
Leon yang sedang tidur tengkurap tanpa mengenakan baju, di kejutkan dengan kedatangan kirey yang datang dan langsung mencubit pinggangnya.
"Aow !" teriak sean.
"Aku baru ingat ingin menanyakan tetang ini." Tunjuk kirey pada tato di pinggang leon.
"Jadi, apa arti tato ini? tidak mungkin tidak ada artinya? dan namamu jelas berhuruf depan L bukan S. Lalu apa artinya?" Tanya kirey beruntun.
"Aku juga ingat, ayah mengatakan hari minggu ini kita akan pergi melihat pembangunan rumah." jawab leon mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Aku bertanya apa, kamu jawabnya malah apa. Katakan padaku apa artinya" kekeh kirey terus mendesak
Leon masih acuh tak acuh, ia bahkan sudah beranjak berdiri berjalan akan pergi ke luar kamar. Kirey menarik tangan leon , lalu mendorong tubuhnya hingga jatuh di atas tempat tidur.
Kemudian kirey naik di atas badan leon, menghimpit suaminya itu di bawahnya. Mata mereka bertemu, kirey menatap leon serius sedangan leon menelan ludah.
"Kamu jangan menggodaku sayang, ini masih pagi" ucap leon, ia merasa adik kecilnya sudah bangun, meminta di jinakkan.
"Baiklah begini saja, kamu ingin memberitahuku, atau malam ini kamu bisa tidur di luar." Ancam kirey, semakin mendekatkan dirinya pada leon.
"Aku akan mengatakannya setelah selesai satu ronde." Setelah mengatakan hal itu, leon mengangkat kirey. Ia membalikan posisinya menjadi di atas, menindih istrinya.
Leon baru akan mencium kirey, ketika kirey meninju perutnya "Jangan membuatku kesal." seru kirey, ia sekarang sudah duduk di pojokan tempat tidur.
Leon ikut duduk di tatapnya kirey, istrinya tersebut benar-benar marah. Leon hafal betul sifat kirey, jika dia menginginkan sesuatu harus terpenuhi baru dia akan merasa puas.
Sering leon dapati, kirey yang akan marah jika sesuatu berjalan tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Leon memutuskan untuk menyelamatkan dirinya dari amukan kirey
"Akan aku beritahu, tapi berhenti menatapku seperti itu. Kamu terlihat seperti nenek sihir." Bujuk leon, ia mencoba bercanda tapi muka kirey masih di tekuk.
"Sejujurnya tato ini sudah ada sejak lama, aku tidak ingin membahasnya denganmu karena bagiku tidak penting membahas hal yang yang sudah berlalu. Tapi jika kamu ingin mendengar, aku menceritakannya. apa kamu berjanji untuk tidak marah?" tanya leon memastikan.
Kirey hanya mengangguk.
__ADS_1
"Aku bingung memulai dari mana, kamu membuat kepalaku pusing." Leon memijat kepalanya, kemudian menatap kirey.
"Sebut saja artinya lalu selesai. Singkat, padat dan jelas bukan? apa susahnya hal itu!" seru kirey, ia memutar matangnya jengah.
"Kamu ingat tentang mantanku kemarin?" tanya leon.
"Mantan yang mana? kirey balik bertanya.
"Perempuan yang aku pacari selama 3 tahun itu." Ucap leon berhenti, ia beranjak berdiri mengambil rokok dari saku celananya yang tergeletak di atas kursi.
"Biar aku tebak, huruf S itu inisial nama perempuan itu?" Tanya kirey, mencoba menebak.
Leon hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.
"Sekarang aku faham." Ucap kirey, ia bangkit berdiri meninggalkan leon seorang diri
"Akhirnya terjadi, perang ke dunia ke 3." Ucap leon sambil menghela nafas panjang. Ia bangkit berdiri menyusul kirey. Istrinya harus di bujuk, jika tidak di pastikan malam ini ia akan tidur di luar.
Sepertinya leon harus berusaha lebih keras, ia mendapati istrinya di ruang tengah sedang bercanda bersama ayahnya. Kirey sudah mendiamkannya selama 10 menit, ia beranjak pergi ke dapur untuk makan. Tapi setelah ia kembali, leon mendapati istrinya tak ada di tempat.
