
Pagi-pagi sekali, kirey sudah terbangun dengan posisi leon memeluknya. Mereka berdua tidak mengenakan baju sehelai apapun.
Kirey beranjak berdiri mengambil handuk yang letaknya tak jauh dari tempat tidur dan langsung di pakainya, leon yang juga sudah bangun memperhatikan istrinya.
Leon merasa beruntung karena dapat melihat pemandangan indah itu tiap hari, setelah masalah sweter kemari selesai, hubungan mereka semakin dekat.
Ia bahkan selalu meminta haknya setiap ada kesempatan, tapi malamnya kirey malah mendapatkan tamu bulannya.
Leon yang mengetahui hal tersebut menghela nafas kasar, ia terpaksa harus berpuasa selama 7 hari. Kirey mencoba untuk tidak tertawa melihat kegelisahan suaminya.
Leon yang merasa kesal hanya bisa membenamkan kepalanya di leher kirey, ia kemudian mencium leher istrinya, hanya itu yang bisa dia lakukan sekarang.
Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi, ketika bangun leon tak menemukan kirey di tempat tidur. Melihat pintu kamar mandi yang terbuka, leon berjalan mendekat.
Ternyata kirey sedang mandi di bawah guyuran air shower, melihat hal itu seketika birahinya yang tidak tersalurkan semalaman datang lagi.
Leon membuka bajunya kemudian berjalan mendekati istrinya. Kirey kaget ketika seseorang memeluknya dari belakang, ia tak menyadari kedatangan suaminya.
Dan terpaksa pagi itu ia menuruti keinginan leon dengan bermain menggunakan cara lain, leon mengajari hal yang dapat memuaskan suaminya tanpa harus bercinta.
Siang Harinya, ayah memperhatikan kirey yang sedang memijat kakinya di ruang tengah.
Kedua tangan kirey sibuk *******-***** ujung kaki milik ayah, sedangkan matanya sesekali menatap ke arah layar tv.
"Kirey.." Panggil ayah.
"Ayah sudah tua, entah sampai kapan akan terus sehat. Semoga kalian berdua dapat segera memberi ayah cucu secepatnya." Kirey mengaminkan.
"Ada yang ingin ayah bicarakan, ini tentang sukma" Jeda ayah. Karena melihat kirey diam tak merespon. "Kamu tidak terlihat kaget mendengar nama tersebut? Rupanya leon telah memberitahu tentang perempuan itu."
"Ayah akan mengatakan ini. Setelah beberapa kali datang perempuan itu ke rumah ini, ayah dapat melihat sifatnya yang tidak baik. Ayah takut dia akan membuat masalah pada rumah tanggamu dan juga leon." Kirey terhenyak mendengar penuturan ayah mertuanya, namun kemudian kembali tersenyum.
"Ayah tidak perlu terlalu khawatir, hubunganku dan leon akan tetap baik-baik saja" ucap kirey meyakinkan.
"Ayah titip leon padamu, ayah sangat merasa bersyukur karena sekarang leon sudah banyak berubah dan itu semua berkat kamu."
__ADS_1
Leon yang rupanya mendengar percakapan antara ayah dan kirey, tersenyum membenarkan ucapan ayahnya.
Malamnya, leon mendapat telfon yang mengatakan bahwa ada masalah pada lahan tanah milik ayahnya yang berada di kota sebelah. Mau tak mau besok ia harus pergi mengurusnya besok pagi, karena ayah sudah menyerahkan tugas tersebut padanya.
Leon merasa berat hati dan tak ingin meninggalkan kirey seorang diri, bisa saja ia membawa kirey bersamanya tapi istrinya pasti akan merasa bosan di sana.
Leon kembali mengingat awal perjumpaannya dengan kirey, ia ingat dengan benar kulit istrinya berubah kemerahan efek berada di bawah terik matahari.
Maka dari itu, ia tak ingin mengajak istrinya karena ia akan turun ke lapangan terbuka selama seminggu. Karena mereka akan pergi bekerja, bukan berlibur.
Malam ini karena kirey masih datang bulan, leon hanya bisa merasa cukup puas dengan bermain-main bersama istrinya menggunakan cara lain tersebut.
