KIREY : Early-Age Marriage

KIREY : Early-Age Marriage
58. Kedatangan leon II


__ADS_3

Kirey dan nadira sedang berbaring bersama-sama di kamar milik nadira. Keduanya, sibuk dengan ponsel di tangan masing-masing.


"Hey, lihatlah ini." Ucap kirey sambil menyodorkan ponselnya ke arah nadira.


"Siapa dia?" Tanya nadira.


"Istri baru leon." Jawab kirey enteng.


Sukma mengirimkan permintaa follow di Instagram. Kirey tersenyum, lalu meng-klik persetujuan untuk following karena akunnya merupakan akun privat jadi perlu persetujuannya terlebih dahulu.


"Bagaimana kabarmu?" Chat pertama dari sukma. Ia langsung mengirimkan pesan dengan cepat ketika kirey baru saja memfollow dirinya.


"Bukannya kamu yang paling tau bagaimana kabarku nona? Sekarang apa lagi yang kamu inginkan." Ketik kirey secara frontal.


"Apa maksud ucapanmu, aku sama sekali tak mengerti." Balas sukma.


Kirey mendengus kesal membaca balasan sukma. Perempuan ini sangat pintar bermain drama rupanya, "Baiklah mari kita bermain jika itu maumu."


"Aku tahu jika kamu menginginkan leon sepenuhnya untukmu. Kamu tidak perlu cemas kalau soal itu, karena tidak lama lagi aku akan segera berpisah dengan leon. Setelah itu kamu bisa mengambil laki-laki yang kamu sangat idamkan itu untukmu." Ucap kirey. Ia berdiri di dekat jendela kamar nadira sambil menatap ke luar.


"Apa kamu yakin ingin berpisah dengan leon?" Tanya nadira.


"Kamu juga pasti sudah tau soal mamanya aenun dan ayahnya leon. Hubungan mereka membuat aku semakin yakin untuk berpisah."


"Jika itu yang terjadi. Seharusnya kamu tidak menyerah, bagaimana bisa kamu membiarkan bibi ani bersama ayah mertuamu. Astaga, lalu bagaimana dengan aenun dan saudara-saudarinya?" Ucap nadira histeris.


"Kalau soal anak-anak bi ani, mereka semua sepertinya sudah menaruh curiga sejak lama kalau mamanya punya hubungan dengan pria tua itu." Kirey menghela nafas panjang, "Tenanglah, meraka pasti akan kena karmanya juga."


"Lupakan soal mereka. Bagaimana dengan dirimu? bukannya kamu sudah mencintai leon?" Tanya nadira.


Kirey terkekeh, "Tidak sulit membencinya. Karena sebelum jatuh cinta dengan leon, aku terlebih dahulu sudah pernah membencinya."

__ADS_1


"Kalian berdua keluarlah, lihat ada tamu tak di undang yang datang." Teriak telix dari luar kamar.


Kirey dan nadira saling pandang. Tanpa bertanya, mereka sudah tau jika tamu tak di undang itu tak lain adalah leon.


"Ada apalagi" Tanya kirey begitu duduk berhadapan dengan leon. Pria itu nampak berbeda dari kemarin-kemarin.


Leon datang dalam keadaan rapi dan bersih. Jenggot serta kumisnya yang kemarin terlihat menebal, sudah ia cukur habis. Ia mengenakan baju kaos berwarna hitam serta celana pendek selutut berwarna hitam juga. Ia menatap kirey intens.


"Aku sudah memikirkan semuanya. Ucapan papa semalam memang benar." Jeda leon terlihat ragu dengan apa yang akan ia bicarakan. "Jadi, aku datang ke sini ingin meminta ponsel yang aku belikan kemarin untukmu." Ucap leon dalam sekali tarikan nafas.


"Haha jadi apa kamu sudah siap berpisah denganku? Tanya kirey geleng-geleng kepala. Bukannya tak yakin, namun ia merasa lucu dan senang jika memang leon ingin berpisah dengannya.


Kirey mengeluarkan ponsel dari saku celananya, ia lalu menyerahkan ponsel tersebut kepada leon. "Jika tak ada lagi keperluan di sini, kamu bisa pergi." Ucap kirey kesal, karena sejak tadi leon hanya diam saja.