"Dia mengikuti clara, mereka sedang ke mall berbelanja. Apa kalian bertengkar?" Selidik ayah.
"Dia bertanya tentang sukma dan aku hanya menjawab, kemudian dia malah marah, padahal dia yang ngotot ingin tau." ayah malah memukul perut leon, setelah mendengar ucapan anaknya.
"Jelas saja dia marah, bagaimana bisa kamu bercerita tentang perempuan lain kepada istrimu." Ucap ayah sambil menggelengkan kepala.
"Bagaimana kamu akan segera memberi ayah cucu, jika kalian bertengkar. Ayah pastikan kamu akan tidur di luar malam ini"
"Bagaimana ayah bisa tau?" Tanya leon.
"Jadi betul ? haha, padahal ayah hanya menebak berdasarkan dari pengalaman."
Sejam kemudian. Clara masuk rumah dengan membawa beberapa kantong belanjaan, ia hanya datang seorang diri. " "Dimana istriku?" Tanya leon.
__ADS_1
"Tadi ketika kami sedang berbelanja, dia bertemu dengan teman-temannya, lalu dia pamit padaku untuk pergi dengan mereka. Aku sudah menyuruhnya agar segera mengabari kamu, apa dia tidak mengatakan apapun ?" Tanya clara menyelidik, ia bahkan sampai mengalihkan perhatiannya dari barang belanjaan yang sedang ia liat.
"Bukan apa-apa." Jawab leon sambil lalu berjalan ke luar. Ia menyalakan motornya. Tujuannya sekarang pergi ke rumah nadira, ia akan menemui kirey di sana.
Leon menunggu di teras depan rumah nadira hingga sore. ia bahkan telah menghabiskan sebungkus rokok, tapi kirey belum juga datang bersama teman-temannya. Akhirnya leon memutuskan pergi ke rumah mertuanya.
Bagitu masuk rumah. Leon mendengar suara tawa kirey dari halaman belakang "Ayo pulang." Ajak leon begitu mendapati kirey yang sedang bercanda dengan papa ian.
Kirey yang sedang tertawa mendapati leon berbicara langsung diam. Wajahnya berubah menjadi masam. "Oh, kamu sudah di jemput!" Seru papa ian.
"Malam ini aku akan tidur di sini." ucap kirey ketus.
Leon berjalan mendekati istrinya lalu menarik tangan kirey, kemudian mengucapkan pamit sambil menyalami tangan mertuanya. Ia bergegas berjalan ke luar rumah.
Sepanjang jalan, hingga kembali masuk kamar yang berada di rumah ayah tama. Kirey hanya diam dengan muka di tekuk. Bahkan ketika masuk rumah, ia melewati clara tanpa berbasa-basi
"Ada apa denganmu, apa yang membuatmu marah? Aku hanya memberi tau karena kamu sendiri yang memaksa ingin tau."
"Aku sudah menduga respon kamu akan seperti ini, makanya aku tak ingin membahasnya!" Seru leon
Dalam satu tarikan nafas panjang "Baiklah aku minta maaf, katakan apa yang kamu inginkan " Pasrah leon akhirnya mengalah.
"Segera hapus tato itu atau aku akan selalu merasa risih setiap kali melihatnya." Jawab kirey ketus.
"Siap nyonya" Ucap leon dengan memberi sikap hormat, kemudian ia merangkul kirey ke dalam pelukannya.
"Apa kamu cemburu." Tanya leon sambil menahan tawa.
"Tidak sama sekali, jangan tertawa." Jawab kirey ketus, ia membuang muka tak ingin menatap leon.
Tawa leon akhirnya pecah, kirey memukul lengan leon. Ia lalu menyembunyikan wajahnya pada dada bidang milik leon.
Dilihatnya kirey sudah diam, leon kemudian mencium bibir kirey lembut lama kelamaan mulai bergairah. Ia mulai turun ke leher hingga dada, kirey mulai mendesah.
__ADS_1
"Biarkan aku melanjutkan yang tadi." ucap leon, setelahnya ia melepas pakaian kirey satu persatu. "Syukurlah malam ini aku tak jadi tidur di luar" batin leon.