KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
39. Keguguran


__ADS_3

"Huweek" Kirey kembali memuntahkan makanannya pagi itu.


Sudah seminggu sejak pulang dari mengecek kandungannya, namun ia masih sering mual dan muntah bahkan setelah obat dari dokter hampir habis.


Kirey sering merasa tak enak badan dan kepalanya seperti berkunang-kunang, ia merasa lemah sebab ia akan selalu memuntahkan kembali makanannya setelah beberapa saat makanan itu masuk ke perutnya.


Untung saja sekarang ia tak lagi merasa mual jika berdekatan dengan leon, malah ia merasa tak ingin jauh-jauh dari suaminya itu.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya leon cemas, ia sedang memijat leher serta punggung kirey.


"Yah, aku hanya ingin beristirahat sebentar. boleh temani aku tidur?" pinta kirey seraya menggenggam lengan leon.


"Tentu saja sayang" jawab leon tersenyum senang.


Baru saja menaruh kepalanya di bantal, kirey langsung tertidur lelap seolah tubuhnya memang sangat membutuhkan tidur, padahal ia baru saja bangun pagi.


Jam 12 siang, leon masuk ke kamar melihat kirey masih tertidur. 2 jam yang lalu, ia memang meninggalkan kirey seorang diri di kamar karen ia sedang bermain game di ruang tengah.


Leon masuk kamar setelah menyadari ia keluar terlalu lama, ia pikir kirey sudah terbangun. Namun sekarang leon tengah menggoyang lengan kirey dengan panik, ia menepuk pipi istrinya namun kirey tak kunjung bersaksi.


Masih panik, leon segara berlari keluar kamar memanggil clara. dan dengan cepat dua kakak beradik itu segera membawa kirey ke rumah sakit.


"Siapa suaminya" tanya dokter begitu keluar dari ruang Ugd, leon mengangkat tangan sebagai jawaban.


"Apa istri anda sering mengalami mual dan muntah?" leon membenarkan pertanyaan dokter.


"Kondisi kesehatan istri anda kurang baik sebab kekurangan nutrisi, hal ini berakibat leher dinding rahim menjadi lemah"


"Sebaiknya asupan gizi istri anda harus banyak di perhatikan, jika tidak hal paling buruk yang bisa terjadi adalah istri anda akan mengalami keguguran" dokter menjelaskan beberapa hal, kemudian pergi.


Leon bersimpuh di samping ranjang kirey yang kini terbaring lemah, dengan infus di tangannya.


"Aku mohon kamu harus kuat" bisik leon pelan, ia tak ingin terjadi apa-apa pada istri dan calon anaknya.


Esok harinya, kirey sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit setelah mendapat 4 cairan infus.


Seharian ini kirey hanya berada dalam kamar sebab tak di perbolehkan keluar olen leon.

__ADS_1


Suaminya itu tidak memperbolehkannya, bahkan hanya untuk mengambil makanan sendiri. Alhasil clara yang di buat repot untuk menyiapkan makanannya.


Kirey hanya dapat mengkonsumsi buah dan susu, makanan selain buah akan ia muntahan bahkan sebelum sempat ia telan dengan benar.


Karena itu, rencananya leon akan beristirahat bekerja sampai kondisi kesehatan kirey di rasanya cukup membaik, namun tiba-tiba siang tadi leon harus keluar karena urusan pekerjaan yang hanya bisa ia saja handle.


Menjelang magrib, kirey merasa sepertinya akan buang air besar, dengan susah payah ia bangkit dari tempat tidur seorang diri.


Tubuhnya sangat terasa lemah mungkin karena ia tidak dapat mengkonsumsi makanan dengan benar, ia berjalan secara pelan menuju kamar mandi.


Cukup lama kirey duduk di atas kloset, tiba-tiba ia merasa seperti ada yang mengalir keluar dari **** *.


Merasa tak senang ia memutuskan melihat ke bawah, dan benar saja kirey melihat segumpal darah di dalam kloset. kata dokter kemarin, jika ia bisa saja mengalami pendarahan.


