KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
63. Resepsi


__ADS_3

"Kamu cantik"


"Hah?" Bi ani bengong mendengar perkataan pak tama.


"Aku heran, kamu tuh cantik, mandiri dan juga baik. Tapi mengapa mantan suamimu malah menyia-nyiakan kamu. Kenapa hanya karena uang, ia sampai menelantarkan wanita se_anggun dirimu?" Pak tama mencerca dengan berbagai pertanyaan.


Mata pak tama tak lepas dari memandang wajah bi ani, terpesona dengan kecantikan wanita yang telah menjadi istrinya tersebut.


Bi ani menaruh tisu kotor yang baru ia gunakan untuk membersihkan wajahnya dari make_up pengantin yang terasa sangat tebal dan lengket.


Akad yang di langsungkan pukul 5 sore itu, berlangsung cepat tak sampai satu jum sudah selesai. Sekarang keduanya telah resmi menjadi pasnagan suami istri.


"Kamu tenang saja, aku janji akan selalu membahagiakan kamu." Ucap pak tama kemudian bangkit dari tempat duduknya.


Ke dua pasangan yang sudah pernah menikah itu, melewati malam panjang yang baru untuk awal pernikahan mereka.


Hai pembaca, kalian pasti jijik yah dengan bi ani dan pak tama? Sama author juga heheh


.


.


.


Besoknya.


Acara resepsi di adakan di sebuah hotel.


Kirey takjub melihat konsep resepsi bi ani yang super mewah. Bahkan resepsi pernikahannya saja tidak semewah ini.


Niat awalnya, mereka datang hanya sebagai bentuk sopan santun saja. Memberi selamat kepada pak tama dan bi ani, kemudian pulang.


Namun rencana tinggal rencana. Baru saja kirey dan mamanya akan naik ke podium untuk memberikan selamat. kirey sudah lebih dulu menghentikan langkahnya. Leon dan sukma berada tak jauh dari tempat ia berdiri.


"Kamu tidak apa-apa?" Tanya mama khawatir.

__ADS_1


"Tidak masalah ma. Hmm, aku pergi ke situ dulu sebentar." Ucap kirey menunjuk pada sudut ruangan.


Niatnya tentu saja agar tak berpapasan dengan leon dan sukma serta anak kecil yang ada kereta bayi. Sepertinya bayi itu adalah anak mereka. Namun sungguh sial. Sukma menyapa memanggil namanya, dengan terpaksa ia harus menoleh.


Perempuan itu mendekat ke arah kirey. Leon mengikuti di belakangnya sambil mendorong kereta bayi. Walau tak terlalu dekat, tapi kirey dapat melihat jelas rupa bayi itu sangat mirip dengan leon ketika kecil.


Kirey jelas hafal betul bagaimana leon saat bayi, karena foto leon banyak sekali terpampang di kamar ayah tama. Mungkin karena ia anak satu-satunya, sehingga cuman fotonya yang ada di kamar itu.


Entah memang sengaja atau tidak, sukma mengoceh banyak hal di hadapannya seolah-olah mereka adalah teman dekat. "Sungguh tak tau malu." Umpat kirey dalam hati. Ia sama sekali tak menanggapi omong kosong yang sukma bicarakan.


Leon tak banyak bicara, ia nampak asyik bermain dengan bayi kecil mungil dalam kereta. Suara tawa anak dan ayah itu terdengar memuakkan di telinga kirey. Walau sedang bermain dengan anaknya, namun kirey tau leon kadang sesekali mencuri pandang ke arah tempat ia sedang berdiri.


"Apa kamu tak suka padaku?" Tanya sukma tiba-tiba.


Kirey mendengus kesal, mensugesti dirinya agar sabar dan tak terpancing emosi mengingat mereka sekarang tengah berada di tengah keramaian. Cukup dua mahluk di hadapannya saja ini yang memalukan asal jangan dia.


Tapi tetap saja, bagaimana dia bisa bertanya seperti itu setelah membuat rumah tangganya dan leon hancur berantakan. Orang dungu sekalipun tanpa di tanya juga sudah tau jawabannya.


"Maafkan aku jika membuatmu tak nyaman." Ucap sukma lirih.


Leon sempat menoleh sebentar, namun tetap tak bereaksi apa-apa.


