KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
35. Mengecek rumah baru


__ADS_3

Leon terbangun dengan mata menyipit akibat cahaya menyilaukan yang tiba-tiba mengenai matanya. Ia melihat kirey membuka jendela, istrinya kemudian keluar kamar dan kembali lagi dengan membawa segelas teh.


"Kapan kita akan menempati rumah baru itu?" tanya kirey, saat ini ia tengah menyalakan laptop yang kemarin baru ayah beli untuknya.


"Entahlah"


"Katakan dengan jelas, aku merasa tidak enak berada lama-lama di sini" ucap kirey berbohong


Sebenarnya ia sudah merasa nyaman tinggal di rumah mertuanya, akan tetapi ia merasa bosan di rumah tersebut. Karena ia hanya bisa makan, dan tidur. tak ada kegiatan lain yang dapat ia lakukan.


"Dua bulan lagi. Tapi jika kamu ingin secepatnya, aku akan menyewa pekerja tambahan agar pembangunannya cepat selesai"


"Bagaimana kalau kita pergi mengeceknya lagi ulang?" tanpa mendengar jawaban dari istrinya, leon menarik tangan kirey agar mengikuti langkahnya.


Sepuluh menit kemudian, kini mereka telah sampai pada rumah tersebut. Kondisi rumah sudah 80% hampir selesai.


Rumah lantai satu, dengan 3 kamar, kamar utama memiliki kamar mandi di dalamnya, rencananya kamar tersebut akan ia tempati bersama leon. Sedangkan 2 kamar lain untuk anak-anak mereka.


Mengingat soal anak, kirey menjadi murung. Sudah 104 hari sejak ia menikah dengan leon, yang berarti 3 bulan dua minggu sudah berlalu, tak ada tanda-tanda ia akan hamil.


"Ada apa?" tanya leon, ia melihat kirey menarik nafas dalam.


"Apa kamu tidak suka dengan konsep rumahnya?" tanya leon lagi.


Karena kirey tak kunjung menjawab, leon menggenggam tangan kirey menuju area belakang rumah. Mereka berada di dapur, terlihat para pekerja sedang memasang tegel lantai.


"Apakah ini ipar kita?" tanya seorang bocah yang kira-kira masih berumur 15-an.


"Hallo" Sapa seorang bapa, yang tengah duduk meminum kopi.


"Perkenalkan dia sepupuku, namanya Das. Ia membantu ayahnya bekerja di sini" ucap leon, memperkenalkan bocah tadi.


"Sedangkan yang sedang memasang tegel itu ayahnya, beliau adalah anak adik laki-laki kakekku, artinya sepupu sekali dari ayah tama" tunjuk leon, pada pria yang raut wajahnya memang terlihat sedikit mirip dengan ayah.


"Sedangkan aku, entahlah? anggap saja aku orang asing" bapak yang sedang meminum kopi tadi, memperkenalkan dirinya sendiri.


"Haha, beliau pak edo. Sahabat ayahku dan ayah eka, sekaligus tukang bangunan profesional, beliau juga yang mendesain rumah kita"

__ADS_1


"Jika ada yang ingin kamu rubah, atau kamu tambahkan, tentang apapun mengenai rumah ini. Katakan saja pada beliau" ucap leon, ia duduk di samping pak edo.


"Apa pekerja rumah ini memang hanya tiga orang" kirey juga menyusul duduk di samping leon.


"Sebelumnya ada sekitar 20 lebih pekerja. Namun karena sudah masuk tahap finishing, ayah memutuskan untuk hanya mempekerjakan pak edo dan ayahnya das." jawab leon.


"Tapi mungkin aku akan kembali menambah para pekerja lagi, agar rumah ini cepat selesai seperti maumu."


"Tidak usah, sepertinya rumahnya juga sudah akan hampir selesai" potong kirey.


"Kenapa namamu eka? seperti nama perempuan saja." kirey beralih menatap eka.


"Nama aslinya aksa bagaskara, namun ketika kecil ibunya sering memanggilnya dengan sebutan ka.Dan entah sejak kapan panggilan ka berubah menjadi eka" jawab ayah eka.


