
Leon terbangun lebih dulu, dilihatnya kirey masih tertidur. Ia bangkit kemudian mencium kening istrinya dengan hati-hati, takut kirey terbangun.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, leon turun ke bawah untuk mengambil sarapan. Di letakannya sarapan di atas meja, kemudian mengecek suhu tubuh kirey.
"Bagaimana perasaanmu?" tanya leon, menyadari kirey yang teleh terbangun.
"Sudah lebih baik, terima kasih" jawab kirey, ia membalikan badannya menghadap leon.
"Sekarang aku yang tidak baik" ucap leon, tersenyum jail. Leon kemudian mencium bibir kirey dengan lembut, kemudian melepasnya sambil terkekeh.
Kirey memukul lengan leon, ia sekarang tau apa yang membuat leon merasa tidak baik.
Clara mengetuk pintu depan kamar, membuat keduanya terkejut. Clara berteriak dari luar, memberitahu jika mereka berdua di panggil oleh ayah.
"Sudah berapa lama kalian menikah?" tanya ayah tiba-tiba ketika kirey dan leon sampai.
"Hampir 3 bulan" jawab kirey.
"Apa kamu belum ada tanda-tanda hamil?" tanya ayah lagi.
Kirey hanya menggeleng.
"Orang-orang akan berfikir kamu tidak pandai membuat anak" ledek clara kepada leon, membuat kirey juga ikut-ikutan tersenyum mengejek.
"Yasudah begini saja, minggu besok pergilah kalian ke pulau Estas. Pulau milik ayah yang di bagian selatan untuk berlibur" ucap ayah.
"Bolehkah aku mengajak teman-temanku?" tanya kirey penuh harap.
Ayah hanya diam saja, sedangkan leon sudah lebih dulu menggerutu kesal "Liburan ini untuk kita berdua" ucap leon jengah.
"Teman-temanku hanya ikut pergi berlibur, bukan ikut pergi masuk kamar dengan kita berdua kan?" tanya kirey melotot.
"Baiklah" jawab leon pasrah.
"Bolehkah aku ikut?" tanya clara.
"Boleh" jawab kirey, membuat leon semakin menekuk wajahnya kesal. Kirey berpendapat kalau clara bisa banyak membantu mereka di sana.
Malamnya, leon akan mengantarkan kirey ke rumah nadira. Istrinya itu sudah tidak sabar bertemu dan memberitahu teman-temannya.
__ADS_1
Nadira dan kirey sama-sama melompat senang ketika tengah membahas rencana liburan, sedangkan telix hanya memperhatikan tingkah kedua perempuan tersebut.
Setelah dari rumah nadira, mereka menyempatkan singgah di rumah papa dan mama. Papa juga sudah keluar dari rumah sakit, tapi untuk sementara waktu beliau belum bisa beraktivitas di luar ruangan.
Walaupun sudah membaik, tangan papa belum bisa di gerakan seperti biasa. Butuh beberapa waktu agar dapat sembuh.
"Nanti tolong papa sampaikan kepada bi ani, kalau aku ingin mengajak aenun ikut denganku minggu depan untuk berlibur ke pulau milik ayah."
"Kalau papanya aenun izinkan, kamu taukan? suami bibi kamu itu overprotektif" jawab ayah.
"Kan perginya denganku dan leon" ucap kirey tak terima.
"Nanti mama yang minta izin buat kamu" ucap mama yang datang membawa teh, dan sepiring pisang goreng untuk papa dan leon.
Kirey mencium pipi mamanya senang.
Jam menunjukkan pukul 21.00 wit, ketika mereka pulang dari rumah papa dan mama. Leon membawa kirey menuju sebuah restoran, hal tersebut mendapat omelan dari kirey.
"Ngapain makan di sini sih? buang-buang uang saja" gerutu kirey kesal.
"Uangku banyak, makan di sini tidak akan membuat kita miskin" jawab leon sambil terkekeh, ia tau jika kirey sangat perhitungan kalau soal uang.
"Bukan begitu maksudku!" kirey semakin melotot.
