KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
27. Perempuan asing


__ADS_3

Tiga hari kemudian. Kirey sudah di perbolehkan pulang oleh dokter, ia sedang berdiri tak jauh dari ruang pemeriksaan pola ibu dan anak, menunggu leon mengurus biaya administrasi.


Kirey melihat ada seorang perempuan yang berjalan ke arahnya, lalu perempuan tersebut menyapanya.


"Hai, kamu apa kabar?" tanya perempuan itu


Kirey diam, ia mencoba mengingat di mana pernah mengenal perempuan ini. Tapi biar bagaimanapun, ia tetap tak ingat sama sekali.


"Baik, kamu bagaimana kabarnya?" jawab kirey akhirnya sebagai bentuk sopan santun.


"Baik juga, apa kamu di sini sendirian? di mana leon?" tanya perempuan itu lagi sambil matanya memutar manatap segala arah.


Kirey mengernyit heran, tapi kemudian mengangguk-angguk kepalanya seolah tersadarkan sesuatu. "Oh kenalan leon rupanya" batin kirey


Melihat kirey hanya diam saja, perempuan itu tersenyum kemudian meraih kedua tangan kirey dan menggenggam tangannya erat.


"Semoga kalian berdua selalu bahagia" ucap perempuan tersebut lalu berbalik arah berjalan pergi.


Kirey menatap kepergian perempuan tersebut heran


Sementara dari kejauhan leon melihat istrinya sedang mengobrol dengan perempuan yang sepertinya ia kenal. Untuk memastikannya, leon berjalan mendekat.


"Kamu berbicara dengan siapa dan apa yang dikatakannya?" tanya leon ketika mendapati kirey hanya tinggal seorang diri.


"Tanyanya satu-satu dong" jawab kirey ketus


Leon terkekeh mendengarnya, istrinya telah kembali seperti biasanya. Ia mengacak rambut kirey, lalu mencubit pipinya gemas.


"Aku juga tidak mengenali perempuan tersebut, tapi sepertinya dia mengenalimu karena tadi dia sempat menanyakan kamu!" ucap kirey


Leon tiba-tiba menjadi diam, senyumnya menghilang. Ia mengepalkan tangannya menahan emosi, tidak salah lagi itu pasti sukma.


"Bisakah kamu lebih dulu pergi ke ruangan papa? aku akan menyusul, ada sedikit hal yang perlu aku urus." ucap leon


Setelah kirey mengangguk dan berjalan pergi, leon bergegas berjalan ke arah yang dia lihat sukma lewati tadi. "Pasti dia masih ada di sekitar sini" pikir leon.


Benar saja, leon mendapati sukma di tempat parkiran sedang berada di atas motor seorang diri, sepertinya akan pergi.

__ADS_1


"Apa maumu?" tanya leon emosi setelah ia berhasil menarik sebelah tangan sukma lepas dari kemudi


Akibat tangannya di tarik paksa, sukma tak bisa menahan keseimbangan badannya pada motor. Akhirnya motor tersebut jatuh miring ke sebelah kiri, untung saja sukma segera lompat, jika tidak kakinya akan ikut tertindih.


"Aku yang harus bertanya apa maumu?" bentak sukma. "Apa kamu tidak bisa berbicara baik-baik? hampir saja aku celaka" ucap sukma kesal, kemudian ia mengangkat motornya berdiri.


"Aku sama sekali tidak peduli, apa yang kamu bicarakan pada istriku?" tanya leon masih emosi.


"Aku hanya berkata mendoakan pernikahan kalian lalu apalagi? apa kamu ingin aku bercerita tentang kita?" tanya sukma dengan senyum mengejek.


"Jangan coba-coba menganggu istriku"


"Aku yang seharusnya menjadi istrimu karena aku yang terlebih dahulu mencintaimu dan kamu juga mencintaiku" potong sukma.


"Ckck, aku tidak lagi memiliki perasaan apa-apa padamu. Berhentilah menganggu rumah tanggaku, aku bahkan tidak ingat pernah menjalin hubungan denganmu."


"Istriku adalah perempuan yang seribu kali lebih baik dari pada kamu, itulah kenapa ayah menyukainya, tidak seperti dirimu. Lihatlah apa yang kamu lakukan sekarang!" tuduh leon.


"Memangnya apa yang sudah aku lakukan? bukannya perempuan itu sendiri yang salah padamu?"


