
Kirey tersenyum senang ketika merebahkan badan pada kasurnya yang empuk, setelah 3 hari berlibur yang terasa sangat panjang dan sangat melelahkan.
Tak pantas di sebut liburan karena terlalu berat untuk di ulang bahkan ketika tadi sampai di rumah, mertua,dan iparnya beraksi sangat berlebihan ketika melihat kepulangan mereka.
Leon menjadi marah-marah, sebab ia merasa paling di rugikan dalam liburan kali ini. Leon sangat kesal sebab jangankan membuat cucu, prosesnya saja tidak dapat ia lakukan.
Suaminya tersebut, kini sedang berada di dalam kamar mandi, setelah tadi melepaskan kekesalannya dengan mencium kirey secara brutal. Hal itu leon lakukan, ketika mereka baru saja memasuki kamar.
Yah bagaimanapun, kirey faham dengan kekesalan leon yang tidak dapat menikmati hal-hal mesra selama mereka berlibur kemarin.
Padahal rencana leon berlibur adalah untuk membuat anak secepatnya ckckc.
Ceklek !
Suara pintu kamar mandi menyadarkan kirey dari lamunannya, ia melangkah mendekati leon yang handuk di pinggangnya.
Awalnya leon masih menatapnya kesal sambil menekuk wajahnya. Tapi tak lama kemudian, leon merangkul pinggang kirey mendekat.
Kini keduanya hanya berjarak beberapa cm saja. kirey terkekeh, ia merasa lucu dengan tingkah suaminya.
"Kenapa kamu menjadi marah kepadaku?" kirey balas merangkul pinggang leon.
Tanpa menjawab, leon kembali mencium bibir kirey, tapi kali ini dengan lembut.
Setelah merasa puas, leon kemudian mengangkat tubuh kirey di bahunya. Membawa istrinya tersebut, lalu ia banting tubuh kirey di atas kasur.
Kirey semakin tertawa
"Kamu sedang mengolok-olokku bukan?"
"Bagini saja, sebagai ganti aku yang tidak mendapat jatah saat liburan kemarin, sekarang kamu harus menembusnya" leon kemudian melepas handuk, dan melemparnya sembarang arah.
Ia mencium leher kirey, kemudian turun ke dada, meremas dua benda milik istrinya. Melihat kirey sudah bergairah, tangan leon kemudian hendak membuka celana milik kirey.
""Tunggu dulu, aku sedang halangan!" Seru kirey cepat, ia segera menahan tangan leon.
"Sialan" umpat leon kesal, ia kemudian merebahkan badannya lemas di samping kirey.
"Hampir saja aku lupa, tahanlah sampai 4 hari ke depan" kirey kemudian merapikan pakaiannya, lalu bergegas keluar kamar sebelum leon meminta haknya dengan cara yang lain.
__ADS_1
"Aww!" seru kirey, ketika pinggangnya membentur unjung meja yang ada pada ruang tengah.
Merasa perih, kirey kemudian melihat ada darah di baju bagian bawahnya.Ia menyingkap sedikit bajunya ke atas, dan benar saja bahwa pinggangnya berdarah, bahkan sedikit robek di sertai memar kebiruan.
Tubrukan dengan meja tadi memang sangat kuat. Saat itu, ia tengah berlari sambil menengok ke belakang sehingga tak melihat meja di depannya.
"Hua..." Teriak clara histeris ketika melihat luka dan darah milik kirey, leon dan ayah datang sambil berlari panik.
"Ada apa?" tanya ayah
"Dia terluka" jawab clara, ia kemudian berjalan mengambil kotak p3k yang berada pada lemari di ruang tengah itu.
"Hah, luka dimana ? coba sini, biarkan aku lihat" ucap leon
"Minggir" clara mendorong tubuh leon menjauh, sebelum saudaranya itu sempat memeriksa.
Clara menuntun kirey agar duduk, kemudian ia menyingkap sedikit baju kirey dan mengobati luka iparnya tersebut dengan hati-hati.
"Sudah selesai aku plester, tapi untuk berjaga-jaga sebaiknya kamu bawa dia periksa ke rumah sakit"
"Tunggu sebentar" ucap leon, ia berlalu pergi kemudian kembali lagi dengan kunci mobil di tangannya.
"Tidak usah aku hanya perlu beristirahat" potong kirey, ketika leon telah membantunya berdiri.
"Sudah aku katakan tidak usah" kirey ngotot, ia berjalan masuk ke kamarnya dengan langkah pelan.