"Lebih baik makan di pinggir jalan, karena dapat membantu membeli langganan orang yang lebih membutuhkan"
"Lagi pula makanan pinggiran rasanya lebih enak dari pada restoran mahal seperti ini" crocos kirey tak terima, ia bangkit berdiri ingin pergi.
"Sekali ini saja sayang, ok?" ucap leon, memohon.
Kirey diam di tempat, tak lama ia mengangguk. "Ok sekali ini saja"
Leon tersenyum senang, berbeda dengan kirey yang terus memperhatikan wajah kesal hingga makanannya datang
Kirey memesan seporsi udang dan salad, sedangkan leon memesan banyak sekali makanan.
Leon makan dengan tenang dan lahap, sedangkan kirey hanya memakan setengah dari porsi yang di sediakan. Ia sama sekali tak berselera dengan makanan tersebut.
"Belikan aku sesuatu karena aku masih sangat lapar! seru kirey, setelah mereka keluar dari restoran.
__ADS_1
"Kita akan ke rumah anton dulu, dia dan tomi sedang menunggu kita berdua. Nanti kamu bisa makan di sana, masakan mama anton sangat enak." ucap leon sambil terus melajukan mobilnya.
Sesampainya mereka di rumah anton, kirey langsung masuk menuju ke dapur mencari makanan.
Air liurnya hampir meleleh melihat makanan di atas meja yang terlihat enak, tak menunggu lama ia langsung mengambil piring bersiap untuk makan.
Kirey mulai menimba makanan, dan melahapnya. Ia sampai melupakan jika sekarang ia berada di rumah orang.
"Eh, siapa gadis cantik ini?" tanya seorang ibu yang datang bersama leon, anton dan juga tomi.
"Ini loh mah, istrinya leon" jawab leon, mereka kemudian mulai duduk satu persatu di meja makan.
Di tanya seperti itu membuat kirey hampir tersedak. "Maaf tante, kirey masuk dan makan tanpa izin" sesal kirey tertunduk.
"Tidak apa-apa sayang, anggap saja rumah sendiri. Leon sudah tante anggap anak sendiri jadi kamu juga anak tante"
"Mereka bertiga telah berteman sejak kecil, jadi kamu jangan sungkan-sungkan kalau ke sini." ucap mama anton.
"Tidak di beri makan bini kamu?" tanya tomi dengan senyum meledek
"Kasih makanlah, tapi masih lapar katanya" jawab leon tak terima, ucapannya mendapat plototan dari kirey.
Mereka semua kemudian tertawa bersama. Setelah selesai makan, mereka duduk berkumpul di depan teras.
Ketiga pria tersebut sedang menghisap rokok, sedangkan kirey tengah berbincang dengan mamanya anton.
"Aku beritahu lebih awal, minggu ini kita ke pulau yang di selatan. Jadi jangan lupa sediakan alat untuk memancing" ucap leon membuka obrolan.
"Box ikan bawa yang besar atau kecil? tanya tomi
"Yang kecil saja, rencananya dua hari sekali kita akan balik ke perkampungan sekitar, untuk membeli persediaan yang lain." jawab leon.
"Rencananya nanti kita bakal menginap selama seminggu full, karena kita akan pergi dengan teman-temannya kirey, jadi jangan lupa sediakan sekitar 5 tenda."
"Atur rencananya nanti saja, ayo pulang. Aku sudah sangat mengantuk" potong kirey yang datang dengan mulut menguap.
"Cieee, pengantin baru yang sudah tidak sabar untuk pulang" anton dan tomi mulai meledek secara bergantian.
Leon tertawa sedangkan kirey tak meladeni ucapan teman-teman suaminya, mereka pulang ketika telah berpamitan dengan mamanya anton.
__ADS_1
Sesampainya di kamar kirey langsung tertidur lelap begitu menaruh kepalanya di bantal, sedangkan leon pergi mandi meredakan hasratnya yang tiba-tiba muncul.
Leon tak ingin membangunkan kirey, karena tak ingin membuat istrinya kembali sakit sebab terlalu meladeni kehendaknya.