Beliau telah selesai memasang tegel di sebagian besar daerah dapur, sekarang ayah eka tengah menatap kirey seksama.


"Kemarin aku tidak sempat menghadiri acara pernikahan kalian, aku juga tidak pernah melihatmu sekalian. Hanya saja, sering kudengar dari ucapan tama, kalau menantu kami sangat cantik"


"Aku tak mengira kamu memang secantik ini. Jadi bagaimana kamu yang cantik begini, mau menikah dengan berandal seperti leon ini?" tanya ayah eka, entah beliau serius atau bercanda.


Leon hanya diam saja, tak ingin mengingat kembali masa lalu. sedangkan ayah eka dan pak edo terus saja membuat mengolok-olok leon.


"Sudah dua kali aku kesini, kenapa awalnya aku tak melihat kalian" tanya kirey mengalihakan pembicaraan, ia melihat wajah leon sudah sangat di tekuk.


"Apa kamu datang ke sini hari minggu?" tanya pak eko.


Kirey menganggukkan kepala.


"Hari minggu kami tidak bekerja, libur nasional" jawab ayah eka sambil tertawa, entah apa yang lucu dari perkataannya.


"Kalian di sini?" tanya clara, ia baru datang dengan membawa dua kantong kresek besar"


"Kami belum lama tiba, apa yang kamu bawa?" tanya kirey.


"Makanan untuk para pekerja" jawab clara.


Ia membuka satu kantong kresek. Terdapat nasi pada bagian atas rantang di tengahnya ada sayur kangkung campur tahu, beserta sebungkus sambal, sedangkan ikan bakar di bawahnya.

__ADS_1


Clara membuka kresek yang lain, ada pisang dan jeruk manis beserta box kue tart.


Eka mengambil satu buah lemon, pak edo dan ayah eka mulai menimba makanan, setelah mereka tadi selesai mencuci tangan.


Leon akan mengambil piring, ketika tangannya di pukul oleh clara.


"Jika kamu ingin makan, pulanglah ke rumah. Ini aku buatkan khusus untuk orang yang bekerja" ucap clara, ia kemudian berdiri menghadang leon.


"Aku mengambilnya untuk istriku!" seru leon kesal.


Kirey tertawa pelan, melihat tingkah kakak-adik itu, pak edo dan ayah eko juga ikut tertawa. Kirey menggelengkan kepala, ketika clara menatapnya meminta penjelasan atas ucapan leon.


"See, istrimu mengatakan tidak"


"Hah, kamu tidak dapat bekerja sama" ucap leon, ia menyadarkan kepalanya di bahu kirey lemas.


"Jika kamu lapar, kita bisa pulang sekarang. Aku sudah cukup melihat-lihat" kirey bangkit berdiri.


"Biarkan saja ia makan bersama kami, makanan ini lebih dari cukup kalau cuman untuk kami berempat" ucap ayah eka, menghentikan kirey.


"Itu dia yang aku maksud, aku hanya ingin makan bersama paman" ucap leon kesenangan, ia sempat mengejek clara sebelum mengambil piring.


Clara dan kirey menggelengkan kepala mereka bersamaan, clara kemudian beranjak bangun, bersiap untuk pulang. "Jangan lupa bawa pulang rantang-rantang itu" clara mengingatkan.


"Aku akan pulang bersamamu" ucap kirey yang masih berdiri, ia berjalan mengikuti langkah clara setelah mendapat persetujuan dari leon.


Sampai di rumah, ia langsung menuju dapur bersama clara "kapan kamu memasak untuk para pekerja, aku tak pernah melihatmu melakukannya?"


"Saat kamu tidur siang" jawab clara.


"Besok ajaklah aku memasak juga" ucap kirey bersemangat.


Esoknya kirey memasak bersama clara, setelah tadi kembali mendapat omelan dari kakak iparnya. Clara mengomel karena susah membangunkan kirey yang tengah tertidur siang.


Hingga selesai memasak, kirey juga ikut pergi dengan clara untuk mengantarkan makanan.


Ia banyak tertawa di rumah baru tersebut, ayah eka dan pak edo ternyata orang yang sangat lucu. Kirey memutuskan, agar besok ia kembali datang mengantar makanan lagi.

__ADS_1


__ADS_2