KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
36. Aneh


__ADS_3

Besok siangnya, kirey kembali membantu clara membuat dan mengantarkan makanan untuk para pekerja.


Ia tengah berada di bagian belakang rumah, terdapat berbagai macam pohon. Ada beberapa pohon yang tengah berbuah, yaitu pohon nangka, Pohon alpukat serta pohon lengkeng.


Ketika matanya tak sengaja melihat pohon cengkeh, ia teringat akan sesuatu. Kirey kemudian meraih hp dari sakunya dan menghubungi leon. Suaminya, tadi pagi pergi bersama ayah di kota sebelah


Hingga dering ke 10, leon tak kunjung mengangkat telfonnya. Kirey mulai kesal, ia mencoba menghubungi kembali, tapi leon lebih dulu menelponnya.


"Maaf sayang, tadi aku sedang berbincang dengan klien. Ada apa?" ucap leon.


"Yah-yah, aku ingin makan buah coklat. Tapi aku ingin buahnya kamu yang petik langsung dari kebun milik ayah, tempat yang pertama kali kita bertemu itu" pinta kirey.


"Aku akan membawakannya dari sini, kebetulan sekarang aku juga berada di salah satu kebun ayah. Dan tadi aku sempat melihat ada buah coklat yang sudah menguning" jawab leon.


"Tidak, aku ingin dari kebun milik ayah yang itu!" seru kirey tegas, ia langsung memutuskan sambungan telfon.


Kirey berjalan masuk menemui clara, mengajak iparnya untuk pulang. Moodnya menjadi buruk, namun ia kemudian kembali tersenyum mendapat satu ide"


"Bolehkah aku minta tolong?" Tanya kirey kepada clara, mereka masih berada di atas motor.


"Katakanlah" clara baru merespon, ketika motornya menepi di depan rumah.


"Apakah ada anak buah ayah, yang bertugas menjaga kebun milik ayah yang waktu itu pernah aku datangi untuk memetik cili?" tanya kirey.


"Tanah ayah sangat banyak, apalagi kebun. Sudah tak terhitung jumlahnya, tentu saja semua itu tak dapat kami handle sendiri"


"Jadi dari masing-masing kebun, ada orang kepercayaan ayah yang menjaganya. Kalau kebun yang itu, tentu saja bibimu yang menjaganya"


"Memangnya kenapa? dan bukannya tadi kamu ingin meminta tolong?" tanya clara menyelidik, ia duduk kemudian menyalah tv. Keduanya kini sudah berada di ruang tengah.


"Oh"


"E..mm, jadi dapatkah kamu menyuruh bi ani membawakan buah coklat dari kebun itu untukku?" kirey duduk di samping clara.

__ADS_1


"Tidak bisa seperti itu, beliau adalah orang suruhan ayah. Bi ani sangat dekat dengan ayah, aku tidak berani menyuruh seenaknya"


"Kenapa tidak kamu minta sendiri pada bi ani?" tanya clara


"Benar juga katamu" Kirey bertepuk tangan, ia kemudian menghubungi bi ani. Namun sialnya bi ani tengah sakit, jadi tidak pergi ke kebun 2 hari belakangan.


Kirey menarik nafas pasrah. Clara menatap iparnya itu dengan bingung.


"Jika kamu ingin, ayo kita ke pasar membelinya" tawar clara.


"Sebenarnya aku ingin leon yang memetiknya untukku, namun tadi ia membuatku kesal. Makanya aku minta tolong padamu, dan aku hanya ingin buah dari kebun itu, tak ingin yang lain."


"Apa bedanya buah di kebun dan beli? kan sama-sama buah" tanya clara bingung.


"Leon tadi juga sempat menawarkan untuk membawa coklat dari kebun milik ayah yang lain, tapi aku hanya ingin buah coklat yang leon petik langsung dari kebun itu" jawab kirey lemah.


Keesokan paginya, jam menunjukkan masih pukul 5.30 pagi. Matahari bahkan belum nampak sama sekali, namun kirey sudah mengetok pintu kakak iparnya berulang kali.


