KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
49. Pertengkaran


__ADS_3

Sesuai kesepakatannya semalam dengan papa ian untuk datang lagi hari ini, pagi-pagi sekali leon sudah bangun. Sebelum berangkat, tak lupa ia mengemasi hampir semua pakaian milik kirey ke dalam tas. Leon hanya bisa menurut saja karena ingin masalahnya cepat selesai.


Sebelum pergi leon menyempatkan untuk makan pagi. Ada ayah dan clara yang telah lebih dulu berada di meja makan, masing-masing diam sibuk dengan makanannya.


"Tumben kamu bangun sepagi ini" Ledek clara begitu leon menarik salah satu kursi untuk duduk makan.


"Ucapan kamu seperti aku tak pernah bangun pagi saja"


Clara tersenyum meledek sambil memutar bola mata jengah


"Istrimu belum pulang?" Tanya ayah.


"Sepertinya tidak, papanya sangat marah tentang kejadian kemarin"


Ayah tama mengangguk-anggukkan kepala, lalu diam tak lagi berkata apa-apa.


"Ada apasih dengan istrimu itu. Dia sendiri yang setuju tapi dia juga sekarang yang marah-marah" ucap clara.


"Ini semua juga karena kamu memberi dia ide untuk tidak memberitahu orang tuannya, lihatlah sekarang malah aku yang di salahkan." leon menyalahkan clara.


"Huh, dasar laki-laki tak tau diri. Bukannya introspeksi diri malah menyalahkan orang lain" clara bangkit dari kursi, ia tak lagi berselera makan dan karena tak ingin berdebat dengan adiknya.


Leon juga ikut bangkit tak jadi melanjutkan makan pagi. Ia segera bergegas mengambil tas dan menuju garasi, lalu menyalakan mobilnya berjalan dengan pelan keluar dari kompleks perumahan elite tersebut.


Saat sudah sampai di depan rumah kirey. Leon merasa jantungnya berdegup tak karuan, tangannya sampai mengeluarkan keringat dingin. Ia menjadi sedikit ragu untuk memasuki rumah kirey yang sudah ada di depan matanya.


Leon baru dapat tertidur jam 4 pagi tadi sebab dari semalam ia terus memikirkan apa yang akan terjadi hari ini. Walaupun masih tak faham letak kesalahannya di mana, namun leon tau jika kirey sedang marah padanya.


Jika tentang sukma. Mereka berdua kemarin hanya menandatangi surat nikah tanpa menjalani akad, sama sekali tak bisa di katakan sebagai pernikahan.

__ADS_1


Tak ingin memikirkannya sendiri. Leon akhirnya memutuskan turun dari mobil, "Santai saja, jangan terlalu tegang" sugesti leon pada diri sendiri, ia lalu mengetuk pintu.


Leon menunggu hampir semenit sampai pintu rumah itu terbuka, mama menyuruhnya masuk. Suasana rumah masih sepi, papa ian tak terlihat. Mama langsung menuju ke dapur sehingga leon memutuskan langsung masuk ke kamar kirey.


"Apa kamu marah?" leon memeluk kirey dari belakang, begitu masuk ia langsung naik ke tempat tidur. Leon tau jika kirey sudah bangun dan hanya sedang berpura-pura menutup mata.


Sementara kirey diam tak menjawab.


"Sebenarnya apa yang membuatmu marah"


Pertanyaan leon sontak membuat kirey membalikan badannya cepat, ia segera duduk. Nafasnya naik turun menahan amarah, air matanya penuh membasahi pipi.


Plak


"Hal yang paling tidak aku sukai darimu adalah sifat kamu yang selalu merasa benar." Ucap kirey dengan sesenggukan. Ia menarik nafas lalu membuangnya, dilakukannya secara berulang untuk meredakan amarahnya.


"Kamu membohongiku, katamu itu bukan anakku namun perempuan itu dapat menunjukan bukti kalau itu memang anak kalian" ucap kirey pelan.


"Tetap saja kamu menikahinya" Kirey mulai berteriak.