Besok paginya, kirey bangun dengan kondisi tangan pegal dan ia melihat banyak sekali tanda kemerahan pada leher dan dadanya, hasil perbuatan leon semalam.
"Perginya jangan terlalu lama." Ucap kirey dengan wajah menekuk, ia sedang berusaha mengompres bekas merah pada lehernya menggunakan air es.
"Belum pergi saja sudah kangen." u
Ucap leon, ia mengambil bungkusan es dari tangan kirey lalu membuangnya sembarang arah.
Leon lalu kembali membuat tanda merah baru di leher istrinya. Kirey membulatkan matanya sempurna, ia lalu mendorong tubuh leon menjauh sekuat tenaga.
"Sudah pintar menunjukkan perasaan ya sekarang!" Leon memeluk, dan mencium kening istrinya. Lalu mengacak pelan rambut istrinya, sebelum akhirnya berangkat pergi.
.
.
.
Sudah 6 hari sejak kepergian leon. Kirey yang merasa bosan, hari ini memutuskan untuk pergi berkumpul dengan teman-temannya. Setelah tadi berpamitan pada ayah dan juga clara sekarang ia telah berada di kedai kopi.
"Coba lihat siapa ini?" Tanya ami, seperti biasa dengan kehebohannya.
"Mana suamimu." Tanya telix sambil melihat ke arah depan.
__ADS_1
"Sedang ke luar kota"
"Aku merindukanmu, kamu sudah jarang berkumpul dengan kita." Nadira sambil mencium pipi kanan dan kiri kirey, lalu mereka saling berpelukan.
"Aku sekarang sedang menikmati peranku sebagai seorang istri, ternyata tidak seburuk yang di bayangkan" ucap kirey.
Nadira melepaskan pelukannya, ia mengedipkan matanya berkali-kali lalu kemudian menatap telix dan ami bergantian, mereka bertiga kemudian serempak tertawa bersama.
"Jadi kalian telah bercinta? Rasanya enak bukan?" Tanya ami menyelidik.
"Sangat enak" jawab kirey enteng, membuat mereka semua kembali tertawa.
"Aku tak sabar ingin segera menggendong ponakan." Ucap nadira kembali menggoda, setalah itu kirey menjadi bahan olokan teman-temannya.
"Aku merindukanmu." Ucap kirey yang kini tengah berbincang dengan leon melalui sambungan telfonnya
Kirey merasa sangat ingin melihat suaminya, setelah tadi ia dan sahabatnya hanya membahas tentang leon, dapat kirey dengar leon terkekeh di seberang sana.
Jam menunjukkan pukul 20.00 ketika sebuah tangan memeluk pinggang kirey dari belakang
"Aku juga merindukanmu." Ucap leon, sebelah tangan kanannya memegang ponsel sedangkan tangan kirinya ia lingkarkan di pinggang kirey.
Leon kemudian meletakan hpnya di meja yang berada tepat di sebelahnya kemudian ia membalikan badan kirey lalu mencium istrinya.
"Apa kamu telah selesai datang bulan?" kirey mengangguk sebagai jawaban.
Leon kemudian menarik kirey agar duduk ke tempat tidur, ia memegang wajah istrinya dan mencium bibir kirey pelan. Dilepasnya baju kirey lalu mendorongnya mundur ke tempat tidur.
Ia lalu membuka baju yang di kenakannya, lalu kembali mencium istrinya sambil berbisik. "Malam ini aku akan melakukannya sampai puas."
Kirey melotot menatap leon ingin memprotes, leon tertawa tak memperdulikan respon istrinya.
"Sebaiknya kamu mandi dulu, bau." Kirey mendorong tubuh leon menjauh.
"Ah lama." Ucap leon kemudian mencoba mencium kirey, namun kirey menggelengkan tetap pada pendiriannya.
__ADS_1
Leon manarik nafas panjang "Baiklah kita mandi bersama." Putus leon pada akhirnya, ia menarik tangan kirey ke masuk menuju kamar mandi.
Lalu malam itu mereka lewati dengan panjang, kirey melayani suaminya dengan ekstra. Mereka melakukannya berkali-kali.