KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
Bab 17. Kumpul keluarga


__ADS_3

Sorenya ketika pulang dari rumah nadira, kirey mendapati leon tengah menunggunya di depan pintu kamar.


"Nanti malam aku tidak bisa datang, jadi sekarang aku sempatkan untuk melihatmu" ucap leon begitu melihat kirey.


"Aku tidak bertanya" ketus kirey.


"Kali ini apalagi? apa yang membuatmu risih?" tanya leon melihat tingkah kirey yang masih tak baik meresponnya.


"Kamu masih bertanya setelah keluargamu memanfaatkan papa dan mama sebagai kelemahanku ?" tanya kirey menatap tajam leon.


"Sekarang aku balik bertanya


apa kamu masih belum sadar dengan apa yang kamu lakukan selama ini ?"


"Perempuan bersuami yang pergi kabur dari rumah, mengikuti pria mantan kekasihnya."


"Sudahlah akui saja kesalahanmu, intinya jika kamu sedikit saja bisa berfikir tentang perasaan orang lain, orang tuamu tak akan sampai harus terlibat."


"Untunglah keluargaku tidak mengetahui alasan utama kamu kabur, yang mereka tau kamu kabur karena tak menerima pernikahan kita."


"tapi jika mereka sampai tau kebenarannya, aku tidak tau apa yang dapat mereka lakukan kepadamu, dan keluargamu."


Kirey menatap mata leon dengan kesal, tapi setelah itu ia menunduk, mengakui bagaimana bisa selama ini ia begitu buta sampai melakukan banyak sekali pelanggaran.


"Jika kamu memang segitunya mencintai dia, kenapa kamu tidak menolak perjodohan kita ? kenapa kamu harus menerimanya ?"


"Tidak ada yang memaksamu menerima pernikahan ini awalnya, kamu bisa saja dengan tegas berkata tidak atau bahkan kamu bisa kabur seperti yang kamu lakukan kemarin, itu lebih baik."


"Karena setidaknya aku, keluargaku, bahkan orang tuamu takkan terlibat dengan urusan percintaan kamu" ucap leon menyudutkan.


"Aku akan bertanggung jawab atas sikapku" putus kirey yakin.


.


.


.


Jam berganti, hari sudah beranjak malam. Sejak percakapannya dengan leon sore tadi, kirey merasa sedikit tersadarkan dengan sikapnya selama ini.


Kirey menjadi lebih banyak diam, suara ketukan pintu membuat ia mengalihkan perhatiannya ke depan, ia segera beranjak pergi melihat.

__ADS_1


Benar saja, keluarga leon telah datang. Ada ayah tama, bi asih, dan juga clara sedangkan leon tidak nampak.


"Silahkan masuk, tunggu sebentar aku akan memanggil papa-mama" ucap kirey mencoba tersenyum, tiba-tiba dia merasa gugup.


"Sepertinya adikku terlalu baik kepadamu, sampai kamu berani bersikap tidak tau diri begini" bisik clara.


Entah sejak kapan, ia telah berada di samping kirey sambil terlihat menuangkan air pada gelas yang dia pegang.


"Tidak ada urusannya denganmu" saut kirey tak terima, ia menatap clara kesal tak berusaha menyembunyikan wajah tak sukanya kepada kaka iparnya tersebut.


"Jelas ada hubungannya, bagaimna tidak ini tentang adik laki-lakiku satu-satunya" balas clara mendelik tajam.


"Aku sudah kembali sesuai keinginanmu, jangan membuatku muak dan kembali pergi atau kamu memang sengaja ingin agar aku dan adikmu berpisah" tuduh kirey.


"Tutup mulutmu" hardik clara marah.


"Kamu yang mengacaukan segalanya, dengan drama kepergian kamu. Jangan coba-coba menyalahkan orang lain."


"Jika kamu ingin pergi lagi, silahkan coba saja " setelah mengatakan hal itu clara berjalan pergi dengan sengaja mendorong bahu kirey.


Sedangkan di ruang tamu papa dan mama telah bergabung, keduanya kini tengah berbincang dengan ayah tama.


"Kalau bisa tolong maafkan perbuatan putri kami" ucap papa ian.


"Sialan"umpat kirey pelan sambil berjalan menuju arah mamanya.