Dan kirey pikir sukma akan tau diri lalu segera mengajak leon pergi dari hadapannya. Akan tetapi hal tak terduga terjadi.


Sukma mengambil gelas berisi jus berwarna merah lalu menumpahkan jus tersebut memenuhi dress yang ia kenakan. Ia lalu menjatuhkan dirinya sendiri di lantai sambil berteriak histeris.


Kirey melihat adegan itu dengan syok, mulut kirey menganga terbuka lebar. Ia mencoba memahami apa yang baru saja terjadi. Tak percaya dengan apa yang ia lihat. Apa sukma pikir dia sedang bermain sinetron? Beberapa orang datang membantu sukma berdiri.


"Aku hanya ingin meminta maaf. Aku tau kamu membenciku, tapu kamu tidak perlu sejahat ini." Ucap sukma yang sudah terlihat hampir menangis .


Kirey menatap sukma kesal. Apa-apaan perempuan ini? Huh dia tak jauh berbeda dengan bi ani. Jika nanti dia menikah dengan leon secara resmi, maka cocoklah dia menjadi menantu bi ani.


"Aku sudah memaafkan kamu walau kamu sudah merebut suamiku. Tapi kamu selalu saja mencari masalah denganku. Lihatlah, kalian berdua bahkan datang bersama anak kalian di acara pernikahan mantan ayah mertua dan bibiku." Ucap kirey sambil berpura-pura manangis.


"Kamu mencari masalah dengan orang yang salah, apa dia pikir aku akan diam saja melihat dramanya?" Batin kirey, ia menatap sukma dengan senyum mengejek.

__ADS_1


Senjata makan tuan. Niat ingin membuat malu, malah diri sendiri yang kena malu. Begitulah, tidak banyak yang tau jika leon dan kirey sudah berpisah, ketika kirey baru datang saja tadi beberapa saudara leon masih menggodanya soal kapan ia punya anak.


Hal yang sangat tidak mungkin karena mereka berdua sudah berpisah.


Dan sekarang, para saudaranya mengetahui jika leon mempunyai anak dengan perempuan yang bukan istrinya. Sukma, perempuan itu pasti sekarang sedang menahan malu luar biasa.


Beberapa orang terlihat saling berbisik. Kirey yang mendapati plototan dari mama ike memilih segera mengakhiri drama antara dia dan sukma. Ia cukup merasa puas sudah mempermalukan sukma walau sedikit.


Rasa malu itu tak sebanding dengan sakit yang sukma berikan padanya. Sebelum sukma kembali mencari masalah, kirey memutuskan pergi dari situ mengikuti mamanya yang sedang memanggil dengan melambaikan tangan.


"Ayo pulang saja." Mama ike menarik tangannya keluar dari gedung hotel itu


"Sial sekali hari ini, seharusnya aku tak pergi tadi ke pernikahan itu." Gerutu kirey sepanjang jalan ia merasa kesal . Matanya terasa ternodai melihat leon dan sukma di acara pernikahan bi ani.


Kirey bukannya marah karena cemburu, jelas sekali itu tidak mungkin. Ia hanya tak suka melihat dua manusia yang paling di bencinya sekarang itu.


Apalagi di tambah sedikit drama dari sukma. Semakin dia mengingat kejadian tadi, semakin ia kesal dan jijik.


"Rubah licik itu." Gumam kirey.


"Siapa yang kamu sebut rubah?" Tanya papa ian, "Ada apa, pulang dari hotel mewah ko mukanya di tekuk begitu." Papa merangkul bahu kirey.


"Tadi ketemu anaknya dedemit pa." Jawab kirey asal.


Papa dan mamanya tertawa. Mama ike lalu menjelaskan apa yang terjadi tadi di acara pernikahan.


"Apa leon mengejar kamu?" Tanya papa khawatir mendengar nama leon di sebut.


"Syukurnya tidak pa. Mungkin dia sudah pasrah, lagi pula sekarang ada dua nenek sihir di sampingnya. Satu ibu barunya dan yang satunya lagi ibu dari anaknya hehe."


"Hus jangan bicara seperti itu, biar begitu dia tetap adik papa."


"Yah!"


"Yang paling penting kita sudah tidak lagi memiliki urusan lagi dengan mereka, jadi biarkan saja mereka mau berbuat apa."

__ADS_1


Kirey mengangguk setuju membenarkan ucapan papanya.


__ADS_2