannya. Leon ikut diam, menunggu respon dari istrinya.


"Aku telah memikirkan kembali apa yang aku lakukan sebelumnya, aku ingin meminta maaf, aku menyesalinya sekarang dan ingin memulai kembali dari awal."


"Jadi ayo kita lakukan" ucap kirey, ia lalu membuang muka menatap ke sembarang arah


Leon bangkit berdiri kemudian berlari ke luar kamar, selang semenit ia datang dengan membawa segelas air. "Minumlah" ucap leon, menyodorkan gelas ke arah kirey.


"Apa kamu yakin ?" tanya leon dengan mata menatap kirey penuh harap.


"Jangan banyak bertanya, lakukan saja atau aku akan berubah pikiran." jawab kirey gugup, ia tak berani menatap leon.


Tak membuang-buang kesempatan, leon mengambil gelas dari tangan kirey lalu meletakkannya di atas meja. Kemudian menuntun kirey ke tempat tidur.


Sesampainya mereka di tempat tidur leon malah terdiam, membuat suasana berubah canggung. Kirey merasakan jantungnya berdegup dengan kencang, ia masih tak berani menatap leon.

__ADS_1


Leon mendekatkan wajahnya mulai mencium istrinya, kirey merespon ciuman leon dengan menutup mata. Ia merasa jantungnya seperti akan meledak saking gugupnya, perutnya juga seperti akan mengeluarkan jutaan kupu-kupu.


Leon melepaskan ciumannya membiarkan kirey mengambil nafas, lalu ia membaringkan kirey dan dirinya "Apa kamu yakin ?" tanya leon sekali lagi dengan lembut.


Di jawab anggukan kepala kirey, leon mulai membuka pakaiannya memperlihatkan perutnya yang berotot.


Kirey menelan ludah, ia memberanikan diri memperhatikan keseluruhan tubuh suaminya. Ia melihat, tepat di bagian kiri pinggang leon ada sebuah tato dengan huruf S.


Kirey ingin bertanya tentang arti tato tersebut, tapi leon sudah lebih dulu mendekat lalu melepas pakaian kirey satu persatu.


Leon kembali mencium bibir kirey lembut, hingga turun ke leher. Tangannya bermain-main di bawah sana "Ini akan terasa sedikit sakit, boleh aku melakukannya ?" tanya leon meminta persetujuan.


Setelah mendapat jawaban setuju dari kirey, leon mulai menyatukan dirinya dan kirey mencoba selembut mungkin. Lalu dalam sekali hentakan leon berhasil masuk ke dalam sana.


Kirey hampir berteriak tapi mulutnya segera di tutup oleh tangan kekar leon, rasanya seperti bagian kulitnya di robek. Ia bahkan sampai meneteskan air mata karna merasa perih.


"Tenanglah, Aku minta maaf tapi ayo kita segera selesaikan. kamu akan segera terbiasa kedepannya " Ucap leon, ia kemudian melanjutkan kegiatannya


Hingga pelepasan pertama, leon terkulai di samping kirey. Ia membalikan tubuh kirey yang terlihat berkeringat agar menghadapnya, kemudian memeluk istrinya tersebut.


"Terima kasih" ucap leon tersenyum senang


"Apa boleh sekali lagi ?" tanya leon meminta persetujuan, kirey yang merasa malu menyembunyikan wajahnya di dada leon tak menjawab.


Setelah itu mereka mulai kembali bercinta tapi bukan hanya sekali melainkan sampai jam menunjukkan pukul 1 pagi, leon berhenti ketika melihat kirey sudah tertidur lelap.


Leon ikut tertidur tapi seperti tidak merasa puas, subuhnya leon kembali membangunkan kirey untuk kembali bercinta. Akibatnya mereka bangun kesiangan, mendapati omelan dari clara.


Kirey berjalan dengan susah, area ************ dan pinggangnya terasa nyeri seperti tertusuk. Hal itu tak luput dari pandangan clara


"Apa yang leon lakukan pada iparku ?" tanya clara, membuat drama di meja makan siang itu.

__ADS_1


Fia hanya menoleh sebentar, sedangkan ayah menatap kirey tersenyum "Sepertinya aku akan segera mendapatkan cucu" kemudian ayah dan clara sama-sama tertawa.


"Ayah ingin cucu perempuan atau laki-laki ?" tanya leon menggoda kirey, ia mencium puncak kepala istrinya di hadapan saudari-saudari dan ayahnya.


Kirey menatap leon kesal, ia merasa malu hendak berjalan pergi tapi di urungkan karena leon menahan tangannya. "makan dulu" bujuk leon merayu.


"Ayah senang melihat kalian berdua seperti ini, semoga rumah tangga kalian kedepannya tetap berjalan baik."


"Aamiin" jawab mereka semua serempak.


"Minggu sore ini, ajaklah istrimu untuk melihat pembuatan rumah kalian agar dia tau lokasinya dan mungkin ada yang dia ingin tambahkan mengenai rumah tersebut" ucap ayah


Leon dan ayah sekarang tengah duduk menikmati rokok di halaman depan rumah, setelah tadi selesai makan "Aku sampai lupa soal itu, untung ayah ingatkan."


"Kamu hanya perlu ingat untuk memberi ayah cucu secepatnya, kalau boleh ayah ingin cucu perempuan"


"Setelah ayah mengatakan hal itu, aku ingat harus melakukan sesuatu." Leon bangkit berdiri, pergi meninggalkan ayahnya menuju kamar.


Kirey sedang tiduran sambil memainkan ponselnya, di kejutkan dengan kedatangan leon yang memeluknya dari belakang "Apa yang kamu inginkan ?" tanya kirey menyelidik.


"Ayo segera beri ayah cucu" jawab leon kemudian tangannya mulai bergerak ingin membuka baju kirey.


"Apa kamu tidak merasa puas ? kita telah melakukannya berulang kali, aku bahkan merasa pinggangku sepertinya akan segera putus" ucap kirey kesal, menahan tangan leon.


"Aku telah berpuasa selama 3 bulan dan baru merasakan nikmatnya semalam, jadi jelas saja aku belum puas"


"Dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah puas, sekarang kamu telah menjadi kecanduan baru bagiku" setelah mengucapkan kalimat itu leon kembali melanjutkan kegiatannya.


Walau enggan karena merasa tubuhnya seperti akan remuk, kirey tak menolak. Ia bahkan menikmati apa yang leon lakukan pada dirinya. Kirey tau selama 3 bulan terakhir, leon telah banyak bersabar.


Setelah semua hal yang terjadi, kirey telah memutuskan untuk benar-benar melakukan kewajibannya sebagai istri. Ia merasa bersalah, karena selama ini banyak melakukan kesalahan.

__ADS_1


Mereka berdua sama-sama tertidur lelap setelah menghabiskan sore yang panjang dengan kegiatan yang di lakukan suami-istri.


__ADS_2