KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
46. Sukma


__ADS_3

Ke dua gadis itu kini saling berhadapan, namun tak saling menatap. Sudah 10 menit sejak sukma datang tapi dia dan kirey masih tak saling berbicara sementara leon sudah keluar kamar dari tadi.


Sukma. Perempuan berkulit sawo matang, rambutnya panjang sekali sampai pinggang. Tak cantik namun juga tidak jelek. Ia datang dengan hanya mengenakan sepasang baju tidur tanpa polesan make up apapun, biasa saja tak terlihat spesial sedikitpun.


Senyum di wajahnya tak dapat menyembunyikan kesedihan yang terlihat jelas di matanya. Di tambah dengan sedikit memar di bagian bawah mata kanannya membuat ia tampak menyedihkan.


Kirey memperhatikan sukma dengan seksama. Ia masih ingat dengan jelas, jika perempuan yang di depannya ini adalah perempuan yang sama dengan perempuan yang ia temui di depan ruang pemeriksaan polo dan anak.


Mata kirey turun melihat ke bagian perut sukma, walaupun tertutup dengan bajunya yang longgar namun perut besarnya bisa terlihat dengan jelas.


"Berapa usia kandungan kamu?" Kirey memutuskan berbicara sambil mendekati sukma, kemudian duduk di samping perempuan itu.


"7 bulan lebih." Sukma menundukkan wajahnya tak berani mengangkat menoleh ke samping.


"Hah sudah selama itu?" Kirey menggeleng tak percaya.


"Pernikahanku dan leon bahkan baru berjalan 5 bulan" Kirey mulai kembali merasa emosi. "Jika seperti itu, kenapa kamu tidak segera memberi tau dari awal jika kamu hamil?" Jika kamu memberi tau sejak awal, mungkin kami tak akan menikah"


"Saat itu aku belum mengetahuinya. Jika aku tau, tanpa kamu suruhpun aku sudah pasti tak akan membiarkan kalian berdua menikah" Bentak sukma


Kirey melotot tak percaya menatap sukma.


"Baiklah. Kalau begitu kenapa kamu tidak langsung memberitahu aku ketika kita bertemu di rumah sakit? Aku yakin jika saat itu kamu sudah tau akan kehamilanmu dan sedang memeriksanya"


"Kamu benar aku memang ingin sempat memberitahu tentang kehamilanku padamu. Tapi hari itu aku juga mengetahui kamu sedang hamil, jelas saja aku tidak berani mengganggu rumah tangga kalian" Cicit sukma, ia mulai menangis.

__ADS_1


"Lupakan soal itu. Sekarang coba ceritakan padaku bagaimana sampai kamu bisa hamil?"


"Maksudku begini. Kata leon saat itu hubungan kalian sudah merenggang dan kalian sudah tidak pernah bertemu beberapa bulan terakir" Ucap kirey.


Sukma menatap kirey ragu, sepertinya ia tak ingin menceritakan kejadiannya. Namu kirey terus meyakinkan jika ia hanya ingin tau kebenarannya saja.


"Kalian menikah pada awal bulan maret bukan?" Sukma bertanya dan di jawab anggukan kepala kirey.


"Memang benar jika kami tak pernah bertemu akhir-akhir itu, namun hanya pada bulan Januari dan Februari saja. Desember kami masih berhubungan seperti biasanya, bahkan malam tahun baru kami menghabiskan waktu berdua di kamar ini"


"Aku dan dia sering tidur bersama di tempat tidur ini" Sukma menatap kasur yang sedang mereka duduki dengan pandangan yang aneh "Jika kamu tidak percaya, pesan-pesan dari leon masih aku simpan sebagai bukti."


Kirey hanya bisa diam, antara shock atau bingung mendengar ucapan sukma. Bagaimana bisa leon begitu tega menyuruhnya tidur di bekas tempat, ia dan mantan kekasihnya pernah pakai.


Kirey meraih ponsel dari tangan sukma. Dengan tangan gemetar, ia membaca pesan-pesan dari leon di hp sukma. Ia melihat jika benar pada tanggal 31 desember, leon mengirimkan pesan jika ia akan menjemput dan membawa sukma menginap di rumahnya.