Kirey menjadi cukup panik, dengan tergesa-gesa ia membersihkan diri. Kondisi ubin pada kamar mandi cukup licin, dan karena berjalan terburu-buru, kesialan tak dapat di hindari.


Gubrak!


"Ahhh" jerit kirey kuat


Kirey merasa perutnya semakin keram, kepalanya pusing, ia tak dapat melihat apa-apa, dan sekita semuanya menjadi gelap.


Sedangkan clara yang saat itu sedang asik menonton anime kesukaannya di ruang tengah menjadi terkejut mendengar teriakan dari kirey, ia segera berlari masuk ke kamar kirey. Namun sudah mencari di seluruh kamar, ia tak dapat melihat adik iparnya itu. terakir clara mencoba membuka pintu kamar mandi namun terkunci.


Ia menggedor-gedor pintu kuat sambil memanggil nama kirey, namun tak ada sahutan.


Dengan kondisi masih panik, ia berlari ke depan rumah ingin meminta tolong pada tetangga. Namun belum sampai di depan pintu, clara teringat jika jarak antara satu rumah dengan rumah lain di perumahan ini cukup jauh.


Di tengah kepanikannya ia mencoba menghubungi leon, namun seperti biasa adiknya itu tak mengangkat telfonnya, jadi ia cuman mengirim pesan.


Lalu clara teringat anton yang rumahnya juga berada pada satu kompleks perumahan yang sama, ia lalu menghubungi sahabat adiknya itu meminta bantuan.


Syukurlah anton akan datang, namun clara tak ingin duduk menunggu begitu saja.


Ia tau jika ia tak cukup kuat untuk mendobrak pintu itu, akhirnya ia memutuskan memukul grendel pintu menggunakan palu hingga terlepas.


Clara berteriak histeris melihat kirey terletak di lantai penuh dengan darah, Ia membopong tubuh kirey keluar kamar mandi dengan susah payah.

__ADS_1


"Kak clara" suara anton dari ruangan luar.


"Tolonglah aku di kamar leon" Teriak clara, ia mulai menangis


"Apa yang terjadi?" tanya anton begitu masuk ke kamar leon, ia menghampiri clara yang masih membopong kirey.


"Maaf aku harus menggendongnya" ucap anton


Clara mengangguk


Mereka berdua lalu bergegas ke rumah sakit, sekarang sudah 2 jam dan kirey masih berada di ruang perawatan.


Anton sudah lebih dulu pulang hanya tersisa clara saja di rumah sakit, leon muncul dengan berjalan secara terburu-buru.


Plak!


Satu tamparan berhasil lolos mengenai pipi leon.


"Apa tanganmu patah sehingga kamu tidak bisa mengangkat telfon dariku?" tanya clara kesal, ia dari tadi tak berhenti-henti menangis.


Leon tak menjawab, ia tau jika dirinya memang salah. ia meraih tangan clara lalu memeluk tubuh kakaknya itu, satu tangannya mengusap-usap punggung clara.


Tadi leon memang melihat telfon masuk dari clara, namun tak ia hiraukan lalu ia meninggalkan ponselnya begitu saja.


"Keluarga ibu kirey" panggil dokter begitu keluar dari ruangan.


Leon melepas pelukannya pada clara dan mereka berdua berjalan mendekati dokter.


"Saya suaminya dok"


"Maaf, kami sudah berusaha sebaik mungkin namun bayi anda tak dapat di selamatkan." ucap dokter.


Tak lama para perawat keluar membawa kirey ke ruang perawatan, mengenakan pakaian pasien rumah sakit membuat kirey terlihat semakin pucat.


Perawat hanya mengizinkan satu orang saja yang masuk menemani pasien, itu sebabnya kini leon tengah terduduk lemah di samping kirey.


Ia menggenggam tangan istrinya kuat. Leon meletakan tangannya di atas perut istrinya yang sudah rata, tak terasa air mata keluar dari sudut matanya.

__ADS_1


__ADS_2