KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
52. Kembali bertengkar


__ADS_3

"Aku kira kamu tidak akan muncul selamanya." Tuding kirey.


Kirey yang sedang sibuk dengan ponsel dan berbagai pikiran negatifnya tentang leon. Namun suara pintu di buka membuat ia menoleh, ternyata leon yang datang.


Leon menutup pintu lalu berjalan mendekat ke arah kirey, jalannya masih tertatih.


"Ckck drama apalagi ini?" ucap kirey emosi melihat gaya berjalan leon, ia menarik lengan leon agar suaminya itu menghadap ke arahnya.


Leon meringis menahan sakit, kirey mencengkeram tepat pada luka di lengannya yang tertutup baju panjang yang ia kenakan.


"Kemarin aku kecelakaan."


"Tidak usah berbohong" Teriak kirey. "Kata clara kamu tidak berada di rumah dari beberapa hari yang lalu. Terus kamu di mana saat itu?"


"Bicaranya pelan-pelan saja, tidak usah berteriak-teriak seperti itu. Tidak enak dengan mama dan papamu, nanti di kira aku berbuat yang macam-macam kepadamu. Suara leon terdengar pelan.


"Memang kamu sudah macam-macam kan, jujur saja kepadaku. Apa kamu pergi menemui istrimu yang satunya itu?"


Leon menarik nafas lalu jongkok di depan kirey, kemudian memegang ke dua bahu istrinya.


"4 Hari yang lalu tiba-tiba ada urusan pekerjaan yang mengharuskan aku ke luar kota dan.."


"Hah, jangan mengarang cerita, katakan saja yang sejujurnya."


Leon berdecak kesal. Harus jujur bagaimana lagi kalau memang kenyataannya seperti itu. Leon merasakan kepalanya berdenyut, kakinya masih sakit, namun karena ia paksakan berjalan akhirnya semakin bertambah sakit.


"Makanya kamu dengar dulu ucapanku sampai selesai."


"Sudahlah, aku tau kalau kamu beberapa hari ini pergi menemui istri barumu itu. Bagaimana apa kamu puas dengan pelayanannya?"


"Cukup." Bentak leon yang kesabarannya sudah mulai habis.


Kirey terkejut mendengar leon membentaknya, selama ini leon tak pernah bersuara kasar padanya.


"Sudah aku katakan jika aku kecelakaan, jika kamu tidak percaya lihatlah kakiku ini." Leon berniat ingin melepas celana kain panjang yang ia kenakan.


"Kamu tidak puas dengan pelayanan istri barumu kemarin, sehingga sekarang kamu ingin juga dariku."


"Bukan begitu maksudku"

__ADS_1


"Halah, mengaku saja." Teriak kirey tak sabaran.


"Cukup kirey, cukup."


"Memang benar kan, sekarang kamu menyamankan aku dengan istri pelacur mu itu."


Plak


Satu tamparan keras mendarat di pipinya kirey membuat ia memegangi pipinya yang sudah terasa panas. Ia menatap leon tak percaya. Ia lalu beranjak dari tempat tidurnya, berlari ke luar kamar.


"Papa!" Kirey kaget begitu membuka pintu papanya sudah berada di depan kamar.


Papa ian menarik tangan nara yang menutupi pipinya. Di lihatnya bekas tamparan pada pipi anaknya, seketika emosinya membuncah.


"Maafkan aku." Ucap leon dari belakang sambil mengejar kirey. Langkah kakinya terhenti melihat papa ian yang berdiri di depan kamar dengan wajah emosi. Ia menelan ludahnya.


Bug, Bug.


"Berani sekali kamu memukul anak saya untuk yang ke dua kalinya?" Bentak papa ian. Merasa tak puas papa ian kembali mendaratkan satu tamparan keras di pipi leon.


"Saya pasti akan melaporkan kamu dengan pasal berlapis. Sudah selingkuh, sekarang kamu malah kdrt." Papa ian mengacungkan telunjuknya ke depan wajah leon.


Leon ingin mendekati kirey namun tak jadi karena tubuhnya lebih dulu di dorong oleh papa ian hingga tubuhnya terhuyung jauh ke belakang. "Tidak ada yang perlu di selesaikan."


