
Di kediaman Wildan
"Abang," panggil Anna pada Wildan yang sedang fokus dengan laptopnya.
"Hmm?" sahut Wildan.
"Abang.." panggil Anna lagi.
"Hmm?" sahutnya masih dengan fokus pada laptopnya.
"Abaaaaang," panggil Anna yang dengan memanjangkan panggilannya.
"Iya sayang, abang dengar kok, ada apa?" tanya Wildan menoleh ke arah Anna.
"Aku kangen," cicit Anna.
"Masya Allah, udah kangen aja, sebentar yah abang selesaikan dulu kerjaan abang, bentar lagi kok, terus kita cus deh," celoteh Wildan semangat.
"Ish.. abang apaan sih, maksudnya aku kangen sama Yasmin, aku pengen ketemu sama Yasmin." Wildan menghentikan kerjanya saat mendengar penuturan Anna.
"Sayang.. ini sudah malam, ketemuannya besok aja yah, lagian kan kalian satu kampus, jadi bisa ketemuan dikampus kan," ujar Wildan.
"Tapi aku maunya sekarang bang," rengek Anna manja.
"Hufth" Wildan menghela nafas lalu melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 9 malam.
"Ya udah, kamu siap-siap sekarang, terus kita ke apartemen Yusuf." Raut wajah Ana seketika berubah ceria mendengar perkataan suaminya.
"Horee, makasih abang sayang," girang Anna lalu mencium pipi suaminya.
"Masya Allah sebahagia itukah kamu ingin bertemu Yasmin?"
"Iya dong bang, namanya juga kangen," ujar Anna sambil tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.
-
Di apartemen Yusuf
__ADS_1
Yasmin nampak gelisah di tempat tidur, ia memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri berulang kali.
Yusuf yang awalnya sudah terlelap harus terbangun oleh guncangan yang disebabkan Yasmin.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Yusuf sedikit memicingan matanya yang dipaksa terbuka.
"Aku nggak bisa tidur kak," jujur Yasmin, "maaf karena sudah membangunkan kakak," lanjutnya merasa bersalah.
"Nggak usah merasa bersalah gitu sayang, ada apa? apa ada yang mengganggu pikiranmu sampai tidak bisa tidur?" tanya Yusuf mulai menormalkan matanya.
"Sebenarnya aku ingin bertemu Anna kak," lirih Yasmin.
"Oh jadi karena itu, baiklah besok kita ke rumah Wildan yah supaya kamu bisa ketemu Anna," bujuk Yusuf.
"Bukan besok kak, aku maunya sekarang," Yusuf mengernyit bingung mendengar permintaan Yasmin yang tiba-tiba menurutnya.
Yusuf kemudian melirik jam dinding yang kini menunjukkan pukul 09.30 malam.
"Tapi sayang, ini udah malam loh, mungkin Anna juga sudah tidur sekarang," kilah Yusuf.
"Hufth," Yasmin menghembuskan nafasnya kasar, "Ya udah kalau gitu," lanjutnya kemudian ia beringsut masuk ke dalam selimut dengan wajah lesu.
Ting tung
"Siapa yang datang malam-malam begini?" monolog Yusuf lalu keluar dari kamar untuk melihat siapa yang datang.
"Assalamu 'alaikum.. maaf bro aku dan Anna mengganggumu malam-malam gini," ucap Wildan.
"Wa'alaikum salam, iya ada apa?" tanya Yusuf heran.
"Istriku kangen sama Yasmin, dia ingin bertemu dengan Yasmin," terang Wildan.
"Oh yah? wah kebetulan bangat kalau gitu, dari tadi Yasmin gelisah katanya dia mau ketemu sama Anna." Wildan terkejut mendengar apa yang dikatakan Yusuf.
Yusuf mempersilahkan Wildan dan Anna masuk, lalu ia kembali ke kamar untuk membangunkan Yasmin.
"Sayang.." Yusuf membangunkan Yasmin yang saat ini sedang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
__ADS_1
"Hmm?" jawab Yasmin tanpa membuka selimutnya.
"Katanya kamu mau ketemu sama Anna kan?" tanya Yusuf sembari duduk disamping Yasmin.
"Iya kak, tapi kalau nggak bisa malam ini juga nggak papa kak," cicit Yasmin sekali lagi tanpa membuka selimutnya.
"Keluarlah sayang, Anna sekarang ada di depan, sepertinya ikatan batin kalian sangat kuat," celoteh Yusuf, seketika membuat Yasmin langsung bangkit dari tidurnya dan membuka selimutnya.
"Beneran kak?" tanya Yasmin kembali dengan wajah berbinar.
"Iya sayang, ayo kita ke depan," ajak Yusuf menarik tangan Yasmin dengan lembut.
"Anna?" sapa Yasmin yang saat ini sudah berada di ruang tamu.
"Yasmin? huaaaa." Anna langsung menghambur memeluk Yasmin, begitupun dengan Yasmin yang langsung membalas pelukan Anna.
"Aku kangen sekali tau," terang Anna.
"Sama, aku juga, yuk kita ke balkon bercerita," ajak Yasmin dan Anna mengangguk setuju.
Merekapun pergi dan meninggalkan suami mereka di ruang tamu.
"Wil, kenapa dengan mereka? perasaan baru aja kemarin mereka bertemu," tanya Yusuf heran.
"Aku juga nggak tahu Yus," jawab Wildan juga ikut heran.
"Sepertinya mereka sudah memiliki ikatan batin," selidik Yusuf dan Wildan mengangguk ikut menyetujui.
"Yaa wajar sih, secara mereka kan sudah 2 tahun lebih tinggal bersama, suka dan duka dilalui bersama," terang Wildan menjelaskan seperti seorang guru.
"Tapi kita kan juga selalu bersama Wil, bahkan kita lebih lama berteman dari mereka, tapi kok aku nggak pernah merasa punya ikatan batin sama kamu sih?" celetuk Yusuf seketika membuat Wildan tidak percaya dengan pertanyaan Yusuf.
"Hey.. kau kah itu Yusuf? biasanya kau paling anti membahas hubungan pria dan pria meski hanya berteman," papar Wildan heran.
"Yaa aku kan cuma bertanya bro, nggak usah baper lah, aku juga nggak berharap memiliki ikatan batin denganmu," sanggah Yusuf.
"Hahaha aku tak bisa bayangkan jika aku memiliki ikatan batin denganmu, hish merinding bulu tanganku membahasnya," gelak Wildan sembari mengusap-usap tangannya.
__ADS_1
-Bersambung-
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.