
Besoknya bertepatan dengan hari sabtu, siang itu leon dengan romi tengah mempersiapkan perlengkapan untuk memancing, sedangkan anton pergi membeli tenda tambahan.
Kirey sedang berada di rumah nadira. "Apa yang perlu kami siapkan untuk besok" Tanya leon yang baru saja datang
"Kamu hanya perlu membawa beberapa pakaian untuk di pakai selama seminggu, dan jangan lupa power bank juga. Kata leon pulau tersebut belum memiliki akses listrik" jawab kirey.
"Hutan belantara?" tanya telix memastikan
"Entahlah, yang aku tau pulau tersebut ada yang menjaga serta merawatnya jadi mungkin bukan hutan belantara" jawab kirey
"Apa tidak masalah kamu tidak masuk kulia selama seminggu penuh?" tanya kirey yang kini menatap nadira.
"Aman" jawab nadira sambil mengacungkan jempolnya.
.
.
.
Hari minggu telah tiba, mereka bertujuh. Leon, kirey, nadira, telix, anton, tomi, dan aenun. Pergi menggunakan 4 motor berbeda.
Mereka tidak menggunakan mobil karena selain jarak yang sangat jauh, kondisi jalan di beberapa desa di bagian pedalaman juga telah banyak yang rusak.
Ami tidak dapat ikut bersama mereka karena ia memiliki ujian praktek penting pada hari rabu dan kamis, sedangkan iki sedang pulang kampung.
Setelah dua jam perjalanan, mereka berhenti di salah satu kampung yang memiliki sebuah toko yang lumayan besar, toko tersebut menjual sandang dan pangan.
Leon turun di ikuti teman-temannya, mereka membeli berbagai macam cemilan, telix juga membeli rokok.
Sedangkan ketiga perempuan menunggu di bawah pohon yang berada tepat di depan toko. Selesai berbelanja, mereka beristirahat selama 15 menit sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.
Sudah 3 jam mereka berada di atas motor tanpa berhenti, pinggang kirey sudah terasa pegal akibat terlalu lama duduk di atas motor, ia tak berhenti bertanya kapan akan sampai.
Tak berbeda jauh dari kirey. Nadira dan aenun dari tadi terus menggerutu.
"Diamlah aku juga capek dari tadi menyetir" ucap telix jengah mendengar rengekan nadira.
__ADS_1
"Yasudah biarkan aku yang menyetir" putus nadira yang akhirnya membuat telix bertukar posisi dengannya.
Satu jam kemudian, motor leon lebih dulu berhenti di depan sebuah kedai makanan, yang entah dari desa ke berapa mereka lewati.
"Apa kita sudah sampai?" tanya kirey, ia sedang merenggangkan pinggangnya ke kanan dan kiri.
"Bisa di katakan seperti itu, tapi belum." jawab leon
Mereka kemudian masuk ke dalam kedai, sepertinya leon dan teman-temannya sudah terbiasa datang ke tempat ini.
karena mereka bertiga terlihat mengobrol akrab dengan penjual, serta sesekali bertegur sapa dengan orang yang lewat di depan kedai.
"Ini kampung persinggahan terakhir kita, selanjutnya kita akan melanjutkan perjalanan menggunakan speedboat."
"Untuk sampai ke pulau tersebut harus menyebrangi lautan." jelas leon panjang lebar.
Mereka bertujuh kembali melanjutkan perjalanan setelah selesai makan di kedai. Setelah 5 menit mereka sampai di sebuah rumah, yang katanya milik dari kerabat jauh anton.
Selesai menyimpan motor, tak butuh waktu lama mereka bergegas segera pergi ke pantai. Anton terlihat sedang berbicara dengan seorang bapak yang akan menyewakan speedboat.
Mereka kemudian menuju pulau menggunakan speedboat, di antar oleh bapak tadi.
Dapat mereka lihat dari atas speedboat, pulau ke tiga itu memiliki banyak penginapan yang berjejer, serta banyak sekali pengunjung.
"Kenapa kita tidak pergi ke situ?" tanya kirey, begitu speedboat telah melewati pulau ke tiga.
