KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
Bab 21. Rumah tangga membaik


__ADS_3

Seperti janji leon sore tadi, untuk mengajak kirey makan malam di luar rumah. Mereka kini sedang menikmati makan malam,di salah satu restoran seafood.


"Benar yang kukatan" ucap kirey setelah melahap sepotong udang.


"Apanya yang benar?" tanya leon


"Sudah aku duga, kakakmu akan menyalakan sikapmu padanya, kepadaku. Dia bahkan marah soal kamu yang sudah tidak memberikan uangmu lagi padanya."


"Sebaiknya kita tinggal di rumah yang berbeda dari keluargamu, aku merasa risih dengan sikap clara" ucap kirey jujur.


"Jangan terlalu menghiraukan ucapan clara, cara bicaranya memang seperti itu dan soal rumah."


"Ayah sudah membeli tanah untuk pembuatan rumah yang akan kita berdua tinggali, dan sekarang rumahnya sedang dalam tahap pembangunan."


"Nanti aku akan mengajakmu untuk melihat proses pembuatan rumahnya, jadi untuk sementara kita tinggal dengan keluargaku dulu."


"Ingat, kamu masih sedang di awasi soal perbuatanmu kemarin jadi kita tidak bisa tinggal di tempat lain" ucap leon menatap kirey yang telah selesai dengan makanannya.


"Aku hanya merasa bosan karena tidak ada yang dapat melakukan apapun di rumahmu, bahkan hp juga tidak punya" kesal kirey, menatap leon kesal.


"Gunakan uang dariku tadi untuk membeli hpmu, lakukan sesukamu. Asal tidak kamu gunakan hp itu untuk menghubungi orang yang tidak seharusnya" tekan leon.


"Ayo pulang" ucap kirey mengalihakan pembicaraan, merasa tak perlu merespon ucapan leon.


Sepanjang perjalanan mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing saling mendiamkan, sampai di rumah mendapati ayah di depan teras rumah.


"Kemarilah" panggil ayah kepada kirey, lalu ia berjalan mendekat ayah mertuanya yang terlihat sedang sibuk menghitung uang.


"Ayah dengar hpmu di rusak leon?" tanya ayah, di jawab anggukan kirey.


"Ambilah ini untuk membeli yang baru, dan ini untuk membeli keperluanmu, lalu ini untuk membeli apa yang ingin kamu makan" ucap ayah seraya menyerahkan setumpuk demi setumpuk uang.


"Lalu untukku?" tanya leon


"Tidak ada, ini hanya berlaku untuk menantu perempuanku" tegas ayah tama.


"Terimah kasih ayah" ucap kirey senang, ia menatap leon sambil tersenyum jenaka

__ADS_1


"Kata leon tadi ayah sedang membuat rumah" tanya kirey mencoba mendekatkan diri.


"Rumah itu sudah ayah buat sejak awal kamu menerima lamaran dari kami, ayah tau kamu merasa tidak nyaman berada di rumah ini."


"Tapi untuk sementara menetaplah di sini dulu, ayah masih ingin banyak berbincang denganmu. dan jangan kamu pedulikan ucapan clara." ujar ayah.


"Baik ayah" kirey mengiyakan, sambil menatap leon bingung.


"Apa yang kamu ceritakan pada ayahmu?" bisik kirey bertanya pada leon tapi leon hanya tersenyum.


"Jangan terlalu di masukan ke dalam hati ucapanku, diriku memang seperti ini. Nanti kamu juga akan terbiasa" ucap clara, ia baru datang bersama fia.


Kirey tak menjawab, malah berjalan mendekati ayah tama, lalu duduk di samping ayah mertuanya.


"Jika dia sedang banyak bicara, dengarkan saja jangan di tanggapi. Tapi jika kamu mempunyai keberanian lebih, balas saja ucapannya."


"Aku tak sabar melihat drama kakak dan adik ipar berkelahi" ucap fia tertawa, bahkan leon, ayah, dan clara juga ikut tertawa.


Kirey menatap mereka tak mengerti, tapi hari-hari berikutnya di lewati kirey dengan omelan clara tanpa henti, diapun sekarang faham apa arti ucapan fia waktu itu.


Clara terus saja mengemol tanpa henti kepada siapapun yang dia anggap salah, bahkan ayahnya pun ikut di omeli.


