Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
74. Persembahan Mutiara


__ADS_3

Sore itu, Yasmin dan Yusuf kembali ke hotel. Mereka berjalan bersama memasuki lobby hotel hendak menuju ke kamar mereka.


Dret dret (suara hape Yusuf)


"Halo, Assalamu 'alaikum, Wil?"


"Wa'alaikum salam.. hey Yusuf, kalian dimana?" tanya Wildan diseberang telfon.


"Kami di Turki, ada apa?" jawab Yusuf sambil berjalan bersama Yasmin.


"Apakah saat ini kalian berada di lobby hotel?" Yusuf berhenti melangkahkan kakinya mendengar pertanyaan Wildan.


"Kau tahu darimana kalau kami sedang di lobby?" tanya Yusuf bingung.


"Berbaliklah bro, maka kau akan menemukan jawabannya," jawab Wildan memberi instruksi kepada Yusuf.


Yusuf mengikuti instruksi Wildan dengan berbalik, Yasmin yang tidak tahu apa-apa hanya ikut apa yang dilakukan suaminya.


Kedua pasangan pengantin baru itu terkejut melihat sahabat mereka ada dihadapannya saat ini.


"Kalian ada disini?" tanya Yusuf heran.


"Yoi bro..kami datang menyusul kalian berbulan madu," ujar Wildan sambil merangkul Anna.


"Kalian berbulan madu juga? memangnya kalian kapan nikah?" selidik Yasmin.


"Kemarin, saat aku melamar Anna, saar itu juga aku menikahinya," terang Wildan.


"Wah betul-betul kau tega sekali menikah tanpa kehadiran kami," dumel Yusuf.


"Maaf Yus, aku pikir kalian akan datang menemaniku melamar, ternyata kalian pergi bulan madu," gumam Wildan merasa bersalah.


"Tapi itu baru aqad kan kak? belum resepsi?" tanya Yasmin memastikan.


"Iya, hanya aqad, resepsinya nanti menyusul," jawab Anna.


"Ya udah nggak papa kak, insya Allah kita hadir di resepsinya saja, yah?" bujuk Yasmin sambil mengusap-usap lengan Yusuf.

__ADS_1


"Hufth.. baiklah," jawab Yusuf menghembuskan nafasnya kasar.


"Oke, karena kalian udah disini, ayo kita liburan plus honeymoon bersama," seru Yasmin lalu menghampiri Anna lalu menariknya dan berjalan bersama meninggalkan para suami mereka.


"Astaga kalau tahu begini, aku nggak akan menyapa kalian," sesal Wildan mengusap wajahnya kasar sembari melihat istrinya yang dibawa pergi oleh Yasmin.


"Iyalah.. ini semua salahmu, sudah tahu mereka berdua itu sangat dekat, malah kau pertemukan, sekarang malah mereka berdua yang honeymoon," dumel Yusuf.


"Kan kita juga bisa ikutan honeymoon berdua bro," canda Wildan merangkul Yusuf namun langsung ditepis Yusuf.


"Ets, enak aja, kalau mau honeymoon, sana honeymoon sendiri, malas aku," sungut Yusuf lalu pergi mengekor dibelakang Yasmin dan Anna.


"Hahahah" Wildan tertawa lepas melihat ekspresi sahabatnya yang bagaikan anal kecil ditinggal ibunya.


-


Malam yang sejuk kini menghampiri, Yusuf sedang bersiap hendak melaksanakan sholat isya.


"Kak tunggu aku, kita sholat berjamaah yah," ajak Yasmin buru-buru memakai mukenahnya.


"Sejak maghrib tadi kak," Yasmin tersenyum memperlihatkan gigi putihnya yang rapih.


"Tapi kok kakak nggak lihat kamu sholat maghrib?" tanya Yusuf heran.


"Ya kan tadi kakak keluar sebentar sama kak Wildan," kilah Yasmin.


"Oh iya yah, kakak lupa.. ayo sini.. kita sholat berjamaah," ajak Yusuf.


Merekapun kini melaksanakan kewajiban mereka sebagai hamba Allah.


Setelah sholat dan berdzikir, Yasmin mencium tangan Yusuf dan Yusuf mencium kening Yasmin. Ini merupakan pertama kalinya mereka sholat berjamaah semenjak mereka sah menjadi suami istri.


"Ternyata sholat berjamaah bersama istri rasanya beda yah.." celetuk Yusuf yang saat ini duduk menyenderkan punggungnya di sisi tempat tidur, sementara Yasmin juga ingin mengikuti apa yang dilakukan Yusuf, namun dengan cepat tangan Yusuf menyenderkan kepala Yasmin pada pundaknya.


"Iya kak, beda," timpal Yasmin.


Yusuf tersenyum bahagia, lalu mengusap-usap kepala Yasmin.

__ADS_1


"Dek.."


"Iya?"


"Apa malam ini kamu sudah siap menjadi istriku seutuhnya?"


"Insya Allah siap kak"


Dan mereka pun menghabiskan malam penuh cinta dan menggapai ridho Allah bersama.


--


Malam ini, seorang pria sedang berdiri dibalkon menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya.


"Abang ngapain?" tanya Anna yang tiba-tiba berada disampingnya entah sejak kapan.


"Astaghfirullah Anna, kamu ngagetin abang sayang." Wildan mengusap dadanya yang berdegup kaget.


"Ya maaf bang, aku kira abang sadar waktu aku kesini disamping abang," ujar Anna merasa bersalah.


"Eh, iya sayang, lain kali bicaranya pelan-pelan aja biar abang nggak kaget," kata Wildan sembari menangkup kedua pipi Anna, membuat Anna mengagguk paham.


"Sayang, saat ini kita sedang di Turki," Anna mengagguk menangapi perkataan Wildan. "Kamu tentu tahu tujuan utama kita kesini bukan?" Anna kembali mengagguk, "maka apakah boleh aku memintamu untuk bersama-sama meraih ridho-Nya malam ini?" Anna kembali mengagguk paham akan maksud sang suami, kali ini pipinya merona merasa agak malu pada suaminya.


"Bismillah, mari kita bersama-sama meraih ridho-Nya malam ini dengan penuh cinta," tukas Wildan lalu membawa Anna masuk ke dalam kamar mereka.


--


Untuk suamiku, tahukah kamu, apa yang menjadi kebahagiaanku setelah menikah? Yah, mempersembahkan mutiara terindah kami yang selama ini senantiasa kami jaga, bahkan dengan luka dan air mata sekalipun. Ini semua tentu tak luput dari campur tangan dari Sang Pembuat Skenario.


Hanya untukmu suamiku, cinta dan baktiku akan ku persembahkan padamu, berharap ridhomu yang menjadi sebab ridho Allah turun padaku senantiasa tercurah dalam rumah tangga kita. Membangun bersama mahligai cinta yang berkiblat pada-Nya Sang Pemilik Cinta.


(Yasmin dan Anna)


-Bersambung-


Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2