KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
41. Jalan-jalan


__ADS_3

Setelah menempuh perjalan jauh dari pagi buta tadi, pukul 1 siang mereka akhirnya sampai juga pada pulau saleman, menuju pantai Pombo yang terkenal dengan keindahannya.


Namanya mungkin terdengar asing di telinga namun keindahan yang di miliki pantai pombo dapat membius siapa saja yang datang ke pantai itu.


Ada pula yang menyamankan keindahan pantai pombo dengan pantai yang ada di Maldives, atau Maladewa.


Uang memang sangat berpengaruh, tak butuh waktu lama mereka telah memasuki satu kamar yang berada pada Pombo *Beach Eco R**esort*.


Kamar yang mereka sewa posisinya tepat berada di atas laut, kirey nampak menikmati pemandangan laut di hadapannya.


Leon tampak mempesona dengan pakaian santainya, ia mengenakan sepasang shirt polos berwarna hitam dengan tidak membiarkan bagian atasnya terbuka satu kancing.


Leon juga memakai celana jeans pendek berwarna biru tua yang terlihat sangat cocok dengan warna kulitnya yang tak terlalu putih, serta tubuhnya yang tinggi atletis.


"Apa kamu lapar?" tanya leon, ia kini menatap kirey yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya menutupi badannya menggunakan handuk.


Melihat istrinya yang seksi membangkitkan hasratnya yang terpendam, namun ia coba tahan sebab tak ingin mengacaukan situasi.


Sudah cukup lama sejak kirey mengalami mual dan muntah ,sampai keguguran hingga hari ini, mereka tak pernah melakukan kegiatan bercinta lagi.


Leon tak ingin jika kirey kembali berubah menjadi murung jika ia mencoba mengajak istrinya bercinta.

__ADS_1


Kirey mengangguk sebagai jawaban.


Kirey juga telah selesai memakai pakaiannya, sebuah dress putih panjang selutut dengan motif bunga-bunga kecil, dress tersebut juga cukup panjang menutupi sebagian lengannya.


"Ayo kita ke restauran tempat temanku" ajak leon kemudian meraih tangan kirey dan menggenggamnya.


"Tunggulah di sini sebentar sayang, aku akan menemui pemilik restoran ini di belakang dulu ok" leon kemudian masuk ke dapur setelah melihat kirey duduk.


"Hai kawan" sapa leon pada pria berbadan sedikit gemuk yang terlihat tengah sibuk menumis sayur kangkung.


" Leon, kamu di sini!" ucap lelaki tersebut nampak sedikit terkejut dengan kedatangan teman lamanya itu.


"Siapa dia?"


"Istriku"


"Haha akhirnya kamu tidak jadi menikahi sukma, jadi apa yang bisa aku bantu?" tanya pria yang bernama dion.


"Yah begitulah yang terjadi, jadi tolong berikan makanan terbaikmu untuk kami berdua" jawab leon, ia menepuk pundak dion kemudian berlalu pergi nnti menghampiri kirey.


Kirey nampak sedang memainkan ornamen-ornamen kecil yang terbuat dari cangkang kerang dari berbagai bentuk yang tergantung di sepanjang dinding pada restoran itu.

__ADS_1


Makanan mulai di sajikan di meja satu persatu, terlihat menggugah selera.


Ada lobster besar yang di lumuri saus tiram di atasnya dengan di hiasi taburan potongan cili dan bawang bombay, ada juga ikan kakap bakar yang di sampingnya sudah tersedia colo-colo, serta sering kepiting besar, tak lupa semangkuk nasi.


Hingga tak terasa hari sudah berganti malam, mereka kemudian pulang.


Melihat leon telah memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri, kirey kemudian mengalihkan pandangannya pada deru ombak yang dapat ia lihat dari samping kamarnya.


Bintang-bintang menghiasi langit, bertepatan dengan bulan purnama penuh di atas sana.


Esok paginya, kirey terbangun karena mendengar percikan air tak jauh dari tempat tidurnya, leon tengah berenang dari samping kamar yang terhubung langsung dengan laut.


Kirey bangkit dari tempat tidur lalu ikut menceburkan dirinya ke laut, ia tak henti-hentinya merasa takjub. Air laut sangat jernih, sampai ia bisa melihat dengan jelas terumbu karang yang berada di dasar laut.


Siangnya mereka pergi mengunjungi tebing Hatta. Sebuah tebing batu yang menjulang tinggi ke atas, untuk pergi ke tebing mereka menggunakan boat.


Tebing itu berjarak 10 menit dari resort, lokasinya terdapat di tepi hutan dekat dengan salah satu taman nasional.


Selanjutnya kirey memutuskan untuk melakukan diving di goa laut yang berdekatan dengan tebing Hatta, ia harus ekstra hati-hati karena lokasinya yang sempit serta lautan yang cukup dalam.


Walau belum banyak berbicara dengannya, namun leon sudah cukup puas melihat kirey yang sekarang sudah bisa tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2