Leon menarik nafas kesal, istrinya itu masih saja keras kepala seperti biasa.
Malamnya. hampir 30 menit kirey masuk kamar mandi tapi belum juga keluar, leon yang menunggu di luar sudah merasa khawatir.
"Sayang, are u ok?" tanya leon. Ia merasa sedikit lega ketika mendengar kirey mengatakan, kalau ia baik-baik saja dari dalam.
Sedangkan kirey di dalam kamar mandi sedang merasa bingung, sebab setelah tadi mengganti perban pada pinggangnya.
Ia berniat ingin mengganti pembalut, namun tidak ada darah sama sekali pada pembalut yang telah ia pakai.
Hal itulah yang membuat ia duduk menunggu di dalam kamar mandi hingga 30 menit lamanya, tapi setelah menunggu lama, darah tak juga keluar.
Karena baru 3 hari, harusnya sekarang adalah masa ketika darah haidnya keluar dengan lancar. akhirnya ia memutuskan untuk keluar saja dari kamar mandi karena leon terus saja berteriak dari luar.
__ADS_1
Kirey mencoba untuk tak memusingkan hal tersebut.
Hingga besoknya, ia harus menginap di rumah papa dan mama sebab ayah, dan leon bahkan clara harus pergi ke luar kota sebab urusan pekerjaan.
5 hari kemudian leon pulang duluan, sedangkan ayah dan clara masih menetap di luar kota, jadi malam ini hanya ada mereka berdua di rumah.
Sehari sebelum pulang, leon sudah mengingatkan agar dirinya harus melayani suaminya dengan baik ketika ia pulang nanti, mengingat hampir 2 minggu mereka tak pernah bercinta.
Dan inilah yang terjadi, suara ******* kirey memenuhi ruangan. Sudah 4 kali melakukan, namun leon belum merasa puas, hingga kirey terbaring tak berdaya setelah pelepasan ke 5.
Luka kirey telah kering walau belum sepenuhnya sembuh, leon mengambil gelas air yang berada di atas meja samping ranjang, ia membatu kirey minum, kemudian membaringkan istrinya lalu memeluk tubuh kirey dari belakang.
"Aku sudah selesai haid sejak 6 hari yang lalu" ucap kirey setelah mereka berdua diam cukup lama.
"Masa sih? 6 hari yang lalu, berarti waktu kamu terluka?" tanya leon tak percaya.
"Sepertinya begitu'" jawab kirey tak yakin.
"Bukannya waktu itu, aku sempat ingin melakukan namun kamu masih haid?"
"Entahlah, aku juga berfikir begitu, tapi yang jelas ketika aku mengeceknya tak ada darah yang keluar sama sekali hingga sekarang"
"Apa perlu kita periksa ke dokter?" tanya leon
"Biarkan saja, aku sudah bertanya pada kenalanku dan katanya itu normal, saudara perempuanku juga ada yang haid cuman 3 hari" jawab kirey
Leon menganggukkan kepala mengerti, namun kemudian dia melepaskan pelukannya, ia membalikan tubuh kirey agar dapat menghadapnya.
"Kenapa kamu tidak mengatakan sejak awal?" tanya leon dengan wajah masah
"Karena kamu tidak bertanya" jawab kirey, ia kemudian tertawa.
Mendengar jawaban istrinya leon tak terima, ia kembali menyerang kirey lagi hingga kirey meminta ampun. Seolah tak merasa puas, subuhnya leon kembali membuat kirey melayaninya.
Hingga paginya, kirey kembali merasa badannya seperti akan remuk. Leon memutuskan agar kirey tak keluar dari kamar hingga merasa lebih baik.
Leon melayani kirey dengan baik, membantu istrinya mandi dan memesan makanan delivery untuk kirey, kejadian itu terjadi hingga 2 hari berturut-turut.
Ketika pagi pada hari 3, kirey di kejutkan dengan teriakan clara, ia keluar dan melihat kondisi rumah yang berantakan.
__ADS_1
Bekas putung rokok, dan bungkusan snack bertaburan di mana-mana. Leon, anton dan tomi sebagai pelaku utama sedang di omeli oleh clara, iparnya tersebut sekarang sedang menatapnya kesal.
"Aku sedang sakit dan tidak tau apa-apa" setelah mengatakan itu kirey kembali masuk ke kamarnya sambil terkekeh, ia mendengar clara semakin mengomel.