
Kirey menatap benda kecil panjang itu lama, ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Garis dua, dengan sangat jelas ia dapat melihat dua garis pada benda itu.
Ia bangkit berdiri, keluar dari kamar mandi dengan mulut terkunci rapat. Pikirannya seperti berada di tempat lain, ia bahkan tak menjawab ketika clara terus bertanya.
Kirey hanya menunjukan alat tes kehamilan itu pada clara, clara sendiri awalnya menutup mulut tak percaya. Namun iparnya itu langsung melompat-lompat senang seperti anak kecil, kemudian memeluknya.
"Sudah aku duga, ah! aku harus segera mengabari ayah" ucap clara
"Jangan" Kirey menahan tangan clara, sebelum iparnya itu sempat membalikkan badan.
"Memangnya kenapa? ini berita baik"
"Tidak sebelum aku benar-benar yakin, bisa saja testpack ini salah. Besok temani aku mengeceknya langsung di dokter kandungan" jawab kirey.
Pagi-pagi sekali, clara sudah membawa kirey ke rumah sakit. Ia sudah tak sabar mendengar apa kata dokter nanti.
"Selamat ibu, usia kandungannya sudah memasuki minggu ke 7" ucap dokter, setelah tadi memasukan satu alat ke dalam ******.
"Panjang tubuhnya kira-kira 1,27 sentimeter, bisa kita lihat bersama jari-jari tangannya pun mulai terbentuk, meski masih berlapiskan dengan selaput"
Kirey menatap layar monitor, ia menangis terharu. Kirey mengusap-usap perutnya, sekarang ada kehidupan lain di dalam sana.
Dokter selesai memeriksa, kemudian berdiri menuju kursinya. perawat membantu membersihkan sisa gel dari perut kirey, ia berjalan di bantu clara menuju meja milik dokter.
"Tapi dok, 3 minggu saya baru selesai halangan. Jadi bagaimana bisa usia kandungan saya sudah 7 minggu?" tanya kirey, setelah duduk.
"Usia kehamilan di hitung berdasarkan HPHT namun karena tadi kita telah melakukan USG transvaginal.Dibanding metode HPHT, hasil USG trimester I lebih akurat sebagai cara menghitung usia kehamilan"
"Setelah menghitung panjang janin dari bokong hingga kepala, bisa di simpulkan usia kandungan ibu memasuki minggu ke 7" jelas ibu dokter.
Kemudian dokter mulai menjelaskan agar kirey banyak mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat tidak boleh kurang dari 400 gram sehari
Setelah itu dokter menyerahkan secarik kertas berisi suplemen maupun obat untuk kehamilan.
Setelah menembus obat, kirey dan clara pergi ke supermarket untuk membeli susu ibu hamil.
__ADS_1
"Dari mana saja kalian berdua" tanya leon, ia sedang berdiri di depan pintu.
"Minggir" clara mendorong leon dari depan pintu, kirey terkekeh. Kakak dan adik ipar itu berjalan bersama memasuki rumah menuju dapur.
Sesampainya mereka berdua di meja makan, clara mengeluarkan satu kotak susu.
Ia mengambil gelas, melihat berapa takaran sendok susu yang pas untuk di minum, menyiram air panas, kemudian menyerahkan segelas susu kepada kirey.
Leon datang menyusul, ia mengambil salah satu kotak susu yang berada di atas meja. Leon menatap clara, dan kirey bergantian.
"Siapa yang hamil" tanya leon.
"Memangnya di rumah ini siapa perempuan yang sudah menikah?" tanya clara balik.
"Kamu tinggal menjawab satu nama saja, apa susahnya!" seru leon kesal.
"Tentu saja istrimu, masa aku"
"Benarkah?" leon menatap kirey meminta persetujuan, istrinya itu menganggukkan kepala.
"Kenapa kamu tidak mengatakan apapun padaku? tidak bisa, aku harus mengeceknya sendiri. Mari kunci mobilmu" leon balik menatap clara, kakaknya lalu menyerahkan sebuah kunci.
"Kita akan kemana?" tanya kirey bingung ketika tangannya sudah di tarik oleh leon, berjalan ke arah mobil.
"Ke rumah sakit, kemana lagi?" jawab leon.
Kirey menarik nafas pasrah, tak ingin berdebat. Kirey sudah cukup capek, akhirnya memutuskan mengikuti apa mau suaminya saja.
Mereka pergi rumah sakit yang sama. untung saja belum waktu istirahat, jadi mereka masih bisa mendapatkan nomor antri.
"Saya pikir mungkin namanya saja yang sama, ternyata memang benar itu anda yang tadi sudah saya periksa. Jadi bagaimana?" tanya dokter.
"Apa benar istri saya hamil" tanya leon
Dokter tersenyum, kemudian beliau kembali menjelaskan seperti apa yang tadi sudah dokter itu katakan kepada kirey.
__ADS_1
"Apa kami masih boleh melakukan hubungan suami istri?" tanya leon lagi.
Kirey melotot menatap suaminya, ia mencubit paha leon.
"Boleh, tapi karena usia kandungan ibu yang masih muda, dan masih rentan. sebaiknya kegiatannya di lakukan secara pelan-pelan saja, dan di kurangi" jawab dokter.
Leon tersenyum senang, ada beberapa hal lagi yang leon tanyakan. Setelahnya mereka pulang, sepanjang jalan leon tak henti-hentinya mencium tangan kirey.
"Terima kasih" Ucap leon.
"Apa benar kamu hamil" tanya ayah, begitu mereka baru saja memasuki rumah.
"Iya ayah, sebentar lagi ayah akan segera mendapatkan cucu" leon yang menjawab.
Ayah tersenyum, kemudian berjalan masuk kamar, tak lama kembali lagi.
"Ini untukmu" Ayah menyerahkan setumpuk uang, di situ tertulis nominal 10 juta. Sepertinya uang tersebut baru ayah ambil dari bank.
Kirey menerima uang itu dengan senang, ia merasa bersyukur karena keluarga ini memang selalu memanjakannya.
Tak lupa kirey memberitahu keluarga, dan orang-orang terdekatnya tentang kehamilannya.
Sorenya, kirey dan leon pergi ke rumah orang tua kirey, mama dan papa sedang membuat acara syukuran atas kehamilan kirey.
Menjelang pukul 08.00, setelah pamit kepada orang tuanya. Kirey memutuskan untuk tak langsung pulang, ia kini tengah berkumpul dengan teman-temannya di rumah nadira.
"Ah aku sangat senang" nadira memeluk tubuh kirey.
"Seperti kamu yang hamil saja" ucap telix.
Nadira menatap telix tak suka, kirey ikut terkekeh.
"Aku akan mentraktir teman-temanku di kafe x, apa kalian akan ikut berkumpul dengan kami?" tanya leon.
" Tentu saja" jawab telix.
__ADS_1
Mereka semua akhirnya berkumpul bersama, leon mentraktir mereka semuanya. semua orang merasa bahagia menyambut kehamilan kirey.