Umur panjang, baru juga di bicarakan. leon masuk kamar dengan hanya mengenakan handuk, sepertinya baru selesai mandi. Sepertinya ia masih merasa tak melakukan kesalahan apapun, dengan santai leon berjalan menuju lemari pakaian.


Sukma bangkit berjalan mengikuti langkah leon, dan entah bagaimana seperti sudah tau letak di mana pakaian leon berada. Dengan gampangnya, sukma mengambil sebuah kameja lalu ia serahkan kepada leon.


Kirey memperhatikan leon tak menolak pemberian sukma, ia bahkan langsung mengenakan kameja tersebut. Setelah itu suaminya kini berjalan ke arahnya.


"Jangan terlalu mendengarkan apa ucapannya, ia hanya mencoba menghasut kamu. Perempuan itu sangat pandai bersilat lidah" Bisik leon di telinga kirey, ia lalu keluar kamar dengan cepat.


"Cih, dasar pria tak tau malu" umpat kirey kesal, ia tertawa mencemoh. Kirey balik menatap sukma yang masih berdiri di depan lemari dengan pandangan jengah.

__ADS_1


"Keluarlah, sepertinya kalian akan segera pergi, ayo aku temani." Mencoba bersikap sabar, kirey meraih tangan sukma lalu menuntun perempuan yang di hamili suaminya itu keluar kamar.


"Jadi bagaimana keputusanmu nak" tanya mamanya sukma.


"Mah" sukma melotot menatap mamanya tak suka.


"Seperti kata ibu tadi jika bayi dalam kandungannya itu tidak bersalah jadi aku akan biarkan mereka menikah" Setelah mengatakan itu, ibunya sukma memeluk kirey erat. Ibunya juga mengucapkan terima kasih berulangkali.


"Aku harap kamu tidak memberi tau soal masalah ini kepada orang tuamu" ucap clara setelah menarik kirey sedikit menjauh dari kerumunan.


"Memangnya kenapa?" Kirey menatap clara tak suka karena ucapan kakak iparnya itu.


"Leon juga bukannya benar-benar menikah dengan sukma, ini hanya sebatas formalitas saja. Jadi tidak perlu sampai orang tuamu tau. Lagi pula nanti juga leon akan kembali kepadamu" Setelah mengucapkan itu clara bergegas pergi.


Kirey mengepalkan tangannya menahan emosi, bagaimana hal sepenting ini tak di beritahukan kepada orang tuanya. Dengan berkata seperti itu, sama saja keluarga leon tak ingin mengakui kesalahan yang leon perbuat.


Sementara leon sedang berbicara dengan anton dan tomi dengan mimik serius, suaminya itu dari tadi bahkan tak menoleh ke arahnya sedikitpun.


.


3 mobil penuh dengan orang-orang keluarga dari sukma, sedangkan satu mobil milik ayah tama berisi ayah, clara dan leon. Mereka baru saja pergi, kini di rumah hanya ada kirey serta anton dan tomi yang menemaninya.


Mereka bertiga sedang duduk di ruang depan. Anton dan tomi mencoba mengajak kirey bercanda, sepertinya leon menyuruh ke dua sahabatnya itu untuk menjaga dirinya.


Merasa jenuh, kirey pamit ke kamarnya. ia lalu menghubungi orang tuanya. Reaksi mama ike shock berat sama sepertinya tak dapat menerima kesalahan yang leon lakukan.

__ADS_1


Papa ian menyarankan agar dia segera pulang ke rumah orang tuanya saja. Kirey menyetujui ucapan papanya, bagaimanapun ia memang harus kabur malam ini secepatnya sebelum leon dan keluarganya kembali.


Kirey berjalan ke luar mengecek keadaan, namun sepertinya ia harus menyusun rencana kabur dengan baik. Sebab anton dan tomi, kedua pria itu selalu mengikutinya kemanapun ia pergi.


__ADS_2