KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
31. Liburan II


__ADS_3

Estimasi, atau di kenal dengan sebutan pulau tujuh, adalah pulau dengan luas 32 Kilometer. Pulau kecil, yang terasa terlalu besar jika hanya di tempati oleh tiga orang perempuan saja.


Hari hampir menjelang malam, tapi belum ada tanda-tanda kedatangan leon dan lainnya. Hingga hari menjadi gelap sempurna, keadaan sekitar hanya di terangi oleh senter yang di pegang oleh kirey.


Untungnya, cuaca sedang bersahabat malam ini. Bulan nampak terang di atas sana, walau tidak bulat sempurna.


Kirey menatap ke arah laut, ia mulai merasa cemas karena yang ia lihat hanya kegelapan, sedangkan nadira dan aenun lebih memilih berada di dalam tenda.


Perahu milik anton dan tomi menepi duluan, tak lama kemudian perahu milik leon dan telix juga ikut datang menepi. Kirey merasa lega, akhirnya para laki-laki datang juga.


Anton dan tomi terlihat sibuk mengeluarkan ikan-ikan dari dalam perahu, kemudian ikan-ikan itu mereka letakan dalam box. dengan senter di masing-masing kepala.


Leon berjalan mendekati kirey, mencium kening istrinya yang nampaknya sedang khawatir.


Sedangkan telix, telah terlebih dahulu pergi ke arah gubuk di belakang rumah, mungkin ia akan membersihkan diri menggunakan air dari sumur.


"Masuklah ke dalam tenda, di luar sini sangat dingin"


"Jangan lupa siapkan bajuku, kamu boleh keluar kalau kami telah menyalakan api unggun" ucap leon


Tanpa menjawab, kirey berjalan masuk ke tenda, ia memang sudah merasa kedinginnan karena dari tadi menunggu di luar.


Setelah selesai menyiapkan pakaian untuk leon, kirey berbaring sambil memainkan game offline dari ponselnya.


Ia bergegas keluar tenda, ketika melihat ada cahaya kemerahan dari arah luar dan suara berisik dari teman-temannya.


Romi terlihat sedang berada di depan tumpukan kayu yang telah terbakar, ia sama sekali belum membersihkan diri, sedangkan leon dan anton tidak terlihat keberadaannya.


Aenun dan nadira tengah sibuk menusuk ikan dengan kayu, lalu mulai membakar ikan-ikan tersebut, terdengar tawa dari mereka berdua.


Kirey berjalan mendekat, ia melihat ke dalam box dan betapa terkejutnya ketika ia melihat banyak sekali ikan. Mulai dari ikan kakap, kerapu dan beberapa jenis ikan yang ia tak tau namanya, serta ada dua lobster besar dan seekor gurita.


"Banyak sekali" gumam kirey


"Ikan di sini memang masih banyak, karena selain faktor iklim yang mendukung, sumber habitatnya masih terjaga dengan baik dan belum di rusak oleh manusia."

__ADS_1


"Kamu dapat melihat masih banyak terumbu karang, dan berbagai jenis binatang laut yang tidak dapat kamu jumpai di perkotaan bukan?" tanya leon, tangannya kini merangkul pinggang kirey.


"itulah kenapa kami lebih memilih memancing sendiri." ucap leon lagi, tanpa menunggu kirey menjawab.


"Minggir, jangan bermesraan di sini" ucap telix, ia berjalan di antara leon dan kirey, membuat leon melepaskan rangkulannya.


Kirey terkekeh, ia melihat leon yang tengah manatap telix kesal, sedangkan telix seolah tak perduli.


Telix duduk di samping tomi, kemudian menyalakan rokoknya. Kirey memutuskan berjalan mendekati teman-temannya, sebelum ia kembali mendengar perkataan judes dari telix.


Kirey mulai membolak-balik ikan yang sudah di bakar, tapi tak bertahan 5 menit ia bangkit berdiri.


"Aku akan siapkan nasi dan sayur saja, aku sungguh tidak bisa menahan uap api yang sangat panas, hingga rasanya seperti menembus kulit sampai tulang." ucap kirey melebihkan.