"bahkan belum genap usia pernikahan satu minggu denganmu ia telah kabur, jadi perempuan seperti itu yang kamu katakan lebih baik dariku?" ledek sukma


"Memang benar aku sangat mencintaimu, aku juga tidak rela kamu menikahi perempuan lain selain diriku, aku juga sangat marah mendengar sikap yang istrimu lakukan padamu."


"Kamu tidak perlu tau aku mendengarnya dari siapanya, yang ingin kukatakan adalah tadi ketika aku melihat istrimu dari dekat dan berbicara dengannya, aku langsung menyukainya."


"Aku benar-benar hanya berkata bahwa aku mendoakan rumah tangga kalian, sepertinya istrimu juga tidak terlalu buruk"


"Dan aku tidak sebodoh istrimu sampai harus merusak sebuah rumah tangga hanya karena jatuh cinta" ucap sukma sambil tertawa meledek.


"Sebaiknya kamu berhenti mendekati kirey!" tegas leon, berbalik berjalan pergi. Leon merasa tak ada yang perlu di bicarakan, ia sama sekali tak peduli dengan perkataan sukma.


"Kita lihat saja nanti" teriak sukma yang jaraknya sudah sedikit jauh, agar leon mendengarnya.


.


.

__ADS_1


.


Melihat kedatangan suaminya, membuat kirey bangkit berdiri berlari menghambur memeluk leon. Hal itu dapat ia lakukan karena di ruangan ini hanya ada mereka bertiga, tapi papa sedang tertidur lelap.


Leon balas memeluk kirey erat, sambil menghela nafas panjang. Kirey menyadari ada yang aneh dari suaminya, sepertinya telah terjadi sesuatu.


Kirey memperhatikan leon curiga tapi ia tak ingin berkata apa-apa, mereka pulang ketika mama ike telah datang.


Leon memeluk kirey dari belakang setelah tadi mereka selesai bercinta, ia mencium leher istrinya lalu tangannya menggelitik pinggang istrinya. Kirey tertawa merasa geli.


Leon pikir ia tak harus membicarakan tentang sukma kepada kirey, karena baginya hal itu sama sekali tidak penting. Tawa kirey sekarang sudah lebih dari cukup.


Ia masih ingat terakir kali membahas tentang sukma dan berakhir dengan pertengkaran, jadi sekarang lebih baik dia diam saja.


"Apa telah terjadi sesuatu?" tanya kirey


Leon tak menjawab, ia masih betah memeluk kirey dari belakang sambil tangannya sesekali bermain-main nakal.


Kirey menatap leon kesal, ia bangkit duduk kemudian turun dari tempat tidur memungut pakaiannya. Ia hanya memakai baju kaos, lalu berjalan menuju kamar mandi.


"Mulai lagi" gumam leon mendapati kirey sekarang yang sedang merajuk. Ia bangkit berdiri menyusul istrinya ke dalam kamar mandi tanpa mengenakan apapun.


Pintunya tidak terkunci, leon memeluk kirey tapi tangannya segera di tepis. tak abis akal leon kemudian mencium istrinya kali ini ciuman tersebut terasa menuntut.


Kirey tak menolak, tak ingin istrinya berubah pikiran leon dengan cepat melepas baju kirey kemudian ia menggendong istrinya kembali ke tempat tidur


"Sekali lagi yah?" tanya leon, berharap kirey setuju


"Tidak sebelum kamu bercerita ada apa sebenarnya" ucap kirey tegas.


"Baiklah, tapi setelah ini selesai" setuju leon, ia kemudian mencium kirey lagi


"Apa kamu tidak bosan?" tanya kirey lagi, ia melepaskan diri dari kukuhan leon kemudian kepalanya di letakan di dada suaminya.


"Sudah kukatakan berulang-ulang bahwa aku tidak akan pernah bosan" jawab leon mengusap kepala kirey lembut.


"Besok pagi saja, sekarang badanku seperti akan remuk" ucap kirey sambil tertawa kecil karena telah memperdaya suaminya.

__ADS_1


Leon memasang wajah lesu, ia menurut. akan tetapi tak menunggu waktu pagi. Ketika jam menunjukkan pukul 1.00 dini hari, kirey di bangunkan oleh leon yang menuntut telah haknya.


__ADS_2