Kirey mulai belajar memasak, awalnya dia hanya duduk memperhatikan, setelah itu clara mulai menyebutkan jenis dan nama dari berbagai macam bumbu.


Selanjutnya clara mulai mengajarkan cara-cara mudah memasak, dari cara menakar rasa makanan, kemudian bagaimana membedakan makanan telah matang atau belum.


Awal percobaan pertama. Ia memasak ikan gurame kuah santan, kuah dari ikan terasa sangat asin. dilanjutkan percobaan ke dua adalah membakar ikan.


Ikan tersebut akhirnya gosong, karena kirey sibuk memperhatikan hp yang baru dia beli sampai lupa melihat api yang sudah menyala besar.


Setelah hampir dua minggu belajar, dan setelah sabar menahan panasnya telinga karena omelan dari clara. kirey kini sudah lumayan bisa dan tau memasak.


Walau sesekali rasa makanan kadang masih terlalu asin, atau terlalu hambar. Tapi itu merupakan kemajuan besar karena kirey jenis orang yang mudah faham.


Hubungan kirey dan leonpun sudah mulai membaik, walau masih belum mencintai tapi setidaknya kirey merasa dia sudah sepenuhnya menerima leon sebagai suaminya.


Kirey bahkan sekarang sudah mulai memperhatikan leon, mulai dari menyiapkan makan, mencuci baju serta mengurus keperluan leon yang lain.

__ADS_1


Karena hal itu akhir-akhir ini kirey jarang berkumpul dengan teman-temannya, dan malam ini ia memutuskan untuk bertemu dengan para sahabatnya di kedai kopi langganan mereka.


"Lihatlah siapa ini" tanya telix, meliriknya sambil menahan tawa.


"Pengantin baru kita" jawab ami, di ikuti tawa nadira.


"Apa yang kalian tertawakan?" tanya kirey kesal dengan tingkah mereka bertiga.


"Tidak ada, kami hanya menyebut kembali kedatanganmu" jawab telix.


"Kamu membawa kakak ipar juga" ucap ami seraya merangkul lengan leon lalu. menariknya duduk di sampingnya"


"Jangan mulai genit dengan suami orang" ucap kirey.


Semua orang menjadi diam mendengar ucapan kirey, namun semenit kemudian semuanya kembali tertawa. telix sampai jatuh dari kursinya karena terlalu asik tertawa.


"Akhirnya kamu mengakui dia sebagai suamimu juga" ucap telix setelah bangkit berdiri merapikan diri.


"Dari awal dia memang suamiku bukan?" tanya kirey berpura-pura tak mengerti, ia tak ingin salah bicara, jika tidak dia tidak akan berhenti menjadi bahan candaan malam ini.


"Sudahlah jangan membahas masa lalu, merusak mood saja, lihatlah kalian sampai mengabaikan ipar kita" ucap nadira, membuat semua menatap leon.


"Rokok" tawar telix seraya menyerahkan sebungkus rokok kepada leon tapi belum sempat leon mengambil, ami sudah lebih dulu merampas rorok tersebut.


"Malam ini, kak leon yang akan mentraktir kami" ucap ami kemudian.


"Tidak masalah" jawab leon, membuat kirey menatapnya kesal.


"Kenapa kamu ladeni mereka ? jangan di hiraukan, mereka memang sedikit tidak waras" ucap kirey berbisik mendekat ke arah leon.


"Sebagai ucapan terimah kasihku kepada meraka, karena selama ini sudah menjagamu dan mendukungmu selama ini."


"Dan juga sebagai rasa syukur karena akhirnya kamu mengakuiku sebagai suamimu." ucap leon sambil mengedipkan sebelah matanya.


Kirey tak menjawab, ia memukul lengan leon lalu kembali mengarahka pandangannya kepada teman-temannya, hal yang di sesalinya kemudian.


"Jangan memamerkan kemesraan kalian disini nanti saja kalau sudah di rumah, kalian bisa bermesraan sepuasnya" ledek telix.

__ADS_1


"Apa aku perlu mengajarimu caranya? ngomong-ngomong apa kalian sudah pernah tidur bersama?" tanya ami, di balas plototan kirey.


Leon membuang muka sembarang arah, kirey mencubit pipi ami, nadira dan telix kemudian tertawa dan selanjutnya teman-temannya tak berhenti menggoda kirey dan leon.


__ADS_2