"Aku sudah mengetahui semuanya, tenyata kamu sama saja dengan bibimu yang mata duitan itu." Ucap leon ketika ingin berdiri dari kursi yang ia duduki.


Plak! Plak!


"Ckck, jangan berbicara sembarang. Jangan samakan aku dengan wanita itu. Dan yang murahan di sini, itu adalah kamu. Apa karena tidak bisa kembali padaku lagi, otakmu menjadi berputar tidak lagi pada tempatnya sehingga menjadi lancang?"


Leon kembali diam. Ia hanya terus menatap kirey, entah apa arti tatapannya itu.


"Beraninya kamu ingin menyalahkanku. Walaupun aku sudah tau kamu tidak akan pernah sadar diri namun aku tidak menyangka jika sekarang kamu malah mau membuat seperti aku juga memiliki kesalahan." Bentak kirey.


"Ambil ponsel dan ini juga ini." Kirey melepas anting dan cincin emas yang leon belikan untuknya. Kirey meraih tangan leon lalu menyerahkan emas itu ke dalam genggaman leon


"Telix, tolong keluarkan orang di depanku ini dari dalam rumah. Lain kali jangan biarkan dia masuk."


"Aku pastikan kamu akan kembali padaku." Teriak leon, ia berontak minta di lepaskan ketika telix menariknya keluar rumah.


"Coba saja jika kamu bisa. Tidurlah jika kamu mengantuk, jangan berjalan." Ledek kirey menyeringai.

__ADS_1


"Berbicara dengan pecundang itu membuat tenagaku terkuras habis. Aku ingin makan ayam saus tiram, ayo ke dapur." Kirey mengajak nadira.


Sesampainya di dapur. Kirey mulai membuka kulkas, mengambil ayam lalu mengotak-atik bumbu. "Kali ini aku yang akan memasak sendiri." Ucap kirey yakin


Nadira membelalakkan mata "Tapi__" Ucapan nadira terhenti, sepertinya ia berfikir jika kirey tidak akan bisa memasak.


"Kamu hanya perlu duduk dengan tenang, percayakan saja padaku."


Kirey mulai melumuri daging ayam dengan air jeruk nipis, garam, dan merica. lalu ayam tersebut ia sisihkan. Kemudian ia menumis bawang putih, dan cabai hingga harum. Memasukkan daging ayam tadi dan mengaduk, tak lupa memberi penyedap rasa saus tiram.


Terakir, kirey memasukkan jamur, bawang bombay, kecap manis, dan saus sambal. Masakan kirey kini sudah tersaji di atas meja. Dari tampilannya terlihat lezat. Namun tak tau dengan rasanya.


"Duduklah." Kirey menarik tangan telix.


Telix terlihat ragu untuk memakan masakan yang ada di depannya, sama halnya dengan nadira. Ke dua orang itu kompak diam.


Kirey mendengus kesal, ia berinisiatif mengambil makanan untuk ke dua sahabatnya itu. Memaksa mereka makan.


Kirey memperhatikan telix, baginya komentar telix yang paling penting. Pria yang sedang mencoba memasukan sepotong ayam ke dalam mulutnya itu memiliki mulut yang ketika berucap tak kalah pedis dari rasa cili. Telix pasti akan berkata jujur tentang makanannya.


"Tidak buruk, setidaknya masih bisa di makan." Ucap telix melahap makanan di depannya.


Kirey mendengus kesal, apa iya? Ia mengambil sepotong ayam untuknya sendiri. Kirey kemudian melotot menatap telix, baginya ayam ini sudah sangat enak.


.


Kirey sedang bercermin, ia memoles lipstik merah tua kehitaman di bibirnya. Ia baru saja selesai mandi. Dress merah dengan motif bunga-bunga hitam senada dengan warna bibirnya.


"Sekarang aku siap." Kata kirey pada dirinya sendiri.


Kirey melangkahkan kakinya ke luar rumah kirey, tujuannya adalah pulang ke rumah. Saat makan tadi, ponsel nadira berdering, telfon dari mama ike. Papa dan mama sudah mengetahui jika ponselnya sudah leon ambil kembali.

__ADS_1


Karena hal itu sekarang kirey pulang ke rumahnya. Kata papa ada yang perlu mereka bahas. Sepanjang jalan, kirey bersenandung, ia tak sabar segera berpisah dari leon.


__ADS_2