"Syutt, tenanglah." Leon segera memeluk kirey, "Bukannya kamu yang menyetujui hal itu? Lagi pula kami tidak benar-benar menikah secara agama" Leon mengusap-usap punggung kirey.


"Bukan tentang itu saja, keluargamu bahkan seolah-olah menyetujui hubunganmu dengan sukma." Kirey melepaskan tangan leon darinya.


"Lihatlah, kakakmu bahkan tidak meminta maaf atas ucapannya semalam" ucap kirey merasa tersinggung.


Sebenarnya kirey tak terlalu marah awalnya, ia juga berfikir kalau pernikahan leon dan sukma hanya kamuflase karena tidak melewati prosedur akad. Namun ia menjadi begitu kecewa dan marah sebab reaksi keluarga leon yang seolah-olah mendukung hubungan leon dan sukma.


Sikap ayah tama yang hanya diam saja, di tamba ucapan clara yang melarangnya untuk memberitahu masalah yang terjadi pada orang tuanya. Ia semakin kesal ketika ayah dan clara, satu keluarga itu turut mengantar leon ke kediaman sukma.

__ADS_1


Jika itu hanya sekedar kamuflase kenapa harus di antar keluarga segala? Bukannya leon sebagai perantara saja sudah cukup. Apa mereka tidak memikirkan perasaan kirey sebagai istri sah serta menantu keluarga mereka yang sebenarnya?


Leon diam saja tak menjawab pertanyaan kirey, sebenarnya ia juga merasa ucapan clara semalam salah namun kemudian ia mengungkapkan kalimat yang membuat kirey bertambah marah. " Tapi aku tidak mengetahui apa-apa soal ucapannya itu."


"Kamu mulai lagi" ucap kirey tertahan. "Sampai kapan kamu akan begini? Sampai kapan kamu akan terus-menerus tidak tau diri?" Suara kirey mulai meninggi satu oktaf.


"Akui saja kesalahanmu, jelas-jelas ucapan clara itu salah. Dan apa katamu tadi kamu tidak tau apa-apa?"


"Sialan" umpat kirey kesal. "Sekarang kamu sudah tau, tapi kamu masih tidak ingin mengakui kesalahanmu dan keluargamu. Sejak datang tadi, kamu bahkan tidak mengucapkan satu kata maafpun. Aku sungguh kecewa denganmu"


"Baiklah aku minta maaf untuk kesalahan yang clara lakukan serta sikap ayah juga, dan aku juga minta maaf atas kesalahanku"


"Pulanglah" Kirey menarik tangan leon agar keluar dari kamarnya.


"Sekarang apalagi salahku? bukannya aku sudah minta maaf." Leon menjadi bingung.


"Kamu tidak mengerti leon. Ada dua tipe orang ketika meminta maaf. Yang pertama adalah, ia meminta maaf karena benar-benar merasa bersalah dan mengakui kesalahan yang ia perbuat. Lalu yang ke dua adalah, ia yang meminta maaf karena ingin agar masalah cepat selesai dan tak ada perdebatan selanjutnya."


"Dan kamu adalah tipe yang ke dua. kamu meminta maaf karna hanya ingin mengiyakan saja semuanya, kamu meminta maaf agar aku diam. Bukan karena kamu tau kesalahanmu"


"Memangnya apa bedanya? sama saja aku sudah minta maaf."


Kirey syok mendengar ucapan leon, tak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu. Bagaimana bisa pria yang selama ini selalu bersikap baik dan memanjakan dirinya bahkan tak mengerti hal sesepele ini.


"Begini saja, setidaknya jika kamu tidak merasa bersalah. Minta maaflah karena kamu mencintaiku."


"Tadi kan aku sudah mengatakan maaf" ucap leon ulang, ia terlihat mulai kehilangan kesabaran.


"Baiklah kalau begitu, sekarang aku akan bertanya. Apa kesalahan yang kamu lakukan sehingga kamu minta maaf" Kirey menatap leon serius.

__ADS_1


Leon menarik nafas kesal, "Kamu tadi menyuruhku pulang, yasudah aku pulang dulu."Leon mencium kening kirey, lalu membalikan badannya tanpa menjawab pertanyaan tadi.


__ADS_2