"Tidak apa-apa kami cukup mengerti, mereka menikah secara tiba-tiba dan belum terlalu mengenal."


"Jadi mungkin ada hal yang leon lakukan, sampai membuat kirey marah dan memutuskan untuk pergi." ucap ayah tama.


Ayah tama adalah pria yang baik, dapat terlihat sifat penyayang dari tutur katanya yang lembut dan bibir yang selalu tersenyum.


"Itu tidak benar, leon pria yang baik hanya anak kami saja yang keras kepala"


"Sekali lagi kami sebagai orang tua meminta maaf untuk anak kami, jadi bagaimana keputusannya kami kembalikan kepada kalian" ucap papa ian.


Sementara itu kirey mengepalkan tangannya dengan kuat menahan kesal, ingin rasanya tadi dia menjawab pertanyaan ayah tama.


Kalau benar, leon memarahi bahkan menamparnya. Tapi dia tidak sampai hati karena dia tau konsekuensinya, papanya pasti akan semakin terpojokkan.


"Baiklah kami tidak ingin memperpanjang masalah, karena menantu kami sudah kembali dan itu saja yang kami perlukan"

__ADS_1


"Kami hanya ingin agar kirey segera pindah tinggal di rumah kami, agar kami bisa memperhatikannya dari dekat."


"Bukannya bermaksud tidak percaya, tapi bila mengingat kejadian kemarin, ada baiknya jika mereka berdua tinggal bersama kami dulu sebelum memutuskan tinggal serumah sendiri."


"Bagaimana kirey apa kamu setuju?" tanya ayah tama menatap menantunya, lalu di jawab anggukan kepala oleh kirey.


"Ckck sangat menyusahkan" gumam kirey pelan yang hanya di dengar oleh dirinya sendiri.


Mengikuti permintaan ayah tama bukan berarti dia juga menerima apa yang terjadi, tidak ada pilihan lain baginya saat ini


Kirey pasrah karena tak ingin lagi ada masalah, tak ingin lagi ada perdebatan, tak ingin lagi menyakiti siapa-siapa.


"Syukurlah, bagaimana kalau besok kamu datang di temani leon?" tanya bi asih.


"Malam ini saja, semakin cepat semakin baik" jawab mama ike yang di balas plototan tak terima oleh kirey.


"Tidak perlu terburu-buru, kami perlu menyiapkan segala sesuatu dulu untuk menyambut kedatangan anak mantu kami."


"Leon akan datang besok untuk menjemputmu, hari ini dia tidak bisa datang karena sibuk mengurus pekerjaan" ucap bi asih.


"Baiklah karena semuanya telah selesai, kami pamit undur diri dulu" ucap ayah tama.


"Terima kasih atas perhatiannya, kirey antarkan ayah dan ibu mertuamu ke depan" titah papa ian.


"Hati-hati di jalan" ucap kirey setelah melihat ayah tama dan bi asih berjalan keluar pintu rumah.


Sedangkan clara yang dari tadi hanya diam kini berada di sampingnya menatapnya masih tak suka. "Setelah ini jangan lagi membuat masalah" cetus clara.


"Bukannya sudah selesai, sekarang apalagi?" tanya kirey jengah.


"Keluargaku mungkin memaafkan kamu tapi tidak denganku, aku akan selalu mengawasimu ."


"Jadilah gadis yang baik dan penurut mungkin nanti aku akan menyukaimu" ujar clara seraya berjalan menyusul ayahnya meninggalkan kirey.


Sementara itu mama ike yang mendengar percakapan antara clara dan kirey memilih memanggil anaknya untuk di ajak bicara


"Mama khawatir dengan sikapmu akhir-akhir ini, berhentilah bersikap egois atau kamu akan menyesali perbuatan kamu sendiri" ucap mama ike resah.


"Papa juga tidak ingin terlalu ikut campur, biarkan masalah kemarin menjadi urusanmu. Tapi lebih baik sekarang kamu tidak membuat masalah baru dengan sikapmu."


"Benar kata mamamu jika nanti besok kamu sudah pindah ke rumah keluarga suamimu, berhentilah bersikap egois."

__ADS_1


"Papa hanya minta tolong untuk urus suamimu dengan baik, dan berhentilah membuat masalah" tegas papa ian.


__ADS_2