"Tujuan kita bukan ke pulau itu, jika kamu ingin? nanti sebelum pulang kita akan singgah sebentar di sana" jawab leon.
Kirey mengangguk-angguk kepala, aenun dan nadira sibuk dengan ponsel mereka masing-masing, merekam pemandangan yang menakjubkan.
Telix dan anton berada pada pinggir bagian mesin speedboat, mereka berdua tengah menyesap rokok sedangkan romi duduk di samping bapak tadi.
Melewati pulau ke empat, terdapat budidaya perairan, atau juga di sebut akuakultur di sepanjang bibir pantai pulau.
Akhirnya sampailah mereka di depan pulau yang di tuju, tapi karena air sedang pasang, pemilik speedboat memutuskan untuk menepi di belakang pulau.
Begitu turun. Sejauh mata memandang di suguhi dengan pemandangan pohon kasuari, salah satu jenis pohon cemara.
__ADS_1
Terdapat juga rumah-rumahan kecil tapi tidak memiliki dinding pembatas, sepertinya pembuatannya belum selesai di kerjakan.
Anton mengatakan kepada pemilik speedboat untuk kembali menjemput mereka dua hari lagi.
Di pimpin oleh tomi mereka berjalan menyusuri pohon-pohon kasuari, tujuan mereka kembali ke depan pulau. Jalan yang mereka lewati bersih, menandakan bahwa pulau ini memang di jaga dengan baik.
Setelah sampai para perempuan langsung berlari bermain di tepi pantai, menikmati pasir putih, serta terumbu karang yang masih asri, terlihat begitu cantik.
Sementara para laki-laki, sibuk membuat tenda. Hanya ada tiga tenda yang mereka bawa. Tenda satu untuk leon dan kirey tempati, sedangkan yang lain, satu untuk para perempuan, dan satunya untuk laki-laki.
"Apa kita akan tidur di sini?" tanya kirey yang baru datang, ia duduk di pasir menatap suaminya yang tengah membongkar tas berisi alat pancing.
"Iya sayang" jawab leon
"Kenapa kita tidak tidur di rumah itu?" tunjuk kirey pada dua rumah yang berada tak jauh dari tenda yang mereka buat.
"Pemilik rumah tersebut sedang pulang kampung memanen durian, jadi kita tidak bisa sembarangan masuk"
"Lagipula, rumah itu tidak seperti yang kamu bayangkan, percayalah kamu akan lebih nyaman tidur di tenda." jawab leon ambigu.
Kirey mengernyit heran, ingin bertanya lebih jelas namun di urungkan, ia memilih mendekati rumah tersebut untuk mencari tau sendiri.
Kirey membelalakkan matanya begitu melihat kondisi rumah tersebut yang sangat kotor, dan mungkin karena sebagian besar rumah terbuat dari kayu, jadi dindingnya banyak yang telah bocor.
Di bagian belakang rumah terdapat sebuah gubuk kecil serta sumur di sampingnya.
Ia kemudian memutuskan kembali ke tenda, ia melihat para laki-laki tengah bersiap-siap menaiki perahu.
Leon dan telix di perahu yang sama, sedangkan anton dan tomi bersama di perahu yang lain. Mereka mulai berlayar menuju arah yang berlawanan.
"Sebenarnya kenapa mereka harus memancing? bukannya mereka tinggal membeli ikan yang sudah di tangkap nelayan, itu jauh lebih mudah?" tanya nadira bingung.
"Jangan tanyakan padaku, mungkin mereka hanya ingin bersenang-senang" jawab kirey
"Tidak ada jaringan" ucap aenun yang sedang sibuk dengan ponselnya. "Aku bosan sekali, apa yang harus kita lakukan?" tanya aenun lagi.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan mengelilingi pulau!" ucap kirey menawarkan.
__ADS_1
Akhirnya mereka bertiga mulai berjalan ke arah bagian kanan pulau, mereka melihat anton dan tomi yang telah berada jauh di tengah lautan.
Mereka kemudian di buat takjub ketika mendapati banyaknya lavender laut. Bunga itu tumbu subur di antara bebatuan, tertutup pohon-pohon kasuari, di balik semak-semak.