
"Kakaknya ingin bicara denganmu" tomi menyerahkan ponsel miliknya kepada leon.
Leon hanya diam saja tak merespon, berbanding terbalik dengan kirey yang sudah mengeraskan rahangnya. dengan cepat ia merebut ponsel tomi dari tangan leon kemudian berbicara.
"Bagaimana ini? kami sudah menunggu sejak pagi tapi kamu tak kunjung datang" tanya pria dari seberang sana.
"Saya istrinya leon, ada apa?"
"Oh baguslah kalau begitu kami tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi. leon sudah menghamili adik saya dan katanya hari ini dia akan datang mempertanggungjawabkan perbuatannya lalu kenapa dia belum datang juga?"
"Apa kalian pikir pernikahan itu main-main? bagaimana bisa kalian menikahkan pria yang sudah beristri!" bentak kirey.
"Kamu bicaranya yang sopan dengan orang tua nak, saya sedang berbicara baik-baik" ucap kakak sukma.
"Bukan berarti tua jadi tidak bisa buat salah, anda akan saya hargai jika memang pantas di hargai" hardik kirey semakin kesal.
"Kemarin suamimu sendiri yang sudah mengakui perbuatannya dan dia berjanji hari ini akan menikahi adik saya" suara kakak sukma terdengar sama kesalnya.
Kirey terdiam mendengar ucapan kakak sukma, ia menatap leon yang saat itu tengah menundukkan kepala. Ucapan leon dan kakaknya sukma berbeda.
"Baiklah jika itu keinginan kalian, kami sekeluarga akan datang langsung menemui leon di rumahnya" ucap kakaknya sukma lalu memutuskan sambungan telfon, menyadarkan kirey dari lamunannya.
Kirey kini menatap leon tajam.
"kenapa kakaknya berkata seperti itu?" tanya kirey, kebetulan tadi ketika berbicara dengan kakaknya sukma. ia menggunakan speaker sehingga leon juga pasti mendengar dengan jelas.
"Mereka terus mendesak sehingga aku tak punya pilihan lain selain mengiyakan saja, aku terpaksa karena takut di pukul oleh saudara laki-lakinya" jawab leon mencoba membela diri.
"Baiklah" ucap kirey namun tangannya kini terkepal, tentu saja ia kini bertambah menjadi ragu dengan leon.
.
"Ayo kembali ke rumah, keluarga sukma sudah datang" ucap clara dengan marah begitu baru tiba, ia bahkan tak menghiraukan keberadaan kirey langsung menarik tangan leon pergi.
"Apa yang akan kalian lakukan?" tanya kirey membuat clara berhenti.
"Bukan urusanmu" jawab clara.
"Berhenti berkata kasar pada istriku" hardik leon melepaskan genggaman tangannya dari clara lalu menuju kirey dan mengajaknya naik motor bergegas pulang.
__ADS_1
"Kamu sudah membuat keluarga kita sangat malu dengan kejadian ini dan kamu sama saja sudah melemparkan kotoran ke wajah ayah" teriak clara tak terima.
Bagitu sampai di rumah, kirey memilih masuk melewati pintu belakang. sebab batu saja turun dari motor, ada dua orang yang langsung menarik leon mengikuti mereka.
"Makanlah terlebih dahulu, setelah itu pergilah mandi." ucap ayah tama mencoba tersenyum, sepertinya ayah mertuanya itu merasa tak enak hati dengannya.
Ia hanya mengangguk. ia tak sengaja berpapasan dengan ayah tama ketika membuka pintu belakang. Sebelum masuk ke kamarnya, kirey sempat melirik ke arah ruang tamu, sudah ada banyak orang di sana.
Ia merasa kepalanya semakin pening karena kehadiran keluarga sukma, diperburuk dengan suara mereka yang dapat ia dengar dari kamarnya saking berisiknya.
"Aku minta maaf atas ucapan kasar tadi, aku benar-benar marah dan tidak dapat mengontrol diri tadi" ucap clara begitu memasuki kamar, ia duduk di samping kirey.
"Tidak masalah" kirey sedang berbaring sambil fokus dengan ponselnya.
