KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
42. Firasat


__ADS_3

Leon menatap layar ponselnya yang sejak tadi menyala menunjukkan bahwa ada panggilan masuk dari nomor tak fi kenalnya, ia melihat ke arah kirey yang sedang tertidur pulas


Dengan sangat hati-hati dan secara pelan leon turun dari tempat tidur, tujuannya ke ruang tengah ingin bermain PlayStation.


Ia mengabaikan telfon dari nomor asing yang sudah menelponnya sejak 2 hari kepulangan mereka dari berlibur. Namun ponselnya terus berdering yak henti-henti, karena kesal leon menonaktifkan ponselnya.


Jam 3 sore kirey terbangun dalam keadaan lapar, lalu ia mengajak leon yang tengah bermain game untuk ikut makan bersamanya.


Namun sepertinya clara sudah membawa semua makanan untuk para pekerja, karena tak ada satupun makanan yang tersisa di balik tudung saji.


Bahkan tak ada apapun di dalam di dalam kulkas kecuali sepotong kecil ayam, dan 3 butir telur. akhirnya kirey menyuruh leon ke pasar untuk membeli ikan dan beberapa jenis sayur.


Setelah kepergian leon, tak beberapa lama terdengar suara ketukan pintu dari arah depan rumah.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya kirey begitu membuka pintu, dan melihat ada ibu anna di sana.


Yang kirey tau kalau ibu anna adalah seorang guru berusia sekitar 40-an yang rumahnya berada di kompleks sebelah berdekatan dengan mini market yang sering ia kunjungi.


"Leon ada? tanya bu anna.


Kirey kemudian menjelaskan jika leon baru saja keluar, ia mempersilakan ibu anna agar masuk dan menunggu suaminya di dalam rumah.


"Saya sedang memerlukan bantuan leon" ucap ibu anna begitu kirey kembali dari dapur dengan membawa sepiring roti dan juga teh


Kebetulan hanya ada kirey seorang diri di rumah berlantai dua itu, jadi dia sendiri juga yang harus melayani tamu yang datang.


"Perlu apa ya kalau boleh tau?"


"Oh tidak, saya hanya ingin dia membantu mengurus surat tanah milik suami saya yang sedikit bermasalah" jawab ibu ana dengan suara yang terdengar gugup.


Kirey menatap ibu anna aneh, sebab yang tuan tanah itu ayah tama bukan leon.


Suaminya itu hanya membantu pekerjaan ayahnya saja sebagai seorang investor, bagaimana mungkin leon mengurus soal tanah. namun ia hanya mengedikan bahu tak peduli.


Kirey dan ibu anna mulai terlibat obrolan ringan hingga leon datang 10 menit kemudian. Kirey mengambil barang belanjaan dari tangan leon dan segera bergegas pergi ke dapur, meninggalkan leon berbincang dengan ibu anna.

__ADS_1


Ikan telah selesai ia goreng, nasi juga telah masak. Kirey sedang menumis sayur kangkung, ia tak ingin memasak menu yang merepotkan karena ia sudah sangat lapar.


Ketika makanan telah tersaji di atas meja, kirey ke depan untuk memanggil leon untuk makan bersamanya. Ada yang aneh, leon dan ibu anna tiba-tiba berhenti bicara begitu melihat kedatangannya.


Kirey tak lupa mengajak ibu anna agar makan bersama namun ibu anna menolak, berkata bahwa ia sudah akan pulang.


Sebelum keluar rumah, ibu anna sempat meminta izin kepada kirey tentang ia yang akan mengundang leon sebentar malam rumahnya.


Kirey hanya bisa menjawab iya, ia tak ingin memperdulikan urusan ibu anna dan suaminya segera bergegas menuju dapur, ia melihat leon makan dengan lahap.


Walaupun makanan yang ia masak tak seenak buatan clara, namun hal yang patut kirey syukuri adalah leon sekalipun tak pernah mengeluh soal makanannya yang hambar atau kadang keasinan.


