Kisah Cinta Dua Mutiara

Kisah Cinta Dua Mutiara
78. Ada Apa dengan Istri Kita?


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, entah apa yang terjadi pada Yasmin dan Anna, namun akhir-akhir ini, mereka seperti sepasang kekasih yang selalu ingin bersama.


Tidak hanya itu, saat tengah malam, Yasmin akan terbangun hanya untuk meminta makan bersama Anna. Begitupun dengan Anna yang sering sekali bertamu ke rumah Yasmin saat larut malam hanya untuk memakan cemilan bersama Anna.


Lalu, bagaimana nasib para suami mereka? Tak perlu ditanyakan lagi, sudah pasti mereka berdua merasa dongkol oleh istri-istri mereka. Terkadang, Yusuf terpaksa harus menginap di rumah Wildan ataupun sebaliknya demi memenuhi keinginan sang istri yang makin hari makin tidak masuk akal keinginannya menurut para suami.


"Wil, kamu rasa nggak sih, sikap istri kita ini sepertinya lebih mengutamakan sahabat daripada suaminya." Yusuf sejak tadi mulutnya tak berhenti komat-kamit menggerutu, karena seperti biasa, malam ini Yasmin meminta di belikan gado-gado hanya untuk makan bersama Anna dirumah Wildan, dan bukan dengan dirinya. Peran Yusuf hanya sebagai tukang antar kemana saja yang Yasmin inginkan.


"Betul Yus, aku seperti ingin ngamuk lagi, tapi mengingat kejadian kemarin sepertinya aku tidak sanggup menerima konsekuensinya.


*Flashback*


"Abang, ayo ke tempat Yasmin, hari ini aku mau makan nasi goreng bersama dia," rengak Anna.


Wildan yang tadinya sedang tertidur harus bangun mendengar rengekan Anna di tengah malam buta itu,


"Sayang, kamu kenapa sih? kita ini sudah nikah loh, setidaknya kamu bisa membagi waktu kamu untuk aku dan untuk Yasmin, kalau saat tengah malam seperti ini harusnya kamu memberiku kesempatan untuk berdua sama kamu, istirahat yang nyaman sama kamu, bukan malah mengunjungi Yasmin," tolak Wildan setenang mungkin berharap Anna tidak tersinggung.


"Ya udah kalau kamu nggak mau," ujar Anna singkat lalu kambali tidur membelakangi Wildan. Semenjak saat itu, Anna tidak pernah lagi meminta bertemu Yasmin, namun ia juga tidak pernah mau bicara lagi pada Wildan. Tentu saja Wildan menjadi serba salah dibuatnya.


Hingga akhirnya Wildan meminta maaf dan mengajaknya bertemu dengan Yasmin secara sukarela, barulah Anna kembali seperti biasa.


*Flashback off*


"Apa mungkin karena mereka terbiasa tinggal bersama jadi mereka seperti itu?" selidik Yusuf.


"Tapi Yus, di Turki kemarin nggak gitu kan?" meski kita tinggal di satu hotel yang sama, Anna tidak pernah bangun tengah malam hanya untuk makan dengan Yasmin, Yasmin juga gitu kan?" terang Wildan.


"Iya juga sih Wil, ada apa dengan istri kita yah? kenapa mereka seperti itu sekarang," tukas Yusuf.

__ADS_1


"Eh.. tunggu deh, kamu rasa nggak sih, suara istri kita di dapur sepertinya sudah tidak terdengar lagi, padahal tadi masih ribut," sela Wildan.


"Eh iya juga yah, ayo kita cek, mungkin mereka sudah selesai makannya," ajak Yusuf.


Mereka berduapun akhirnya memutuskan untuk menyusul ke dapur untuk melihat istri mereka.


"Astaghfirullah.. istrimu Yus, kayak anak kecil saja sampai di dapur pun bisa tertidur, mana masih pegang sendok lagi" gelak Wildan saat mendapati Yasmin yang tertidur dimeja makan sambil memegang sendok.


"Hey.. memangnya kamu nggak lihat keadaan istrimu bagaimana? Noh lihat! istrimu lebih parah," sanggah Yusuf sambil menunjuk Anna yang tertidur di lantai sambil memegang pisau buah lengkap dengan buah disampingnya.


"Astaghfirullah istriku, pantas nggak kelihatan, tidur di lantai rupanya," Ujar Wildan cengengesan.


"Sepertinya mereka terlalu ngantuk, wajar ini udah pukul 2 dini hari, ya udah aku sama Yasmin pulang dulu." Yusuf menghampiri Yasmin lalu menggendongnya ala bridal style lalu membawanya masuk ke dalam mobil. "Assalamu 'alaikum," ucapnya lalu melajukan mobilnya menuju apartemennya.


"Wa'alaikum salam," jawab Wildan lalu mengunci pintu dan kembali ke dapur untuk mengangkat tubuh Anna ke dalam kamar mereka.


-


Yusuf sedang mengangkat Yasmin berjalan menuju apartemennya setelah memarkir mobilnya. Namun ditengah jalan Yasmin terbangun.


"Kak? kok Yasmin di gendong, Yasmin turun yah? ujar Yasmin ingin turun dari gendongan Yusuf.


"Nggak usah turun sayang, biarkan aku menggendongmu sampai di kamar kita nanti, kamu tidur kembali saja, kamu pasti sangat ngantuk." sanggah Yusuf mempererat gendongannya pada sang istri.


"Maaf yah kak, Yasmin beberapa hari ini selalu merepotkan kakak," cicit Yasmin menyenderkan kepalanya pada dada bidang Yusuf.


"Iya sayang, nggak papa kok, aku ngerti mungkin kamu belum terbiasa jauh dari Anna," kata Yusuf sambil terus berjalan.


"Nggak kak, bukan karena itu, aku juga heran kenapa akhir-akhir ini aku seperti itu, apalagi saat tengah malam aku sering sekali merasa lapar." Yusuf mengerutkan keningnya mendengar penjelasan Yasmin.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu sering mual kalau pagi?" selidik Yusuf yang mulai curiga.


"Hmm.. kadang-kadang sih kak," jawab Yasmin.


"Kapan terakhir kamu datang bulan sayang? apa bulan ini kamu udah datang bulan?" tanya Yusuf sembari membuka pintu apartemennya.


"Awal bulan lalu waktu kita nikah itu aku datang bulan, dan bulan ini aku belum juga datang bulan," kata Yasmin


Yusuf menurunkan Yasmin saat sudah sampai di kamar mereka.


"Apa mungkin Yasmin junior sudah ada disini?" tebak Yusuf sambil mengusap lembut perut Yasmin.


"Benarkah? semoga saja yah kak," ujar Yasmin tersenyum manis.


"Besok kamu ada kuliah nggak? aku ingin memeriksakanmu ke dokter kandungan," kata Yusuf menarik Yasmin duduk di tempat tidur tepat di sampingnya


"Hmm sebenarnya besok pagi aku nggak ada kuliah, tapi aku sudah janjian dengan dosen pembimbingku kak." lirih Yasmin sambil mengusap tangan Yusuf.


"Kalau setelah bimbingan, kamu ada kuliah?" tanya Yusuf lagi.


"Hmm nggak ada kak," jawab Yasmin.


"Ya udah, besok setelah bimbingan, aku akan menjemputmu," seru Yusuf.


"Baiklah kak," ucap Yasmin.


-Bersambung-


Yuk dikoment dan like agar author lebih semngat lagi membuat karya :)

__ADS_1


__ADS_2