
Sudah tiga hari Yusuf berada di Makassar. Pagi ini, ia tengah bersiap-siap pergi ke rumah Yasmin untuk meminta izin kepada ayahnya agar mengizinkan ia melakukan ta'arruf dengan putrinya.
Sebenarnya Yusuf ingin langsung melamar Yasmin hari ini, namun, ia ingin memberikan kesempatan kepada Yasmin untuk lebih mengenal dirinya terlebih dahulu, mengingat Yasmin baru mengenalnya beberapa hari yang lalu.
"Alhamdulillah akhirnya.. Ummi sangat kagum sama Yasmin karena sudah berhasil meluluhkan hati manusia kulkas seperti putraku ini" kata Ummi terhenti saat Yusuf memanggilnya seperti anak kecil karena di goda oleh Umminya.
"Ummi..." rengek Yusuf.
"Ooops, canda nak, hehe" ucap Ummi terkekeh.
"Kamu yakin nak, mau pergi ke rumah Yasmin sendiri?" kata Ummi Ulfa meyakinkan putranya.
"Insya Allah Yusuf yakin Ummi. Untuk sekarang, biar Yusuf yang pergi sendiri, insya Allah kalau lanjut sampai lamaran maka Ummi dan Abi yang akan pergi" kata Yusuf sambil memperhatikan pantulan dirinya di dalam cermin.
"Putra Ummi sudah tampan kok" kata Ummi menggoda putranya kembali seketika wajah Yusuf memerah mendapat godaan dari sang Ummi.
Akhirnya, Yusuf berpamitan kepada Ummi untuk pergi ke ruman Yasmin dengan menggunakan mobil sang Paman dan berbekal alamat yang diberikan Yasmin kemarin.
"Bismillah, Ya Allah mudahkan urusanku ini" gumam Yusuf berusaha meredakan kegugupannya.
Saat tiba di halaman rumah Yasmin, Yusuf melihat ada mobil lain yang terparkir disana. Itu artinya, ada tamu lain yang datang lebih dulu dari Yusuf.
Yusuf akhirnya memutuskan untuk menunggu di kursi yang tersedia di halaman rumah Yasmin untuk memberikan privasi kepada tamu Yasmin tersebut.
--
"Bagaimana nak? apa kamu mau menerima lamaran Arif?" tanya Ibu Hafsah kepada putrinya yang saat ini sedang duduk bersama Sang Ayah yang sudah membaik di ruang tamu.
Hari ini mereka kedatangan tamu tak terduga, seorang pria bernama Arif yang merupakan dosen sekaligus tetangga komplek, datang ingin melamar Yasmin menjadi istrinya.
__ADS_1
Yasmin melihat kedua orang tuanya bergantian dengan tatapan sendu, lalu ia beralih melihat Arif kemudian kembali menunduk.
"Maafkan saya.." lirih Yasmin masih terdengar oleh Arif dan kedua orang tuanya. "Saya mohon maaf tidak bisa menerima lamaran anda, alasan saya tidak menerima, karena sudah ada orang yang saya tunggu" lanjutnya sembari melihat ke arah luar jendela dimana Yusuf terlihat sedang duduk menunggu.
Mendengar jawaban Yasmin, kedua orang tua Yasmin merasa terkejut, pasalnya Yasmin tidak pernah mengatakan apa-apa sebelumnya kalau ia sudah memiliki seseorang yang ditunggunya.
Setelah berbincang-bincang sebentar, akhirnya Arif pamit untuk pulang. Melihat tamu tadi sudah pulang, Yusuf kemudian berdiri dan ia saling berpandangan dengan Yasmin dan kedua orang tuanya yang masih berdiri di depan pintu rumah.
"Siapa dia nak?" tanya Ayah Syawal sedikit berbisik kepada Yasmin.
"Masuklah dulu Ayah, Ibu, nanti kalian akan tahu" jawab Yasmin lalu pergi ke arah Yusuf.
"Sudah lama nunggunya kak?" tanya Yasmin basa-basi.
"Eh nggak kok, baru aja" kata Yusuf. "Kalau boleh tau, tamu tadi ada perlu apa datang ke rumah kamu? melihat pria muda mendatangi rumah yang ada anak gadisnya membuatku penasaran sejak tadi" lanjut Yusuf penasaran.
Yasmin tersenyum tipis " Iya kak, namanya Arif, dia datang kesini untuk melamarku" jawab Yasmin jujur.
"Nggak kak, aku mengatakan kalau sudah ada seseorang yang aku tunggu" kata Yasmin menunduk.
"Lalu, dia itu?" tanya Yusuf penasaran.
"Dia itu kakak" jawab Yasmin membuat Yusuf tak dapat menahan senyum bahagia terukir di wajahnya. Ia meraskan perasaan hangat yang sangat indah dalam hatinya saat ini.
"Silahkan masuk kak, Ayah dan Ibu sudah menunggu di dalam" kata Yasmin kemudian mempersilahkan Yusuf masuk
"Apa ayahmu sudah baikan? Aku dengar kemarin ayahmu sakit" tanya Yusuf sambil meneteng sebuah keranjang kecil berisi buah mengikuti Yasmin dari belakang.
"Alhamdulillah sudah lebih baik kak" kata Yasmin sambil berjalan masuk rumah.
__ADS_1
"Assalamu 'alaikum.." ucap Yusuf saat masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikum salam" jawab kedua orang tua Yasmin ramah. "Silahkan duduk nak" lanjut Ibu Hafsah mempersilahkan Yusuf duduk.
Merekapun akhirnya duduk bersama di sebuah ruang tamu yang tidak luas tapi nyaman dan bersih.
"Maaf tante, ini ada buah, saya dengar kemarin kalau om lagi sakit yah? bagaimana keadaan om sekarang" kata Yusuf ramah.
"Terima kasih nak. Alhamdulillah keadaan saya sudah lebih baik nak" kata Ayah Syawal. "Kalau boleh tahu namanya siapa nak?" lanjut Ayah bertanya dengan ramah.
"Nama saya Yusuf om, sebenarnya saya datang kesini ingin meminta izin kepada om dan tante..." kata Yusuf terpotong karena gugup.
"Minta izin untuk apa nak?" tanya Ayah Syawal.
"Saya ingin mengajak Yasmin ta'arruf, om, tante" kata Yusuf sembari melihat ke arah kedua orang tua Yasmin lalu beralih ke Yasmin yang sejak tadi hanya menjadi pendengar setia.
"Kenapa ta'arruf? kenapa nggak sekalian langsung lamar aja kalau sudah merasa cocok?" kata Ibu Hafsah membuat Yasmin terkejut tidak menyangka dengan jawaban Ibunya.
Yusuf tersenyum "sebenarnya saya ingin seperti itu om, tante, tapi saya ingin memberikan kesempatan kepada Yasmin untuk mengenal saya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menerima ataupun menolak lamaran saya" terang Yusuf membuat Yasmin tersenyum tipis.
"Memangnya kalian belum saling mengenal" tanya Ayah Syawal.
"Kami baru berkenalan beberapa hari yang lalu waktu bertemu di Rumah sakit om" jawab Yusuf.
"Bagaimana dengan kamu nak? Apa kamu bersedia?" tanya Ibu Hafsah kepada putrinya.
"Hmm.. kalau Ayah dan Ibu mengizinkan, Yasmin bersedia". kata Yasmin menunduk malu sambil menahan debaran jantungnya yang sejak tadi berdebar hebat.
-Bersambung-
__ADS_1
Yuk dukung karya author dengan like, koment dan vote novel ini agar author lebih semangat lagi update cerita selanjutnya.