Malamnya sekitar jam 8, leon pamit pergi ke luar katanya akan ke rumah ibu anna, namun hingga jam 11 malam leon belum juga pulang hingga kirey tertidur karena terlalu lama menunggu.


Kirey terbangun melihat jam di dinding pukul dua pagi, ia mendengar bunyi air dari kamar mandi. sepertinya leon baru saja pulang, ia ingin bertanya apa yang di lakukan leon hingga pulang selarut ini.


Tapi karena sangat mengantuk ia memutuskan untuk kembali tidur, berfikir besok saja baru ia bertanya pada leon.


Namun paginya ketika ia bangun, leon sudah tidak ada di sampingnya. padahal ia ingat betul subuh tadi ia sempat terbangun karena suaminya itu memeluknya dengan erat.


Siangnya leon datang namun baru masuk kamar, suaminya itu langsung menyuruhnya bersiap karna leon akan mengantarkan kirey ke rumah orang tuanya.


Kirey menurut saja, ia merasa cukup senang karena semenjak pulang dari berlibur ia memang belum pernah pergi menjenguk papa dan mamanya.


Ketika sampai di rumah orang tuanya bahkan mereka masih berada di pekarangan, namun leon sudah berkata bahwa ia akan pulang dan meninggalkan kirey di sendiri.


"Bersenang-senanglah" hanya itu yang leon ucapkan, ia kemudian pergi setelah mengecup kening kirey.


Kirey menatap punggung leon, ia merasa aneh dengan tingkah suaminya yang berubah sejak semalam namun ia segera masuk ke rumahnya.


Begitu masuk, ia langsung di sambut dengan pemandangan mama yang sedang mengomeli tris.


Kirey menyadarkan badannya di dinding, ia terkekeh melihat wajah tris yang tertekuk.


"Ayo temani aku bermain playstation" ajak kirey, ia menarik tangan tris dari hadapan mamanya.

__ADS_1


"Apa kamu baik-baik saja" tanya mama ike, mamanya itu akhirnya berhenti mengomel.


"Akhirnya mama sadar juga jika aku datang" ucap kirey cemberut.


Mama ike berjalan mendekati kirey, ia mengecek kondisi kirey dari atas ke bawah, depan ke belakang lalu memeluk tubuh anaknya itu.


"Syukurlah jika kamu baik-baik saja" ucap mama.


"Jadi main tidak" teriak tris dari arah kamarnya


"Anak itu cepat sekali dia menghilang" kesal mama


Kirey kembali tertawa, ia menyusul tris ke kamarnya. Sudah dua jam mereka bermain salah satu game bertempur namun kirey terus kalah, ia memutuskan untuk berhenti.


Merasa bosan, ia meraih benda pipih yang berada di tasnya segera menghubungi leon berniat ingin pulang.


"Kamu tidak ingin main ke rumah nadira dulu? anak itu terus menanyakan keadaanmu." tanya mama, beliau sedang menemani kirey untuk menunggu kedatangan leon.


"Lain kali saja, katakan padanya jika aku baik-baik saja"


"Tapi entah mengapa perasaanku sangat tidak enak ma" ucap kirey.


Mama baru akan berbicara, namun bunyi klakson berbunyi. Leon sudah datang menjemput menggunakan motornya.


Sepanjang perjalanan leon tak hanya diam, begitu sampai di rumah leon langsung masuk kamar mandi.


Lama kirey menunggu hingga leon keluar, namun suaminya itu malah menyuruhnya agar gantian membersihkan diri.


Kirey menurut saja, dia berfikir jika nanti saja selesai mandi baru ia tanyakan. namun begitu keluar dari kamar mandi ia mendapati leon sudah tertidur.


Ia mendekati leon, ingin menggoda leon agar suaminya terbangun. tapi kemudian segera di urungkan karna kirey sendiri belum siap untuk kembali bercinta.


Akhirnya ia naik ke tempat tidur mendekati leon, dengan mata yang masih terpejam leon memeluknya.


"Sepertinya leon lelah" kirey mencoba berfikir positif, ia memilih memejamkan matanya ikut tertidur.

__ADS_1


__ADS_2