Nadira dan aenun terkekeh, tapi ikut berjalan menyusul kirey yang telah pergi. Kirey terlihat menghentakkan kakinya kesal, karena mendapat ejekan dari telix.


Satu jam kemudian, mereka semua tengah duduk melingkar di atas hamparan pasir pantai, beralaskan tikar seadanya.


Api yang masih menyala terang, menjadi satu-satunya cahaya yang membantu mereka melihat, karena cahaya bulan telah hilang dari atas sana.


Setelah selesai makan, tomi tertidur terlebih dahulu di hammock yang ia gantung pada dua sisi pohon kelapa yang berada tak jauh dari api unggun.


Anton tengah asik bernyanyi, di temani telix yang bermain gitar, dan nadira sedang mencuci piring, sedangkan aenun sendiri sudah lebih dulu tidur.


Kirey berjalan mamasuki tenda, langkah di ikuti leon.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya kirey, menatap leon curiga yang sekarang sedang berbaring.


"Tentu saja beristirahat, apalagi!" jawab leon


"Pergilah ke luar, yang lain belum tidur, apa kata mereka nanti.."


"Mereka akan mengerti" ucap leon memotong ucapan kirey, ia manarik tangan istrinya mendekat.


Leon memeluk kirey dari belakang, mencium leher istrinya, tangannya mulai ia masukan ke dalam baju kirey, meremas kepunyaannya di sana.

__ADS_1


Tapi bukannya bergairah, kirey malah merasa risih, ia segera menyingkirkan tangan leon lalu ss duduk.


"Bagaimanapun, sekarang kita berada di pulau tak berpenghuni. Jadi kita jangan melakukan yang aneh-aneh dulu, nanti saja kamu lakukan jika di rumah." Ucap kirey gelisah.


"Kita ke sini memang untuk liburan, tapi ingat tujuan awalnya adalah agar ayah cepat mendapat cucu!" seru leon tak terima


"Lagi pula, kita ini suami istri, jadi hal itu bukan masalah." leon kemudian kembali menarik kirey agar dapat berbaring di sampingnya.


Kirey tak menolak, sejujurnya kirey mempunyai indra ke enam, ia dapat merasakan kehadiran mahluk lain selain mereka di pulau ini, tapi ia tetap diam saja.


Leon kembali menjalankan aksinya, tapi sepertinya leon memang sedang sial kali ini. Ketika tangannya di masukan ke dalam celana milik kirey, ia mendapati seperti suatu cairan di sana.


Leon melihat warna merah pada ujung jarinya, kirey juga dapat melihat hal itu, ia kemudian melepas celananya dan mendapati kalau ia sedang datang bulan.


Kirey terkekeh melihat leon yang kini terbaring lesu, namun tak lama kemudian leon terkekeh menyeramkan.


"Kita dapat melakukannya dengan cara lain" ucap leon, kirey menepuk jidatnya tak habis pikir, ia pikir suaminya telah kerasukan.


Tak lama terdengar suara anak kecil menangis


Telix, anton dan nadira yang kala itu masih di luar tiba-tiba menjadi diam membisu.


Kirey merapikan pakaiannya kemudian bergegas keluar tenda, ia menyuruh semuanya agar masuk ke dalam tenda, tak lupa mereka membangunkan tomi.


Tapi hal yang tak di sangka terjadi, dari tenda perempuan terdengar suara tangisan dari aenun.


Mereka berjalan mendekat, nadira sedang menenangkan aenun sedangkan para laki-laki memperhatikan dari depan pintu tenda, takut-takut aenun mengamuk.


Kemudian ketika kirey masuk masuk ke dalam tenda, aenun menatapnya tajam.


"Kamu sedang kotor, keluarlah" ucap aenun, jari telunjuknya di arahkan ke kirey.


"Maaf jika kami berbuat salah, tolong lepaskan adikku, dia sama sekali tidak tau apa-apa" jawab kirey, seolah faham perkataan aenun.


Kirey mulai berbicara dengan sosok aenun yang lain, hingga aenun jatuh pingsan, keadaan mulai tegang. akhirnya malam itu, kirey tidur bersama aenun dan nadira, sedangkan para laki-laki berjaga di luar tenda.

__ADS_1


__ADS_2