Mama ike yang baru datang karena mendengar suara ribut-ribut langsung memeluk kirey yang terlihat menangis. Dia menatap leon dan suaminya bingung, tak tau apa yang membuat suaminya yang biasanya hanya diam bisa menjadi sangat marah.


"Keluar dari rumah ini sekarang juga, dan jangan pernah kamu menginjakan kaki di rumah ini lagi. Bahkan bayangan kamu juga jangan sampai saya lihat di sekitar sini. Anak saya tak butuh suami seperti kamu."


"Pa, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dulu." mama ike berusaha membujuk.


"Tidak perlu. Lebih baik kamu segera pergi dari sini."


Leon mendekati kirey dan meraih tangannya. "Ikut denganku."


Papa ian yang melihat hal itu menjadi semakin geram, dengan paksa melepas tangan leon dari kirey.


"Pergi." Hardik papa ian


"Aku akan pergi, tapi dengan kirey. Dia sekarang masih istriku, aku lebih berhak atas dia pa."

__ADS_1


Leon berjalan mendekati kirey, tangannya terulur untuk meraih tangan istrinya. Tapi kirey lebih dulu mundur menjauh "Ikut denganku." Ucap leon terdengar frustasi.


"Saya tidak mengizinkan kirey ikut denganmu." Ujar papa ian.


"Biarkan kirey sendiri yang memutuskan ."


"Aku tidak mau." Jawab kirey cepat tanpa melihat leon, ia lalu bergegas kembali masuk ke kamarnya dan menutup pintu.


Leon menatap kepergian kirey dengan dada yang terasa sesak. Apakah ini akhir dari pernikahannya yang baru beberapa bulan?


"Sudah dengarkan apa jawaban putri saya. Sekarang kamu boleh pergi dari sini." Tekan papa ian.


"Tolong izinkan aku bicara berdua dengan kirey sebentar saja."


"Ti__"


"Papa." Mama ike menyela ucapan suaminya, di raihnya pinggang papa ian untuk di ajak pergi. Dengan berat hati, papa ian akhirnya pergi meninggalkan leon dan kirey.


Leon kemudian mencoba membuka pintu, namun pintu terkunci dari dalam.


"Sekali lagi aku minta maaf. Malam ketika pulang dari rumah nadira, besok paginya ketika duduk dengan ayah. Aku mendapat telfon dari klien. Karena terburu-buru aku lupa membawa ponsel."


"Bisa saja aku menggunakan ponsel orang lain untuk menghubungimu, namun aku urungkan karena aku pikir kamu sedang marah padaku."


"Lalu dalam perjalan pulang, aku mengalami kecelakaan. Semalaman penuh aku tak sadarkan diri di rumah sakit. Ketika sadar dan pulang rumah, clara memberitahu jika kamu menanyakan tentangku. Saat itu juga ingin segera pergi menemui kamu, namun aku kembali pingsan. Hingga hari ini dengan menahan sakit aku tetap datang ke sini."


"Lihatlah bekas jahitan pada pahaku yang robek, serta luka pada lenganku yang tadi kamu remas. Walau sakit, aku dapat menahannya. Namun kamu malah menuduhku yang bukan-bukan."


Leon menarik nafas panjang. "Aku minta maaf, mungkin aku juga salah. Seharusnya aku tetap mengabari kamu. Jeda leon beberapa detik. "Kamu taukan, aku sangat mencintaimu" Tak ada sautan dari dalam kamar. "Baiklah kalau begitu, aku pamit pulang. Jaga dirimu baik-baik."


Sementara kirey di dalam kamar hampir menangis mendengar ucapan leon, namun buru-buru ia hapus sebelum air matanya sempat jatuh.


Kirey memejamkan mata, ia sedang duduk sambil menyandarkan punggungnya di dinding beralasan bantal. Kepalanya terasa pusing karena kurang tidur sebab memikirkan leon.


Dia kembali mengingat, ketika kejadian ia kabur dengan sean. Dengan mudahnya, keluarga leon langsung ingin menjebloskan orang tuanya ke dalam penjara.


Tapi sekarang. Leon bahkan menghamili dan menikahi wanita lain, namun keluarganya seperti tak mau mengurus kesalahan putra mereka.


Kirey tiba-tiba menjadi emosi. Ia mengepalkan tangannya erat, seolah tersadarkan oleh sesuatu. Ia menjadi sangat marah.

__ADS_1


__ADS_2