Kirey membangunkan clara pagi itu, karena ia terbangun dengan perasaan yang sangat ingin makan cumi goreng buatan kakak iparnya.


Clara membanting pintunya dengan keras ketika mendengar permintaan konyol kirey pagi itu. Karena kaget dengan pintu tertutup yang cukup keras, kirey menangis sejadi-jadinya di depan kamar clara.


Dengan terpaksa pagi itu juga, clara pergi ke pasar membeli cumi dan memasaknya untuk kirey.


Jam masih menunjukan pukul 9.00 pagi, clara tengah sarapan roti dengan segelas susu. Sedangkan kirey tengah makan cumi saus tiram, tanpa nasi dengan lahap.


"Bukannya kamu tidak suka makan cumi?" tanya clara, ia bahkan melihat kirey bahkan sampai menjilat tangannya.


"Entahlah, aku tiba-tiba ingin memakannya. Dan ternyata rasanya tidak seburuk yang aku kira, hanya sedikit menggelitik ketika masuk ke dalam tenggorokan"


Kirey bangkit dari kursi, meletakan piringnya di wastafel, mencuci tangan, dan kembali beranjak duduk di kursi pada meja makan. Ia merasa sangat kenyang.


"Atau jangan-jangan kamu hamil." tebak clara, ia masih menatap kirey bingung, karena kirey terus meminta sesuatu yang aneh.

__ADS_1


"Itu hal yang tidak mungkin, 3 minggu lalu aku baru saja haid" kirey geleng-geleng kepala.


"Apanya yang tidak mungkin? mungkin saja, 3 minggu itu waktu yang cukup lama. Kamu bisa saja sudah hamil 2 atau 3 minggu!"


Clara kemudian bangkit menggenggam tangan kirey, lalu ia mengajak iparnya itu berjalan menuju bagasi mobil.


"Kita akan pergi kemana?" tanya kirey, ia kini tengah memasang sabuk pengaman.


"Tentu saja, periksa ke dokter kandungan"


"Tidak usah, aku tak ingin berharap, dan malah nanti kecewa jika hasilnya tak sesuai dengan yang di inginkan." potong kirey, sebelum clara menjalankan mobilnya.


"Tidak apa-apa, ada aku yang menemanimu" bujuk clara.


"Aku mohon" ucap kirey sendu.


Clara menarik nafas panjang, ia akhirnya menuruti permintaan kirey.


Namun malamnya, clara masuk secara tiba-tiba ke kamar milik kirey dan leon. Kirey sedang berbaring sambil tangannya mengetik sesuatu di ponselnya.


Ia sedang bertukar pesan dengan leon yang masih berada di kota tetangga, ketika kaget dengan clara yang muncul sambil melemparkan sesuatu ke arahnya.


"Apa ini" tanya kirey, ia membolak-balik bungkusan kecil tersebut. Matanya melotot membaca tulisan pada bungkusan itu, ALAT TES KEHAMILAN.


"Jika kamu tidak ingin pergi ke dokter tidak masalah, kamu bisa menggunakan itu. Sengaja aku beli yang murah, tapi kata apoteker itu yang 99% paling bisa mendeteksi kehamilan" ucap clara enteng.


Kirey menarik nafas kasar, apa bedanya mengecek ke dokter dan menggunakan alat ini? tujuannya kan tetap sama. Namun ia tetap bangkit, berjalan menuju toilet.


Hidup hampir 4 bulan dengan clara, membuatnya cukup hafal betul sifat iparnya tersebut. Tak ingin mendapat omelan, ia hanya menurut saja.


"Tunggu, ini ada lagi" ucap clara, ia menyerahkan 2 bungkus alat tes kehamilan yang sama.


"Tesla, menggunakan ketiganya"

__ADS_1


Kirey tak menjawab ia berlalu masuk ke kamar mandi. Di plastik ini tertulis waktu akurat untuk mengecek adalah pagi hari, karena itu kirey menyisihkan 2 bungkus untuk besok pagi.


Namun tak seperti dugaannya, ia malah menggunakan ketiga alat kecil yang memanjang itu. Kirey menganga tak percaya memandang hasil dari testpack itu.


__ADS_2