
Di Rumah Sakit
"Selamat datang di RS A, Nama saya Karina, kalian boleh memanggil saya bu Rina. Saya disini sebagai penanggung jawab Instalasi Farmasi Rumah Sakit. Disini kalian akan belajar dan akan langsung melakukan aktifitas pelayanan kefarmasian seperti yang telah kalian pelajari selama dikampus sebelumnya, mulai dari menerima resep, meracik obat, menyiapkan obat, memberikan pelayanan informasi obat kepada pasien dan tugas lainnya. Saya harap kalian dapat belajar dan melakukan tugas kalian dengan baik dan disiplin. Jika ada yang ingin di tanyakan, bisa ditanyakan pada para kakak-kakak yang bekerja disini atau bisa langsung ditanyakan pada saya" kata Karina pada mahasiswa PKL yang terdiri atas 4 orang dan Yasmin adalah salah satunya.
Hari itu, nampak ke empat mahasiswa PKL itu sangat sibuk, resep obat dari pasien rawat jalan yang masuk di RS saat itu sangat banyak. Yasmin hampir tidak pernah duduk hanya untuk sekedar meregangkan otot tubuhnya.
Saat jam makan siang, ke empat mahasiswa meminta izin untuk makan siang. Mereka berempat yang terdiri dari Yasmin, Nisa, Febri dan Andi pergi ke kantin bersama. Ketiga teman Yasmin makan dengan cepat, sedangkan Yasmin yang terbiasa makan dengan tenang tentu saja tertinggal.
"Kalian kalau mau balik ke IFRS (Instalasi Farmasi Rumah Sakit) silahkan aja, nanti aku nyusul" kata Yasmin yang merasa tidak enak ditunggu oleh teman-temannya.
"Emang kamu nggak papa kami tinggal?" tanya Nisa
"Nggak papa kok, beneran" kata Yasmin meyakinkan.
Akhirnya teman-teman Yasmin pun kembali, kini tinggal Yasmin dan pegawai RS lain yang sedang makan di kantin saat itu.
"Alhamdulillah selesai juga makannya, aku harus cepat-cepat kembali, jangan sampai Ibu Rina mencariku" monolog Yasmin sambil berdiri lalu berbalik untuk kembali ke IFRS, namun tiba-tiba
Bugh
__ADS_1
Prank
Yasmin tak sengaja menabrak seorang pria dan membuat piring yang di pegang pria itu jatuh beserta makanannya.
"Astaghfirullah, maaf maaf pak, aku benar-benar nggak sengaja" kata Yasmin sangat terkejut seketika refleks berjongkok dan mengambil piring yang jatuh tersebut. Ia juga ingin sekalian memungut makanan yang tumpah namun di cegah oleh pria itu.
"Nggak usah di pungut, itu udah kotor, biar nanti petugas kebersihan yang membersihkannya" kata pria itu.
"Ba-baik pak" kata Yasmin kembali berdiri dengan tetap menunduk.
"Eh.. kamu?" ucap pria itu tak melanjutkan kata-katanya saat melihat wajah gadis yang selama ini sering hadir dalam mimpinya.
Mendengar perkataan pria itu, Yasmin mendongak dan matanya langsung bertemu dengan mata pria itu.
Jantung keduanya tiba-tiba berdebar hebat, membuat keduanya diam tak bergerak dan tak mengeluarkan suara.
Waktu seolah berhenti, mereka seakan berada di alam mimpi. Bagaimana tidak, selama 2 tahun mereka tidak pernah bertemu, hanya saling memimpikan tanpa saling mengenal satu sama lain.
"Alhamdulillah Masya Allah, terima kasih ya Allah. Akhirnya engkau mempertemukan kami kembali" batin Yusuf merasa sangat bahagia.
__ADS_1
"Dia pria roti, dia juga pria dokter, dan dia pria yang selalu hadir dalam mimpiku, tapi aku tidak mengenalnya. Siapa dia?" batin Yasmin dengan mata berkaca-kaca namun ia sendiri tidak tahu mengapa ia seperti itu.
"Permisi dek, maaf saya mau bersihkan tumpahan makanannya" kata petugas kebersihan membuyarkan lamunan keduanya.
Merasa malu karena sudah menatap lama pria di hadapannya, Yasmin kembali menunduk lalu bergegas pergi, namun suara pria itu menghentikan langkahnya.
"Boleh aku tahu nama kamu?" tanya Yusuf kemudian dengan wajah datarnya.
Mendengar pertanyaan pria itu, membuat Yasmin berbalik ke arah pria itu lagi.
"Na-namku Yasmin pak" kata Yasmin tergagap. Jangan lupakan jantungnya yang seakan ingin lepas dari tempatnya.
"Oh iya, kenalkan namaku Yusuf, apa yang kamu lakukan disini? apakah ada yang sakit" tanya Yusuf kembali masih dengan wajah datar.
"Aku sedang PKL di Instalasi Farmasi Rumah Sakit ini pak" jawab Yasmin.
"Oh iya baiklah" kata Yusuf singkat.
"Maaf, kalau begitu saya permisi dulu" kata Yasmin berlalu pergi meninggalkan Yusuf yang saat ini sedang tersenyum tipis sambil memegang dadanya yang terasa berdebar hebat, sama seperti 2 tahun lalu.
__ADS_1
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.