"mmm jadi apa yang kamu inginkan?" tanya clara terdengar ragu-ragu.
"Maksudnya?" perhatian kirey teralihkan , ia kemudian bangkit duduk sambil menatap wajah kakak iparnya itu dengan serius.
"Leon sudah membuat kesalahan dengan menghamili sukma, dia tidak bisa lari begitu saia dari tanggung jawab."
"Apalagi kamu bisa lihat sendiri, keluarga perempuan itu sudah ada di sini. mereka menunggu keputusanmu sebagai istri leon.
"Bukan begitu maksudku" clara tak jadi melanjutkan ucapannya.
"Baiklah tapi sebelum itu, bawa dulu perempuan itu ke sini karena ada sesuatu yang ingin aku pastikan"
Kirey menarik nafasnya panjang, setuju dan tidaknya. ia tau kalau leon pasti tetap akan menikahi perempuan itu, karena itu ia ingin tau kebenarannya langsung dari sukma.
Walaupun ragu, namun kirey berharap masih ada sedikit harapan kalau leon tidak salah.
"Aku harap kamu mengerti kalau ini untuk kebaikan kita semua" ucap clara tersenyum, ia kemudian berlalu pergi.
Tak lama ibu anna datang memasuki kamar dengan seorang ibu berbadan gempal. mereka menghampiri kirey.
"Kamarku sekarang sepertinya sudah menjadi kamar tamu, tak ada privasi sama sekali" gumam kirey pelan, ia semakin di buat kesal.
"Kami sebagai perempuan paham bagaimana perasaanmu tapi..."
"Memangnya suami anda pernah menghamili perempuan lain, dan apakah anda pernah di minta menikahkan suami anda dengan perempuan tersebut" sela kirey, ia bertanya dengan nada ketus memotong ucapan ibu gemuk tadi.
__ADS_1
Ibu anna dan ibu gemuk itu terlihat kaget, sepertinya mereka tak menyangka dengan respon yang kirey berikan.
"Saya adalah ibunya sukma. Kami sekeluarga juga tidak ingin seperti ini, tapi anak dalam kandungan sukma tak bersalah"
"Lalu apakah aku bersalah sehingga harus ikut menanggung perbuatan anak kalian?" tanya kirey sarkas.
"Kami hanya perlu leon menikahi sukma agar anak dalam kandungannya memiliki leon sebagai ayahnya di kartu identitasnya nanti. hanya itu daja setelah itu kami tidak akan mengganggu kehidupan leon lagi."
"Apa anda yakin?" tanya kirey, karena ia sendiripun tak yakin.
"Yah, kami hanya perlu leon menikahi sukma di KUA agar kami dapay mengurus identitas anak itu dengan jelas, setelah itu selesai."
"Saya sebagai ibunya berjanji akan hal itu" ibunya sukma terlihat akan menangis.
Kirey menarik nafas panjang, kepalanya sudah cukup merasa pening. ia tak ingin berkata lebih takut perkataannya malah menyakiti hati ibunya sukma.
"Saya dengan kemarin kamu keguguran" kata ibu anna setelah dari tadi hanya diam.
"Mungkin itu karena anakmu tau jika kakaknya harus lahir terlebih dahulu bar.."
PRANG
Kirey menjatuhkan benda apapun yang ada di atas meja
"Maksud anda apa?" teriak kirey tak terima.
"Ada apa ini?" tanya clara.
"Apa yang kalian lakukan padanya? tanya leon.
Tak ada yang bersuara.
Dengan kesabaran yang tersisa sedikit, kirey segera mengusir dua ibu itu keluar dari kamarnya.
Badan kirey merosot jatuh ke tanah, ia menangis sejadi-jadinya.
Kirey mulai bertanya pada leon pertanyaan yang sama seperti yang tadi ibu anna tanyakan padanya, mendengar hal itu clara keluar langsung mengomeli ibu anna.
Sementara leon mengunci pintu kamar agar tak ada lagi yang bisa masuk seenaknya. ia mulai menenangkan kirey, tak ingin istrinya kembali depresi jika mengingat tentang kegugurannya.
__ADS_1